Blog Menyaingi Media Berita Resmi ?

Keren juga! Tidak terhindarkan juga ada rasa itu timbul dalam hati ketika menyusuri feeds akun Facebook. Bukan karena isinya masih penuh dengan perseteruan antara kampret dan cebong. Bukan juga karena posting yang bersliweran masih membahas betapa ada capres yang bisa berbicara dengan semut dan hewan lainnya.

Bukan karena itu.

Rasa kagum itu timbul melihat beberapa link yang dipergunakan para petarung internet itu dalam beradu argumentasi tentang beberapa hal. Bukan apa-apa tetapi, ternyata banyak sekali argumentasi dan perdebatan yang menggunakan data yang berasal dari blog. Terkilas pemikiran bahwa blog sudah mulai menyaingi media berita (online) resmi untuk dipakai sebagai rujukan.

Contohnya, seperti di bawah ini.

Blog Menyaingi Media Berita Resmi ?

Blog Menyaingi Media Berita Resmi ?

Blog Menyaingi Media Berita Resmi ?

Blog Menyaingi Media Berita Resmi ?
Pernah dengar koran "BeritaTerheboh"? Belum? Saya juga baru tahu. Lalu, "Sejagad"? "SelidikNews"? Tidak pernah? Sama dong. Biasanya saya membaca Detik, Kompas, Tribunnews kalau untuk berita.

Nama-nama yang disebut terakhir sudah biasa dipergunakan sebagai bahan argumentasi untuk berantem di dunia internet. Tetapi, yang lain belum dan rasanya baru mengetahuinya pada saat berselancar di Facebook.

Setelah ditelusuri, hampir pasti, karena saya juga seorang blogger, website-website itu pada dasarnya adalah sebuah blog, dalam artian dikelola bukan oleh organisasi jurnalistik resmi dan terdaftar. Rasanya tidak salah bahwa "media-media" itu dikelola oleh seorang atau beberapa orang blogger saja, yang mungkin tidak pernah mengenyam pendidikan jurnalistik.

Kok bisa tahu?

Pertama, di websitenya tidak ada "Panduan Media Siber" yang harus ada dalam sebuah media berita online resmi dan terdaftar. Tambahannya adalah di websitenya sendiri tidak ada halaman Tentang, Kebijakan Privasi, dan hal-hal yang bahkan pada blog merupakan sebuah "keharusan".

Jadi, yup. Yakin sekali nama-nama seperti BeritaTerheboh bukanlah media berita resmi dan sebuah website personal saja.

Apalagi isinya yang kebanyakan mengcopy paste dari media-media online resmi (walau disebutkan sumbernya).

Jadi, rasanya tidak salah dugaan bahwa website-webiste ini adalah sebuah "blog" atau "website personal" saja.

Soal tampilan sih memang mirip sekali dan memang hal itu tidak sulit dilakukan mengingat banyak sekali template Wordpress yang mengadopsi tema "Koran" dan "Majalah". Bahkan, beberapa media resmi pun memakai template jenis ini. Jadi, sulit dibedakan.

Yang membuat kagum, dan senang juga, adalah fakta kecil bahwa, masyarakat rupanya mulai tidak lagi bergantung kepada media berita resmi. Mereka sudah mulai mau menggunakan blog sebagai referensi. Selama ini blog masih dianggap "kurang bisa dipercaya" karena sifatnya yang subyektif dan tidak memenuhi kaidah jurnalistik.

Hanya, saja belakangan ini pandangan masyarakat mulai bergeser dan mulai bisa menerima blog sebagai sebuah sumber informasi. Memang sih, sejauh ini blog yang menggunakan konsep "media" yang paling sering dipakai, tetapi bukan sekali dua juga blog "biasa" dan bahkan berbasis blogspot menjadi acuan dalam pembahasan tentang suatu hal.

Sebuah perkembangan yang seharusnya membuat gembira banyak blogger dan menambah dorongan untuk terus mengembangkan diri.

Kenapa?

Karena, perubahan sikap masyarakat seperti ini pada akhirnya akan meluas dan membuat pasar pembaca bagi tulisan blogger menjadi lebih besar. Kabar buruk bagi media berita online resmi karena saingannya akan menjadi semakin banyak.

Sesuatu yang memperlihatkan bahwa suatu waktu media informal, seperti blog akan bisa berada "sejajar" dengan media jurnalistik resmi, walau entah kapan akan terjadi.

So, tetaplah berkreasi dan berkarya. Masa depan blog sepertinya masih sangat menjanjikan.

6 Responses to "Blog Menyaingi Media Berita Resmi ?"

  1. Fakta yang tidak terbantahkan, Asal informasi tayang diinternet mereka anggap situs berita padahal jelas beda...kadang saya juga penasaran ingin bikin situs berita semacam itu cuma kendalanya postingnya berat meski cuma copas +edit tapi harus banyak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap. Buat masyarakat awam memang tidak terlihat bedanya. website ya website.

      Hadeuh... ga sanggup lah buah website berita. Bukan cuma karena mengisinya yang harus mengikuti berita terkini saja, tetapi mempertanggungjawabkan isinya itu yang berat banget

      Delete
  2. Saya juga pernah nemu di beranda Facebook, linknya bahkan masih pake blogspot.

    Di satu sisi, penuturan Bapak benar adanya bahwa masyarakat mulai menjadikan blog sebagai rujukan. Di sisi lain, sebagian dari mereka hanya asal ambil berita yang sesuai dengan pendapat mereka, tidak perduli dengan sumber rujukan.

    Kadang saya miris sendiri dengan beranda facebook yang bercampur antara kebenaran dan hoaks. Yang lebih menyedihkan lagi, yang berbagi kadang tidak sadar dengan apa yang dia bagikan.

    Belum lagi adanya berbagai kepentingan dari orang-orang dibelakang media, baik resmi maupun blog personal.

    Jika malas cross cek ulang, biasanya saya hanya membaca saja, tanpa membagikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Nisa.. memang akhirnya banyak berita "tidak jelas" yang beredar alias hoaks semakin banyak karena blogger cenderung hanya mengedepankan unsur keuntungan dan jarang melakukan cek dan cross check.

      Tetapi, karena sesuatu yang sulit terhindarkan, kita hanya bisa berpikir positif saja bahwa semakin hari, para blogger akan semakin pinter dan berkembang dalam hal kejurnalistikan.

      Mudah-mudahan saja yah...

      Delete
  3. saya suka dengan istilah "petarung internet".

    benar sekali rujukan yang dipakai oleh para petarung internet ini banyak yang bukan berasal dari situs berita resmi. hal tersebut baik untuk para blogger, tapi buruk untuk para pembaca awam yang tidak tahu bahwa artikel yang dibaca mungkin hanya hasil copas saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul juga.. karena memang membypass kaidah jurnalistik kebanyakan..Tapi apa mau dikata tidak terhindarkan

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel