Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menjelang "NEW NORMAL" Yang Masih Tidak Jelas Bentuknya

Menjelang "NEW NORMAL" Yang Masih Tidak Jelas Bentuknya

"New Normal" sebuah frase yang belakangan ini bergaung di belahan penjuru dunia di tengah masa pandemi Covid-19. Bila diterjemahkan, frase itu bermakna "Gaya Hidup Normal Yang Baru".

Mungkin, banyak yang tidak menyadari, atau tidak begitu peduli sebuah kenyataan bahwa pandemi Corona yang terjadi sejak awal tahun 2020 akan berimbas pada banyak hal. Salah satunya adalah gaya hidup yang dianut banyak manusia di dunia sebelum pandemi dan setelahnya akan berbeda cukup jauh.

Sebagai contoh, sebelum wabah merebak, penggunaan masker dipandang sebagai sesuatu yang "tidak normal" meski banyak yang sudah melakukannya. Setelah pandemi usai (entah kapan), justru mengenakan masker adalah bagian dari kehidupan wajar, tidak menggunakannya akan menjadi sesuatu yang di luar kewajaran.

Itu adalah salah satu contoh dari perubahan makna "normal" sebelum dan setelah pandemi Covid-19. Terjadi perubahan besar.

Berbagai aspek kehidupan lainpun akan berubah total dan jangan pernah berharap kehidupan akan kembali seperti sedia kala seperti sebelum masa hadirnya Covid-19. Semua akan berubah menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Dalam dunia blogging pun, bila dipikir ulang, perubahan itu akan terjadi. Batas "normal" dalam kegiatan blogging pun akan mengalami perubahan karena bagaimanapun blogging adalah representasi manusia di dunia maya. Umat manusia berubah, maka kebiasaan itupun akan berdampak pada kehidupan di sisi lain, dunia maya.

Memang, sampai sekarang masih tidak jelas akan seperti apa perwujudan "new normal" karena wabah sendiri belum usai. Bahkan, masih jauh dari selesai. Meskipun demikian, beberapa gambaran samar bisa terlihat, seperti :

1. Masihkah "travel" menjadi salah satu primadona para blogger mengingat industri paling terdampak oleh Corona adalah industri pariwisata? Masihkah masyarakat tetap tertarik melakukan perjalanan dengan kondisi dirinya bisa terancam bahaya (terinfeksi virus Covid-19)? Masihkah berwisata menjadi favorit ketika biaya perjalanan meningkat (mengingat dunia penerbangan hanya bisa mengangkut 50% penumpang aja)?

2. Akankah fashion tetap diminati mengingat selama pandemi Corona, perhatian masyarakat tidak lagi terfukus pada mempercantik diri? Apalagi mengingat cukup banyak berita fashion blogger yang ternyata kelimpungan akibat job yang dibabat habis imbas Corona?

3. Bagaimana blogger bisa menghasilkan uang? Situasi perekonomian yang tergerus habis oleh sang Covid akan membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa "pulih"

4. Akankah kuliner bertahan sebagai sebuah topik yang diminati ketika masyarakat masih takut untuk berinteraksi dan nongkrong di pinggir jalan?

5. Masihkah blog tutorial ampuh mendulang trafik dan uang, ketika rumus-rumus dan resep-resep ajaib mereka terbukti tidak ampuh dalam masa Pandemi Corona? Ketika "normal" yang baru itu datang, masihkah trik-trik ajaib mereka bisa membantu mendulang sukses? 

6. Masihkah blog tentang lingkungan bisa mengundang pembaca ketika kebiasaan yang terbentuk selama pandemi justru bertentangan. Pesawat hanya terisi 50% penumpang adalah sangat tidak ramah lingkungan, tetapi hal ini bisa menyelamatkan nyawa manusia dari tertular virus. Bisakah pandangan ramah lingkungan dan bertindak seefisien mungkin dipertahankan kalau ia justru berbahaya bagi manusia?

7. Dan, pertanyaan penting masihkah para blogger tetap mau menulis dan berbagi ketika blognya tidak lagi menghasilkan uang seperti yang diharapkan? Padahal, selama ini banya blogger terjun ke dunia blogging salah satunya adalah karena unsur bisnisnya. Lalu, ketika dunia perekonomian masih suram, masihkah semangat itu ada di dalam hati?

8. Masih banyak lagi berbagai pertanyaan yang sepertinya akan menggantung selama beberapa bulan atau tahun ke depan sampai saatnya vaksin Covid-19 ditemukan 

Akan ada banyak sekali perubahan dalam kehidupan manusia di masa depan akibat dari pandemi saat ini. Banyak hal akan berusaha mencari titik keseimbangan baru, sebuah normal yang baru di masa depan.

Sebuah hal yang pastinya tidak bisa dijalani dengan memakai kebiasaan sebelum sang Covid datang.

