Kalangan Blogger : Pasar Yang Buruk Untuk Iklan

Kalangan Blogger : Pasar Yang Buruk Untuk Iklan

Kalangan Blogger : Pasar Yang Buruk Untuk Iklan Seperti Adsense

Anda ingin mencari uang lewat blog? Sebelum memulai, izinkan saya untuk memberikan sedikit saran kecil terkait tujuan itu. Sarannya pendek, hanya satu kalimat saja, yaitu "Jangan menulis tentang tutorial blogging!"

Bukan apa-apa, karena saya seorang blogger juga, saya cukup paham bahwa kalangan blogger adalah pasar yang buruk untuk mencari duit, terutama kalau mengandalkan pemasangan iklan.

Ada alasannya di balik itu yang didapat dari pengalaman mengelola beberapa blog, yang salah satunya yang sedang Anda kunjungi ini.

Dari semua blog yang berada dalam Lovely Bogor Network, bisakah Anda tebak blog mana yang memberi penghasilan paling sedikit?

Jawabnya adalah Maniak Menulis. Yah, jujur saja, blog berinisial MM ini berada di peringkat paling rendah dibandingkan semua yang saya kelola. Bahkan, dibandingkan dengan beberapa blog yang terbengkalai saja, kalau dalam urusan pemasukan iklan, nilai yang didapat paling sedikit.

Bukan berarti tidak ada sama sekali, tetapi hasilnya sangat rendah dibandingkan topik lainnya.

Dan, hal itu sudah disadari ketika belakangan ini blog MM lebih banyak memposting tulisan tentang blog. Mau tidak mau karena artikel-artikel jenis itu akan mengundang kalangan blogger, dari yang masih calon sampai yang sudah mengaku "mastah" (master).

Ternyata kenaikan jumlah pengunjung tidak paralel dengan kenaikan pemasukan dari iklan. Angkanya tetap saja berada di level bawah, alias merangkak seperti bayi dan bahkan kadang turun di musim liburan.

Bukan sesuatu yang aneh sebenarnya karena mereka-mereka yang datang untuk membaca sering bukan karena mencari informasi. Tidak jarang mereka karena sekedar melakukan blogwalking atau, yah, ingin membaca saja.

Ditambah mereka juga sadar prses kerja sistem periklanan online seperti Adsense. Sebisa mungkin mereka akan menghindari untuk mengklik iklan karena tidak mau merugikan pengiklan.

Sesuatu yang baik sebenarnya karena berarti banyak orang yang tetap jujur . Sayangnya, bagi seorang pebisnis, hal itu berimbas jelek. Bisnis berfokus kepada uang dan kurangnya ketertarikan pada iklan sesuatu yang fatal untuk tujuannya.

Jadi, kalau dilihat dari sisi bisnis, kalangan blogger bukanlah kalangan yang menguntungkan untuk mendapatkan pemasukan dari iklan.

Oleh karena itu, jika targetnya uang, sebaiknya pilih topik yang lain yang bisa mengundang kalangan umum untuk datang. Mereka biasanya masuk ke blog benar-benar untuk mencari informasi dan bukan sekedar untuk bersilaturahmi atau bercanda dengan sesama blogger.

Jangan menargetkan kalangan blogger. Jelek untuk bisnis iklan di blog.

Lha, lalu kenapa Maniak Menulis diupdate setiap hari? Bukankah sia-sia saja?

 

Ya tidak juga. Blog ini dibangun bukan dengan target mendapatkan uang. Non bisnis sejauh ini prinsipnya.

Tentunya, bukan berarti pemiliknya akan menolak rezeki yang ada. Semua akan diterima dengan senang hati. Tetapi, tujuannya memang tidak untuk mengeruk uang dari iklan.

Blog ini dibangun dengan idealisme untuk menulis, tempat melontarkan pandangan, dan tentunya untuk menentang pemikiran-pemikiran sempit yang beredar di kalangan blogger itu. Prinsipnya untuk sharing apapun terkait dunia tulis menulis, salah satunya blogging.

Untuk masa depan sendiri belum diputuskan. Bukan tidak mungkin Maniak Menulis dijadikan unit bisnis penghasil laba. Namanya manusia bisa berubah, dan kebetulan saya masih manusia, jadi bisa berubah pula.

Tetapi, peluang itu tetap terbuka. Untuk itu meski belum digarap secara sungguh-sungguh, sudah disiapkan sedikit beberapa hal yang menyasar kalangan umu, peminat baca dan tulis, atau media sosial. Coba saja lihat label yang tersedia, ada banyak sekali ide disana tetapi belum terisi banyak.

Dari sanalah rencananya kalau memang suatu waktu menjadi unit bisnis, tulisan akan diarahkan. Yang pasti tidak akan menyasar kaum blogger karena jelas kurang menguntungkan. Kalangan pembaca umumlah yang akan dijadikan target.

Masalahnya, entah kapan itu akan terjadi. Kebebasan menulis yang disediakan blog ini sudah terlalu merasuk ke dalam pikiran. Rasanya sulit untuk melepaskan rasa senang dan bebas saat mengungkapkan pandangan dan pikiran disini.

Mungkin saja, Maniak Menulis akan tetap seperti sekarang tanpa pernah menjadi unit bisnis. 

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

5 comments

Kang kalau mengelola banyak blog dengan beberapa topik itu baru inspirasi namanya.

Inspirasinya darimana?

Jawab: dari kemauan untuk belajar?

Maksudnya?
jika seseorang guru, menulis topik tentang pendidikan idealnya lancar karena itulah pekerjaannya? tetapi bagaimana kalau yang bersangkutan oleh situasi mengharuskan untuk menulis tentang kuliner?

Bukankah itu butuh proses dan belajar lagi, jadi kalau ada blogger yang seperti akang (beberapa topik) itu saya sangat kagum. Kagum pada kemauan untuk belajar, mustahil bisa nulis di luar "zona nyaman" kalau tidak belajar, kecuali....hehehe.

Benar-benar usaha tidak menghianti hasil, kagum kang, semoga selalu semangat dan terus memberi inspirasi.

Balas

Sepakat kalau ini sih...terbukti blog saya yang target pembacanya non blogger justru nilai klik nya lebih tinggi. Sayapun masing-masing blog punya planning sendiri kalau memang mau sekedar menulis saya posting di blog dwisu sedang kalau yang lebih serius dikit ke blog lainnya.

Tapi menurut saya selagi ada iklan adsensenya tetap saja agak kurang bebas makanya saya coba buat blog Tayanglagi....biar bisa bebas sebebas bebasnya mau pendek mau penjang mau gambar doang terserah saya deh...Mampir ya kalau ada waktu...

Balas

@martin karakabu - karena manusia dilahirkan untuk terus belajar.. semangat juga kang..

@dwisu - hahahaha saya juga punya blog yang tanpa iklan.. biar bebas

Balas

Blog saya gado-gado isinya, ditujukan bagi pembaca umum yang siapa tahu butuh info.Namun saya tetap blogwalking. :)
Tulisan di atas menambah wawasan baru.
Salam kenal, Mas. :)

Balas

@Rohyati ... Salam kenal kembali...

Saya juga punya blog gado-gado.. banyak malah.. hahahaha

Balas