Cara Mengatasi Google Berhenti Mengindeks Sitemap (GWT)

Cara Mengatasi Google Berhenti Mengindeks Sitemap (GWT)

Cara Mengatasi Google Berhenti Mengindeks Sitemap (GWT)
Biasanya sih saya tidak terlalu peduli dengan apa yang ada di Google Webmasters Tools atau Google Search Console. Jarang-jarang saya berkunjung kesana. Tetapi, 1-2 minggu belakangan, ada sesuatu yang membuat saya rutin setiap hari berkunjung dan memandangi dashboard.

Bukan bagian Statistik Penelusuran yang menarik, tetapi bagian Sitemap atau Peta Situs yang menjadi perhatian. Hal itu terjadi karena "Google berhenti mengindeks Sitemap atau Peta Situs" pada beberapa blog yang saya kelola.


Bukan hanya "berhenti", tetapi sebenarnya bahkan grafik disana menunjukkan terjadi penurunan URL yang diindeks. Tidak banyak sih, tetapi lumayan juga. Selain banyak URL yang belum diindeks, paling tidak angka URL yang terindeks berkurang sekitar 10-15.

Kaget? TIDAK. Panik? TIDAK LAH.

Bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya pada beberapa blog yang lain, kejadian yang sama juga sudah dialami. Jadi, tidak khawatir atau tegang meskipun trafik semua blog saya hanya bersender pada "search engine" saja.

Bagi saya hal itu normal saja.

Bukan apa-apa. Saya sadar kelemahan dalam hal pengelolaan blog yang saya lakukan. Harus diakui bahwa memiliki banyak blog itu sangat berat dan merepotkan. Masalah utamanya adalah rutinitas dalam mengisi dan mengupdate setiap blog belum berjalan dengan baik.

Hasilnya, terkadang ada blog yang diisi setiap hari, 3 hari sekali, seminggu sekali, sampai yang diisi kalau ingat saja.

Konsistensinya kacau pada setiap blog. Itulah masalah utamanya.

Dugaan saja, rupanya hal itu berimbas dalam bentuk sinyal negatif kepada si Embah Google. Ia jadi malas menyuruh robotnya masuk ke "rumah". "Untuk apa harus kesana, sepi dan tidak ada yang baru! Orangnya juga malas!. Lebih baik cari yang rajinan dikit sana!", mungkin begitu perintah si Mbah pada robotnya.

Efeknya, ya itu tadi menurut statistik perambahan oleh robotnya Google, jumlah URL yang diindeks stagnan bahkan menurun. Hal ini selalu terjadi pada blog-blog saya yang kurang sering diupdate alias terbengkalai.

Langkah pemecahannya? Ya gampang saja. Berikan sinyal yang berbeda kepada Google bahwa blog itu masih hidup dan diperhatikan oleh yang punya. Caranya dengan menelorkan tulisan-tulisan baru yang diposting setiap hari selama beberapa minggu.

Selama beberapa hari pula, terkadang dalam satu hari saya posting 2-3 kali di blog tersebut.

Tidak ada langkah aneh-aneh? Tidak lah. Saya bahkan tidak minta fetch Google atau melakukan ping sana sini. Hanya terus mengupdate blognya saja yang dilakukan.

Seperti pada statistik di atas, hari ini setelah rutin update blog terbengkalai itu selama 1-2 minggu, posisi pengindeksan sepertinya mulai bergerak normal. Angkanya masih jauh dari URL yang ada, tetapi pergerakannya sudah tidak lagi menurun dan terus naik selama beberapa hari ini.

Rupanya, langkah untuk membuat stok artikel cukup membantu sehingga blog tersebut terlihat rutin terupdate.

Jadi, saran saja kepada sesama blogger. Kalau mengalami hal yang sama, alias si Mbah Google ngambek dan berhenti mengindeks blog Anda, mungkin langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah mencari tips atau trik di internet. Waktunya akan banyak terbuang.

Lebih baik, menulis saja terus dan mulai aktif setiap hari. Setelah itu rasanya pengindeksan akan kembali berjalan normal.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

6 comments

Memang sepertinya ngaruh sih pak mengenai frekuensi postingan. Bahkan blog saya yang tidak didaftarkan di search console pun cukup mudah untuk diindex karena sering update. Ada juga yang cukup lama diindex, tapi yang penting tetap muncul di serp. Hahaha. Sehat selalu.

Balas

Saya sudah lama tdk buka GSC Pak, :) tpi saya salut dng Pak Anton krn hobi liat perkembangan blog Via GSC....

kbr2nya mau pindah dinas ke luar kota Pak ? benaran tuch...?

Balas

@Hamsul Bahri

Bener Kang.. kalau saya kebanyakan sih biarkan saja yang penting tetap nulis

@Kang Nata : tidak hobi, tetapi secara berkala saya melihat data statistik dari mesin pencari (tidak tiap hari atau tiap minggu). Untuk yang ini karena selama lebih dari 2 minggu pergerakan datanya aneh, jadi menarik perhatian. Akhirnya diamati.. dan kemudian dijadikan tulisan

Balas

Om. Masalah sy juga sama spt ini. Tapi apakah bagus di mata google kalau saya melakukan postingan terjadwal saja? Jd setiap hari saya post secara otomatis artikel dari draft saya. Apakah itu bagus atau tidak dibandingkan melakukan postingan secara manual!?

Balas

@Rafi... Nggak tahu kalau soal Google sih, cuma blog MM semua sekarang pakai sistem posting terjadwal dan sepertinya sitemap ok-ok saja. Hanya memang kadang sekali dua saya mempublish posting manual saja. Tidak banyak.

Balas

Punya saya juga begitu Mas Anton tapi herannya berlaku untuk blog yang artikelnya banyak, kalau blog yg artikelnya masih 100 an kok cepat merahnya.

Balas