Sesuatu yang harus dipersiapkan karena hampir pasti, istilah "New Normal" itupun akan terjadi dalam kehidupan para blogger.

Meski, saya cukup yakin kalau blogger-blogger yang menulis karena kesenangan dan kegembiraan berbagai tidak merasa perlu berpikir terlalu keras. Mereka sudah mendapatkan manfaat maksimum dengan menulis apa yang mereka mau tulis.

Saya rasa mereka seperti inilah yang kebal terhadap perubahan yang sedang terjadi.

Bagi mereka tidak ada yang namanya "New Normal". Bagi mereka semua akan tetap "Normal" saja.

Bogor, 20 Mei 2020






8 comments for "Menjelang "NEW NORMAL" Yang Masih Tidak Jelas Bentuknya"

  1. Hola mas Anton :D

    Untuk beberapa poin di atas, saya bisa ikut merasakannya ~ terlebih, semakin ke sini semakin banyak bloggers yang saya ikuti jadi nggak aktif lagi :< rata-rata terakhir update 2 bulan lalu dan ada yang biasanya sering update jadi sebulan sekali baru update. Hingga akhirnya hanya bersisa segelintir yang masih tetap aktif, seperti mas Anton di blog yang satunya itu saya ikuti banget karena sering update hihi, dan beberapa teman lainnya :D

    Dan dari segi travel, saya juga sepertinya baru akan travelling lagi tahun depan :)) kemungkinan kalau tahun ini akan sangat riskan. Mengingat hampir semua negara terkena Corona, jadi lebih baik tahun ini stay di rumah saja :D

    Semoga bloggers-bloggers yang secara nggak langsung terkena 'dampak' Corona tetap bisa melanjutkan hobinya dalam hal ini menulis, meski harus sedikit berubah haluan atau menemukan new normal yang baru :>

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. nanti abis jalan-jalan bagi cerita lagi yah.

      Mudah-mudahan semua bisa segera berlalu dan bisa kembali beraktivitas lagi karena dunia tetap butuh cerita dari berbagai penjuru dunia

      Delete
  2. Bagi orang yang sebelumnya bekerja di perusahaan atau di luar rumah, perbedaannya pasti akan sangat terasa, beda dengan full-time blogger, hampir tidak ada perubahan, karena dari dulu sudah #dirumahaja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Full time blogger pasti mengalami perubahan juga. Bukan pada waktu dan tempat kerja, tetapi pada penghasilannya yang hampir pasti terpaksa mengalami penurunan.

      Hal yang pasti membuat mereka harus berpikir ulang

      Delete
  3. Kunbal nih..😀,bagi saya yg new normal itu jadi kayak ga normal ya, tapi mau ga mau hrs di hadapi dan jadi kebiasaan baru karena ga tau sampai kapan akan berakhir, dan harus siap dengan itu, kebetulan blog sy hanya blog recehan sj dan memang ga ada niatan buat di jadiin duit, makanya sy menulis jg ga ngerasa terbebani, karena kadang msh angot"an sih... Duuuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu yang paling asyik. Ketika menulis tanpa terbebani. Bersyukur saja mbak bisa begitu.. Bahagia banget kalau bisa begitu

      Delete
  4. fashion kayaknya masih bisa bertahan Pak, buat eksis di medsos, hahahaha.
    Kalau kuliner juga, cuman memang lebih ke online.

    Kalau dunia job blogger memang sepi sih, kalaupun ada biasanya bukan semata blog, tapi sepaket dengan instagram.

    Jadi kebanyakan butuh bloggerfluencer :D

    Insha Allah akan selalu menulis, dan yakin selalu ada rezeki untuk kita yang mau berusaha.
    Meskipun memang banyak yang kurang aktif, tapi saya rasa mungkin teman-teman merasakan banget dampak pandemi ini sehingga harus mengerjakan hal lain dan akhirnya nggak bisa ngeblog dulu.

    Semoga kita semua bisa menyesuaikan new normal ini, bisa survive dan semangat di tengah pandemi ini.

    Yakin kalau Allah nggak akan ngasih cobaan di luar batas kemampuan kita :)

    Kalau mengenai new normal ini sebenarnya belum terlalu terasa sih buat saya, karena jujur selama 3 bulan ngendon di rumah aja, akhirnya bisa berdamai kalau memang keadaannya kayak gini, nggak boleh ke mana-mana, kudu di rumah aja, kalau keluar kek mau perang hahaha.

    Setidaknya, sebelum anak saya masuk sekolah, mungkin kami insha Allah akan tenang-tenang aja dan semangat.

    Nggak tahu lagi kalau memang beneran pemerintah membuka sekolah dengan new normal, kayaknya saya bakalan galau lagi hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rejeki pasti ada sebenarnya, bahkan dalam keadaan susah seperti sekarang, dan nanti saat new normal berjalan.

      Hanya saja mungkin kita yang belum tahu .

      Jadi tetap semangat Rey

      Delete