Belajar Dari Perjalanan Awal Darren Rowse - Problogger

Belajar Dari Perjalanan Awal Darren Rowse - Problogger

Belajar Dari Perjalanan Awal Darren Rowse - Problogger

Satu tempat, eh blog yang masih rajin saya kunjungi, setelah Juragan Cipir mati suri, adalah Problogger asuhan Darren Rowse. Beruntung lah saya memiliki sedikit kemampuan berbahasa Inggris sehingga tidak mengalami kesulitan dalam memahami apa yang disampaikannya.

Ternyata berbeda sekali dengan blogger dunia lainnya, Neil Patel. Gayanya berbeda sekali dan sudut pandangnya juga. Neil Patel lebih menekankan pada sisi internet marketingnya sementara si Darren Rowse lebih kepada sisi bloggingnya.

Hasilnya sebenarnya tidak berbeda jauh karena keduanya meraup ribuan dollar dari blog-blog mereka dengan cara yang berbeda.

Tetapi, jujur saja, saya tidak membaca dari tulisan terakhir di Problogger. Karena rupanya sudah semakin banyak penulis tamu, tulisan di Darren sendiri hanya kadang-kadang saja nongol, meski ia tetap menulis.

Saya membacanya dari halaman terakhir. Tulisan paling pertama dan kemudian berlanjut satu persatu ke yang lebih baru.

Menarik sekali karena ternyata Darren Rowse menulis pendek-pendek pada awalnya. Tidak banyak tulisan panjang dan justru terkadang hanya beberapa paragraf saja. Tidak seperti yang disarankan para blogger Indonesia yang sepanjang mungkin sehingga kadang-kadang banyak kalimat dipaksakan masuk supaya terkesan pinter.

Tidak. Blogger kelas dunia ini menulis pendek dan jarang menulis panjang ternyata.

Dari perjalanan awalnya, saya mempelajari bahwa rata-rata kecepatan manusia membaca sekitar 320 kata permenit. Rekor dunia sampai pada 1300 kata/menit.

Kenapa ini penting? Penting karena memang waktu yang diluangkan pengguna internet untuk membaca tidak banyak. Coba saja lihat rata-rata waktu ke blog, yang biasanya berkisar antara 1-2 menit saja.  Jadi, bisa dikata sebuah posting blog yang cocok dengan kecenderungan pembaca internet akan berkisar pada 300-600 kata.

Ada kecenderungan tulisan yang sangat panjang diabaikan Itu pengalaman sang Darren Rowse dan juga saya alami.

Tulisan harus padat, singkat, dan tuntas.


Itulah salah satu hal yang saya pelajari dari membaca perjalanan awal sang maestro di dunia blogging internasional. Berbeda dengan saran pra master blogger Indonesia, tetapi rasanya pas untuk saya dan karakter saya.

Entah untuk Anda?
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

9 comments

buat saya juga cocok pak, karena kemampuan menulis saya baru kisaran 200 - 500 kata aja. :(

Balas

Saya juga pak lebih suka membaca blog yang gak terlalu panjang seperti juragan cipir dan tulisan pak Anton, sebab kalau terlalu panjang makan waktu bacanya, sebab saya ngeblog dengan waktu yang terbatas di kantor.
Jujur... saya lebih suka blog yang pendek-pendek tulisannya.
sebab tulisan pak Anton yang super panjang itu sampai sekarang saya belum pernah baca. he..he.. ini jujur loh pak. :)

Balas

hhmm.. poin yang saya tangkap adalah "singkat padat dan tuntas".

nice info om. semangat buat saya. :)

Balas

Kalau saya tergantung dengan artikel dan kebutuhan pak, kalau artikel di tulisan tsb saya suka, maka saya baca hingga tuntas walau membutuhkan waktu lebih dari 2 menit.

Namun kalau artikel tsb bukan sebuah kebutuhan atau kurang saya suka, 1 menit terlalu lama membacanya. :)

Balas

Hahahaha.. bisa dimaklum.. saya juga bakalan begitu sih sebenarnya

Balas

Semangat terus om... hahahaha betul begitu memang intinya

Balas

Rata-rata saja... kebanyakan sih memang tidak suka baca yang panjang

Balas

biasanya itu dari golongn orang yang malas baca pak. :)

Balas