Mengelola Blog Tentang Bogor Semakin Berat ... Kayaknya

Mengelola Blog Tentang Bogor Semakin Berat ... Kayaknya

Kayaknya... kata ini dipakai karena tulisan ini merupakan pandangan pribadi saja dan juga pengalaman mengelola blog tentang Bogor, yaitu Lovely Bogor.

Belakangan ini memang terasa berat sekali.

Bukan karena malas dan tidak bisa menemukan ide tulisan, tetapi karena ada hal lain, yaitu persaingan di dunia maya, alias dalam menjaring pembaca.

Banyak sekali website, blog atau media resmi yang lahir belakangan ini yang membahas tentang Bogor. Belum ditambah dengan media nasional yang makin sering membuat tulisan tentang Bogor juga. Bahkan, Tribunnews, media berita nasional  memiliki satu subdomain khusus yang mengulas tentang berbagai hal di Bogor.

Jangan tanya juga beberapa media berita lain, seperti grup Jawa Pos yang berkiprah disana.

Tidak heran juga sebenarnya mengingat Bogor merupakan tempat wisata favorit yang dekat dengan pusat pemerintahan sekarang, Jakarta. Tidak aneh juga karena nama Bogor semakin mencorong sejak Pak Jokowi tinggal di Istana Bogor.

Tidak heran perhatian banyak orang tertuju ke kota tempat saya tinggal ini.

Dan, tentunya, hasilnya media pasti memanfaatkan ketertarikan banyak orang untuk menerbitkan tulisan dengan tema Bogor. Belum lagi blogger gado-gado yang sering merambah kemana-mana, terutama mereka yang membahas tentang wisata.

Hasilnya, tulisan tentang Bogor semakin banyak dan persaingan menjadi semakin keras.

Opini ini berdasarkan pengamatan bahwa tulisan Lovely Bogor, 2-3 tahun lalu masih mudah sekali nongkrong di halaman pertama SERP Google. Saingannya tidak terlalu banyak, tetapi belakangan, bahkan tulisan yang sudah lama nongkrong disanapun kerap tertendang akibat media berita besar masuk dan membahas topik yang sama.

Tidak mengherankan pengunjung Lovely Bogor agak stagnan dan cenderung sedikit menurun belakangan ini karena memang blog ini hanya mengandalkan pengunjung dari mesin pencari saja. Tidak dipromosikan lewat media sosial atau cara lainnya.

Sebuah situasi yang berat.

Tetapi, sekaligus menantang untuk dipecahkan.

Tentunya akan berat sekali mengingat harus bersaing dengan media besar yang punya sumber daya, baik manusia atau dana yang besar. Tetapi, pelajaran mengatakan tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan. Setiap masalah pasti ada solusinya.

Kalau memang mau maju, ya berarti harus bisa mengatasinya.

Apalagi Lovely Bogor sendiri masih punya kekuatan sendiri karena selama ini dipandang bagus oleh Google. Buktinya masih ribuan orang yang datang setiap harinya. Jadi, kesempatan itu masih ada dan belum tertutup sama sekali.

Hanya, bakalan tidak mudah.

Dan, tidak akan menjadi lebih mudah di masa mendatang karena bisa diprediksi akan semakin banyak orang menulis tentang Bogor di masa datang.

Saat seperti inilah seorang blogger diuji. Mampukah ia bertahan atau tidak? Hampir pasti akan lebih banyak jatuh bangun dan kegagalan di masa datang. Kalau tidak tahan, bisa jadi hasilnya blog akan terhenti.

Dan, saya tidak menginginkan hal itu terjadi.

Untungnya, sejak 2 tahun Lovey Bogor berdiri, saya punya sedikit rencana cadangan. Pelajaran hidup mengatakan "jangan taruh semua telurmu dalam satu keranjang". Kalau jatuh, habis semua.

Beberapa blog lain yang sudah saya bangun sekarang menunjukkan gunanya. 4 subdomain dari Lovely Bogor menjadi pendulang trafik, sekaligus menghasilkan klik iklan yang baik, sert menunjang kehadiran Lovely Bogor. Masih ditambah dengan 1-2 blog lainnya juga yang berdiri sendiri.

Hasilnya, secara keseluruhan, Lovely Bogor Network mendapat peningkatan jumlah pengunjung, dan sepertinya akan bisa terus begitu, meski blog utamanya Lovely Bogor agak terhambat.

Setidaknya ada titik terang dan solusi bagi semakin beratnya mengelola blog tentang Kota Bogor belakangan ini.

Mudah-mudahan hal itu juga pertanda saya memang sudah siap menjadi 50% blogger 50% wirausahawan yang siap menerima tantangan apapun, tanpa mengeluh.

8 Responses to "Mengelola Blog Tentang Bogor Semakin Berat ... Kayaknya"

  1. Pak Anton pun jadi termasuk orang yang menyebut Tribun, 😄

    Tapi keranjang Bapak memang tak cuma satu, maka pasang surut bisa diatasi. Sebenarnya tidak blog Bapak doang, blog saya pun juga mengalaminya. Sekarang saya sedang mikirin gimana bisa aktik mengisi keranjang lain. Tapi mikirinnya kalo lagi sempat aja sih, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah... abis kagum juga dengan kemampuan mereka memproduksi artikel. Buaaanyaak buanget..

      Yah, kira-kira begitulah, jadi yang satu turun, yang lain bisa menutupi. Hahahaha... sempetin dong

      Delete
  2. Harus tetap semangat dan jangan pernah menyerah, karena dibalik itu semua pasti tersimpan sesuatu yang hebat.. Semangatt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti lah... kenapa juga harus menyerah.. hahahaha

      Delete
  3. Saya yakin kehadiran blog LB menjadi momok yg menakutkan buat situs serupa,hal ini karenakan si adminya punya jurus " Kreatif dalam menyajikan Content ".

    Pak Anton masih ingat dng artikel yg dikasih gambar orang yg sedang " pup " di sungai ? atau artikel penunjuk arah ? saya yakin situs lainnya tdk memuat hal seperti itu.Dan ini adalah celah,agar blog LB bisa terus berjaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap... memang ada sisi dimana LB punya kekuatan, dan ada juga kelemahannya. Jadi, memang sedang dicoba dicari solusinya agar bisa terus berkembang.

      Kalau Asikpedia kumaha yeuh.. kembangkan juga dong..:-D

      Delete
    2. Sudah saya usahakan untuk di kembangkan Pak, namun kok ngak berbunga - bunga yah..? imbas kemarau kaleee yahh....Kering.:)

      Delete
    3. Halahhh.... piye toh Kang.. hahahaha.. usaha terus duoonnngg

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel