Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menambah Jumlah Teman Di Facebook Itu Gampang Pake Bingitz !

Menambah Jumlah Teman Di Facebook Itu Gampang Pake Bingitz !

Ups. Sombong sekali memang judulnya. Arogan. Tapi, memang betul kok, menambah jumlah teman di Facebook itu gampang sekali. Benar-benar tidak sulit.

Tidak butuh memeras otak dan keringat terlalu banyak. Bohong besar kalau untuk sekedar meningkatkan "angka" teman di media sosial yang populer di dunia ini harus memakai trik spesial dan perlu berpikir tiga hari tiga malam.

Hanya butuh sedikit rajin saja. Sambil duduk-duduk santai dan memakai ponsel saja sudah cukup.

O ya, tidak perlu juga berpikir harus mengeluarkan tulisan "berkualitas" ala internet marketer deh. Sama sekali tidak perlu. Bahkan, tanpa menulis apapun selain membuat akun FB saja sudah cukup.

Kok bisa sombong sekali sampai bisa berkata demikian? Bukankah kalau menuruti tulisan para mastah blogger Indonesia, butuh kerja keras untuk itu? Pakai tool apa?

Yah, bukan mengada-ada atau sombong sebenarnya. Hanya, para mastah biasanya memang gemar membuat yang sederhana terlihat sulit supaya tulisan mereka laku. Padahal, kenyataannya jauh berbeda.

Pengalaman selama cuti ngeblog hampir 2 bulan yang lalu menunjukkan hal itu.

Ceritanya, saat liburan itu, saya memutuskan untuk menggerakkan kembali ide menjual produk ramah lingkungan bermerk BLACUK, yang saya mulai bersama seorang teman lama. Nah, dalam pemikiran saya, mau tidak mau, promosi harus digalakkan lagi dan terus menerus.

Salah satu caranya adalah melalui media sosial, dan Facebook salah satu di antaranya selain Instagram. Mau tidak mau meski saya bukanlah pecinta medsos (akun sendiri saja sudah entah berapa lama tidak diupdate dan foto profile masih memakai foto si kribo saat kelas 4 SD = sekarang sudah mau lulus SMA), saya harus mau melakukannya untuk promosi. Paling tidak mengenalkan merk Blacuk ke dunia luar, dengan ongkos yang murah tentunya.

Tentunya, kalau memakai akun Lovely Bogor atau pribadi, agak sulit dilakukan karena masalah branding Lovely Bogor berbeda. Jadilah, saya membuat akun baru untuk Blacuk.

Semua mulai dari nol lagi.

Cuma, saya menyadari promosi tanpa adanya pemirsa, sama saja bohong. Seperti sibuk ngomong sendiri tanpa ada khalayak pemirsanya. Seberapapun bagus tulisan dibuat di FB kalau tidak ada teman yang terhubung, yo wis sama saja bicara di kuburan.

Jadi, langkah pertama yang diputuskan untuk mengenalkan akun Blacuk di medsos buatan si Marc Zuckerberg ini adalah dengan mencari teman dulu.

Setelah beberapa teman, kenalan, dan saudara ditambahkan, saya menyadari bahwa percuma saja kalau hanya mereka yang terhubung. Untuk kategori "teman" yang seperti ini akan lebih mudah memakai Whatsapp saja. Lebih efisien kalau menawarkan produk.

Mulailah saya memeras otak (sedikit saja, tidak banyak).

Sampai saya memutuskan untuk menjalankan ide yang menyimpang.

Saya memutuskan untuk menambahkan siapa saja yang disarankan FB pada kolom "People you may know".

Serius. Siapa saja. Bahkan saya sering tidak melihat nama dan jenis kelaminnya.

Yang saya lakukan hanyalah menekan tombol "ADD FRIEND". Tidak peduli kenal atau tidak. Punya "mutual friend" atau tidak. Pokoknya, semua dikirimkan "friend request".

Pada tahap ini, saya tidak merasa perlu memilah karena siapa saja lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Ibaratnya, lebih baik bicara di pasar yang banyak orang yang sibuk dengan urusannya, daripada berteriak di kuburan yang tidak ada orang. Kemungkinan menarik perhatian satu dua orang ada di pasar.

Blacuk harus dikenal dulu, meski hanya satu atau dua orang. Itu inti pikiran saya.

Hasilnya?

Rupanya tidak menunggu lama, jumlah teman akun Blacuk dengan pesat bertambah. Sampai hari ini sudah ada 1700 lebih orang yang terkoneksi dengan akun itu.

Menambah Jumlah Teman Di Facebook Itu Gampang Pake Bingitz !

Angka ini masih terus bertambah karena begitu ada yang menerima permintaan menjadi teman, saya akan mengirimkan "friend request" yang baru ke nama berikutnya yang tampil. Rata-rata dalam sehari saya bisa menambahkan 30-50 teman. Bahkan kadang lebih dari itu.

Pada awalnya, saya membuat target "teman" 300 saja selama 6 bulan, tetapi ternyata baru dua minggu saja sudah harus direvisi menjadi 5000, yaitu angka maksimum jumlah teman di FB.

Mengapa bisa demikian?

Banyak yang mungkin heran kok hal seperti ini bisa dilakukan, tetapi setelah dipikir ulang, ada beberapa hal yang memungkinkan peningkatan jumlah teman seperti ini terjadi, seperti :

1. Orang Indonesia senang berteman dan menambah jumlah teman di dunia maya itulah kenapa Indonesia merupakan salah satu negara pengguna FB terbesar di dunia

2. "Mutual friend" menjadi salah satu alasan dalam menerima orang baru, meski tak dikenal, menjadi teman

3. Tidak beda juga sebenarnya dengan kebiasaan saya, banyak orang yang rupanya menerima "friend request" langsung di-"accept" saja bahkan tanpa melihat profil dan siapa yang mengirimkan permintaan itu

Jadi, apapun alasannya, ternyata menambah jumlah teman di Facebook tidak sesulit yang diduga. Tidak seperti kata para mastah internet marketer yang bilang harus begini harus begitu.

Cuma, memang ada resiko dan masalah lanjutan yang timbul. Ternyata, ada beberapa akun yang sebenarnya kurang "pas" karena beberapa hal. Mau tidak mau, seperti membeli kucing dalam karung, ada saja akun yang kurang baik ikut terjaring.

Tetapi, setelah dipikir-pikir lagi, tidak menjadi masalah besar, karena cukup di unfollow dan di masa depan bisa di-remove saja.

Sebagai langkah awal, jumlah teman yang lumayan banyak ini sudah menyediakan sebuah komunitas kecil untuk memperkenalkan Blacuk ke dunia. Beberapa tulisan yang kemudian dibuat bertemakan lingkungan, beserta foto, mendapatkan like yang lumayan lah sebagai akun pemula.

Yang lebih menyenangkan lagi, dalam waktu kurang dari 2 minggu, sudah ada 3 orang yang bertanya tentang Blacuk, baik harga, spesifikasi, dan lain-lain.

Jadi, sepertinya promosi kecil-kecilan di FB bisa berjalan baik. Dan, itu semua terjadi karena cara tidak normal dalam menambah teman yang dilakukan. Ke depannya, cara yang sama akan tetap dilanjutkan dengan sedikit tambahan kriteria, yaitu orang-orang yang potensial untuk menerima Blacuk, seperti kaum wanita atau remaja.

Bonus tambahannya, ya tulisan ini. Saya bisa membantah dengan bukti bahwa menambah jumlah teman di Facebook itu susah dan rumit. Kenyataan yang ada adalah sangat mudah, selama kita mau rajin memencet tombol "Add friends" saja.

Bagaimana dengan akun FB Anda? Berapa teman ada di dalamnya? Yuk kita saingan siapa yang lebih dulu mencapai angka maksimum 5000?

Bogor, 8 Januari 2020

4 comments for "Menambah Jumlah Teman Di Facebook Itu Gampang Pake Bingitz !"

  1. Waduh 5000 teman, banyak sekaliiii hehe. Saya nggak punya FB mas, jadi nggak bisa ikutan bersaing deeeh :D

    By the way, saya cuma follow blog mas Anton yang satu lagi, tapi update terakhirnya soal si kribo ultah Juli lalu. Dan baru sadar kalau mas Anton ada blog lain :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakakak.. kepaksa soalnya kalau buat bisnis itu penting. Yawda ga usah saingan.

      Hahahha Blog si Anton itu emang belum diupdate karena waktu terbatas.

      Delete
  2. Okeh baiqlah Pak!Baikkk!!!
    hahahaha.
    saya acungin jempol dah, sungguh Pak!
    Saya dari dulu gunain akun FB buat bisnis, tapi udah 12 tahun usia akun FB saya, temannya baru 3800 dong hahahaha.

    Di saat teman lainnya udah full kuota temannya, saya dong masih segitu-segitu saja hahaha

    Salah saatu penyebabnya kayaknya karena saya milih-milih teman juga, saya males berteman dengan lelaki yang tidak saya kenal, list pertemanan saya yang laki kebanyakan teman sekolah, kerja, kenalan atau blogger.
    Selain dari itu saya nggak mau accept.

    Tapi memang saya buka akun saya buat umum sih, jadi meski nggak saya approve ya teman-teman bisa baca status saya.

    Btw, pak Anton udah add saya nggak, kadang kalau nggak kenal saya belum accept, tapi udah liat sih di atas akunnya, entar saya add hihihi

    tapi salut banget Pak, bisa ngumpulin teman FB sebanyak itu dalam waktu singkat.
    Saya sekarang udah hampir nggak pernah add orang.
    kebanyakan cuman approve permintaan saja, biasanya kalau saya habis komen di sebuah grup, banyak yang add saya, baru deh saya app, itupun hanya cewek aja sih hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kepepet Rey.. kalau nggak ada Blacuk, saya juga males , cuma karena kebutuhan saja, saya harus bermain dengan medsos dan menambah teman.

      Emang sih, terkadang jengah juga menambah teman dari mereka yang sebenarnya tidak kita kenal, tetapi disanalah pengorbanan seorang marketer. Dia harus bisa merubah yang bukan teman menjadi teman, dan kemudian pembeli.

      Soal banyak yang menyebalkan, yah, itu bagian dari kehidupan

      Delete