Kalo Saran Blogger Tutorial Blogging dan Internet Marketer Diikuti Blog Ini Nggak Mungkin Terkenal

Kalo Saran Blogger Tutorial Blogging dan Internet Marketer Diikuti Blog Ini Nggak Mungkin Terkenal

Serius. Kalau memang saran dan ajaran dari para blogger tutorial blogging dan internet marketer adalah sebuah kepastian, hal yang mutlak, blog yang screenshootnya saya pajang jelas tidak memiliki kans menjadi terkenal.

Ajaran utama dari para blogger jenis itu dan internet marketer adalah menulis sepanjang mungkin, 2000-3000 kata dan disesaki dengan berbagai kata kunci dan ditulis dengan teknik SEO. Foto atau image hanya pelengkap saja.

Jadi, manalah mungkin sebuah blog yang lebih menekankan pada image saja bisa sukses. Tidak mungkinlah. Bahkan, bukankah dianggap melakukan itu sebuah kesalahan?

Jadi, bukan hanya blogger pemilik blog di atas saja yang akan menangis sedih, tetapi kalangan fotografer juga bakalan mengeluarkan airmata non buaya karena nasibnya menjadi pasti. Tidak bakalan sukses. Tidak bakalan terkenal. Tidak bakalan menghasilkan uang.

Maklum saja, kalangan fotografer kerap memanfaatkan medium blog untuk memajang karyanya. Nama blognya disebut Photoblog atau Blog Foto.

Minim kata. Banyak yang demikian, kecuali yang mengajarkan tutorial memotret. Harap dimengerti  banyak fotografer memegang teguh prinsip sebuah foto bermakna 1000 kata. Oleh karena itu mereka gemar "bercerita" dengan foto, secara visual. Bukan dengan kata.

Untungnya.

Dunia itu adil.

Ia paham bahwa manusia itu berbeda-beda. Dunia bisa menerima perbedaan itu, meski terkadang manusia-manusianya sendiri justru sulit melakukan itu. Ia menyadari bahwa semua harus diberi kesempatan yang sama, untuk maju dan terkenal.

Dan, begitulah adanya blog di atas. Blog ini lumayan terkenal, pemiliknya juga mendapat imbasnya. Pengalamannya memotret jalanan diliput berbagai media dan ia mendapatkan hal, yang kalau menurut teori internet marketer tidak bakalan bisa diraih.

Blog itu milik Yanidel, Yannick Yanidel. Seorang pria Perancis (ganteng loh) penggemar fotografi jalanan. Ia rela meluangkan waktu selama 80 mingu (lebih dari satu tahun) untuk berkeliling ke berbagai negara dan memotret kehidupan disana.

Karya-karyanya dipajang di blog ini dan bloggernya mendapatkan sedikit "ketenaran". Sedikitnya itu relatif sih, tetapi yang pasti lebih banyak daripada para master blogger Indonesia yang banyak mengajarkan untuk menulis sepanjang mungkin.

Yanidel tidak lagi tinggal di Perancis, sang empunya blog di atas sekarang tinggal di Argentina karena ketemu jodoh kayaknya. Blognya kurang jarang diupdate, tetapi keindahan yang direkamnya masih menginspirasi banyak orang untuk menekuni street photography di seluruh dunia.

Jadi, kalau Anda seorang fotografer, atau penggemar fotografi, saran saya sih, abaikan saja omongan para blogger tutorial blogging atau internet marketer yang seperti ini. Cenderung mendekati omong kosong dan tidak mendekati fakta di lapangan.

Buat photoblog Anda dan kemudian berkaryalah dengan sepenuh hati.

Percayalah dunia itu adil dan paham tentang perbedaan. Ia akan memberikan hasil kepada mereka yang mau berusaha dengan passion-nya.

Nah, yang mau melihat keindahan di jalanan ala si Yanidel, silakan visit saja blognya di SINI . Terus terang enak melihat keindahan dalam kehidupan biasa di berbagai tempat. Lebih enak melihatnya daripada mendengarkan celotehan para internet marketer dalam hal ngeblog.

8 Responses to "Kalo Saran Blogger Tutorial Blogging dan Internet Marketer Diikuti Blog Ini Nggak Mungkin Terkenal"

  1. Cerdas argumentasinya kang saya suka, terutama di bagian "berkaryalah dengan sepenuh hati", itu oke maaf tambah "Bangat" ya kang, biar jadi 4 sehat lima sempurna.

    Kang saya baca tulisan ini sampai dipertengah jujur saya ngak ngeh, pasalnya ada kata "blog di atas", jujur saya cari blognya mana, setelah dicermati lebih seksama baru saya tahu foto di atas adalah blog yang akang maksud, kirain saya iklan, kwkkw, pesan buat saya pribadi, "woi baca teliti, jangan mengklaim dulu" kwkwk, semantara (Semacam saran), syukur kalau diterima dan mohon maaf jika tidak berkenan, begini kang, boleh tidak foto di atas dikasih caps, biar saya ga ngira itu iklan, kwkwk kan bisa stres kalau klik-klik ternayata ga muncul juga hihkhihk,

    Terima kasih atas ulasannya kang, saya suka argumentasi Akang soal tutorial blog dan internet market dengan hubungannya dengan blog yang berisi foto. Kagum kang

    ReplyDelete
  2. Membuka mata saya karena selam ini dijejali ilmu ilmu blogging yang bikin pening sudah gitu tetep saja pengunjung tak datang...sekarang sih mesti nurutin kata hati, apa yang mau ditulis ya segera tulis jangan banyak pertimbangan an itu spt mas ANTON sebut pada artikel sebelumnya, bukan berarti menolak rezeki.

    ReplyDelete
  3. blog foto saya rasanya makin amburadul om. sepertinya mau bikin blog foto khusus saja.. gimana ya?

    ReplyDelete
  4. @martin karakabu - itu udah dikasih caption, cuma entah kenapa tidak muncul setelah dipublish.. :-D

    @rafi - bikin dongg..

    @dwisu - yup menuruti kata hati lebih baik

    ReplyDelete
  5. Lah yang punya belog kemana... ? kok mandek di tgl 14... jadi was- was nich.... jangan2 blog ini ditinggal kabur.... atau lupa password, hehehe...

    ReplyDelete
  6. @Kang Nata.. mandeg.. soalnya yang punya blog harus nyetir 16 jam ke semarang bulak balik.. dan stok artikel sudah habis karena sibuk ngurusin nikahan saudara..

    hahahaha... lupa password ga lah, kalau kabur mungkin..:-P

    ReplyDelete
  7. Setujuuuu bangetttttt...

    Bahkan, mau photoblog, mau tulisan blog, buatlah dengan sepenuh hati.
    Karena orang di dunia ini macem-macem.
    Dan jangan takut untuk menjadi unik :)

    Kadang, membaca nasehat blogging itu malah bikin kita jadi malas berkarya, karena kepikiran harus begini, harus begitu, seo begini, seo begitu.
    Duh ya bikin pusing, alhasil blog gak update-update.

    ReplyDelete
  8. @Reyne... Iya, ngeblog aja kok dibuat ruwet. Juga kok dipastikan begini dan begitu ya mbak.. Mending dibawa enjoy walau tetap serius

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel