Apa Sih YOAST SEO Itu? Apa Gunanya?

Apa Sih YOAST SEO Itu?
Pernah mendengar pandangan bahwa blog berbasis Wordpress Self Hosted biasanya lebih SEO Friendly dibandingkan Blogspot? Kalau pernah, mungkin Anda ingin tahu alasannya?

Salah satunya adalah keberadaan yang namanya Plugin, atau tool yang bisa ditambahkan ke dalam Wordpress. Salah satu plug in yang paling sering dipakai adalah yang berkaitan dengan penerapan SEO On Page di dalam tulisan. Hal ini akan sangat membantu kalau memang hendak membuat tulisan yang menurut para pakar dicintai Google.

Nah, salah satu plugin yang sangat populer untuk urusan ini adalah YOAST SEO. Bisa dikata sangat disarankan oleh para pemakai Wordpress SH.

Kenapa?

Karena, dengan menggunakan plugin ini, si penulis bisa mendapatkan sinyal dn berbagai hal lain dari Yoast SEO, seperti

1. Apakah jumlah kata kunci yang dipakainya sudah memenuhi kriteria SEO atau belum, atau bahkan sudah berlebihan
2. Apakah jumlah kata dalam artikel sudah memenuhi kriteria SEO Friendly atau belum
3. Apakah panjang URL-nya terlalu pendek atau terlalu panjang dan sudah bagus atau belum dimata SEO
4. Apakah judulnya melebihi batas kata yang ditampilkan dalam SERP atau kependekan
5. Untuk yang berbahasa Inggris bahkan ada Flesch Reading Ease yang bisa memberi sinyal kalau bahasa yang dipakai terlalu rumit atau tidak
6. Masih ditambah dengan kemudahan membuat sitemap
7. Kemampuan mengatur breadcrumb
8. Pemasangan Sub Heading/Sub judul yang benar

dan masih banyak lagi lainnya. Semuanya berkaitan dengan pemenuhan kriteria SEO On Page.

Sinyal yang diberikan biasanya berupa warna merah kalau belum memenuhi kriteria dan hijau kalau sudah terpenuhi.

Hasil tulisannya, setidaknya akan sesuai dengan berbagai kriteria artikel yang ramah SEO. Yoast SEO akan memberikan panduan dan batasan yang sangat rinci, bahkan penjelasan yang "to the point" tentang kesalahan penerapan SEO dalam tulisan.

Apakah menjadi ramah pembaca juga adalah hal terpisah. Hal itu akan berkaitan dengan kemampuan olah kata dan cara penyampaian sang penulisnya. Dalam hal ini, sang plugin SEO terkenal ini hanya akan menuntun seorang penulis untuk meyediakan "sajian" yang akan "dicintai" mesin pencari, terutama Google.

Plugin inilah yang membuat banyak orang menyukai memakai Wordpress Self Hosted dalam hal SEO. Di Blogspot sendiri, tidak ada widget yang memiliki fungsi seperti Yoast SEO. Penulis kebanyakan harus memperhitungkan SEO berdasarkan pengetahuan dan pengalaman saja. Tidak ada alat yang bisa menjadi pemandu saat membuat tulisan.

Hasilnya? Cukup lumayan. Lumayan banyak juga tulisan saya yang masuk ke halaman pertama Google dan bahkan menduduki posisi no 1 di halaman SERP Google. Dan, karena itulah saya "memasang" YOAST SEO di semua blog yang berbasis Wordpress Self Hosted. Semuanya dipasang.

Kata memasang saya beri tanda kutip dan huruf tebal. Bukan karena menekankan pentingnya plugin ini dan keharusan memasangnya. Penekanan seperti itu diberikan karena saya tidak lagi menggunakannya.

Masih terpasang? Masih! Tetapi, benar-benar tidak dipakai sama sekali. Sejak 2-3 tahun belakangan, saya memutuskan untuk meninggalkannya dan menjadi sekedar hanya pembuat sitemap saja.

Bego memang kalau kata orang. Diberi alat bagus dan berguna malah tidak dipakai. Tetapi, ada satu hal yang justru membuat saya tidak nyaman. Kehadiran plugin ini justru membuat pikiran saya tertuju pada berapa persen kata kunci yang sudah dipakai, berapa jumlah kata yang sudah diketikkan, apakah sub heading sudah benar atau tidak, apakah URL akan terpotong atau tidak di halaman SERP, Dan, banyak hal seperti itu yang terlintas saat menulis.

Tidak nyaman. Tidak bebas. Terikat sekali dengan kriteria-kriteria SEO. Pikiran hanya tertuju agar menang di SERP.

Ogah!

Terkekang sekali. Sulit menikmati kegiatan menulis ketika semua itu berdesak-desakan di otak. Tangan hanya dipacu oleh "ambisi" dan "keinginan" menjaring pembaca saja dan menjadi spesial di mata Google.

Itulah alasan saya tidak memakainya. Bukan karena plugin Yoast SEO buruk. Justru sebaliknya. Kalau memang mau bersaing di halaman SERP, dan memakai WP Self Hosted, plugin ini adalah satu hal yang akan sangat direkomendasikan.

Itulah mengapa saya membuat tulisan ini. Saya tahu kekuatannya, tapi saya memutuskan tidak memakainya. Tetapi, saya cukup tahu banyak orang yang mungkin memerlukannya.

Jadi, silakan mencobanya sendiri. Tidak akan kecewa kok. Kecuali Anda orangnya seperti saya, yang bengal dan tidak suka sesuatu yang terlalu mengikat.

8 Responses to "Apa Sih YOAST SEO Itu? Apa Gunanya?"

  1. saya juga cuma terpasang aja, gak pernah dipake pak. hhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hadeuh... nambah lagi satu orang ndableg.. hahahahah

      Delete
  2. saya baru main di wordpress sih om. sama seperti yang om tulis, rasanya kreatifitas saya dibatasi oleh plugin itu. rasanya harus mengejar supaya tombol merah berubah menjadi hijau. kalau saya sudah tulis panjang-panjang, tetapi tombol nya masih merah saya kadang bingung mau saya apakan lagi tulisan saya itu? apakah tidak enak dibaca? dan lain-lain.

    hanya itu yang saya ketahui, mengenai fitur lainnya saya kurang paham pakainya.

    saya lebih nyaman dengan tidak mengikuti kaidah yoast seo karena "google love human".

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya.. ketika tombol tetap merah, sudah ga bingung.. ya saya terbitkan saja... hahaha akhirnya, lama kelamaan ya ga usah dipake...

      Delete
  3. Memang pernah dengar ada yang bilang wordpress lebih seo daripada blogspot, tapi sekedar dengar, benar tidaknya saya tidak peduli.

    Kenyataannya, saya masih bertahan di blogspot. Alasan utamanya, saya masih senang berada di zona nyaman blogspot. Kalo pindah ke wordpress akan ada beberapa hal baru yang dipikirkan sebagai konsekuensi dari perubahan.

    Bahkan setelah membaca seo yoast yang juga sering saya dengar namanya, saya tetap belum tertarik. Malahan kesannya malah jadi sok diatur setelah baca artikel tentang plugin ini.

    Untuk saat ini, saya cukup jadi penikmat blogspot saja.

    ReplyDelete
  4. di worpress saya juga pasang Pak Anton untuk blog yang lain. pertama kali pakaingikutin terus gimana caranya supaya gak merah dan jadi ijo. tapi lama-kelamaan repot juga kalau ngikutin terus jadi lambat nulisnya dan banyak mikir.

    lama-lama jadi males pake dan kalaupun merah yoast-nya "Bodo Amat..!!!!"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan.. nambah lagi satu orang "bodo". Dikasih alat bagus malah disia-siakan... Ternyata saya punya temen..:-D

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel