[HIKSS] Blog Jelek dan Paling Jelek Itu Ternyata Saya Yang Punya

[HIKSS] Blog Jelek dan Paling Jelek Itu Ternyata Saya Yang Punya

Hiks. Capek rasanya mengelap airmata yang turun tak mau berhenti sejak membaca sebuah tulisan. Pedih, perih, rasanya hati ini (lebay mode on :-D). Ternyata, saya punya banyak sekali blog jelek dan paling jelek di dunia.

Nasib. Setelah 4 tahun ngeblog, ternyata yang bisa saya hasilkan hanyalah sesuatu yang jelek dan bahkan terjelek saja.

Yah, paling tidak begitulah kesimpulannya kalau merujuk pada sebuah artikel di tulisan seorang blogger terkenal asal Indonesia, yang pernah dijuluki nabinya para blogger oleh seorang rekan blogger, mas Sugeng.

Pada artikelnya, yang bisa dicari dengan cara memasukkan kata "blog paling jelek" di kotak pencarian Google itu (pasti nongol paling atas), ada 8 buah kriteria yang diberikan untuk sebuah blog dikategorikan jelek atau paling jelek.

Dan, hikksss (Maaf belum bisa berhenti berurai arimata), semua atau sebagian blog yang saya kelola setidaknya jelas masuk 2 kriteria ini.

Blog Jelek

Blog Jelek dan Paling Jelek Itu Ternyata Saya Yang Punya
Blog gado-gado itu jelek tahu! Dan, saya punya beberapa.

Bahkan, Maniak Menulis sendiri sebenarnya agakgado-gado dan bukan niche blog. Jadi, kalau menurut yang satu ini sudah pasti jelek! Bahkan, Blog Lovely Bogor sendiri sebenarnya gado-gado juga, dan berarti jelek juga.

Hiks. Gimana nggak sedih euy.

2. Blog Paling Jelek

Blog Jelek dan Paling Jelek Itu Ternyata Saya Yang Punya

Tanpa kolom komentar, sebuah blog patut masuk dalam kategori blog paling jelek! Titik. Tidak ada koma.

Dan, saya punya beberapa yang kolom komentarnya yang dinonaktifkan karena banyak sekali spammer. Dengan keterbatasan waktu, rasanya sulit bagi saya memoderasi satu persatu dengan begitu banyaknya komentar yang nggak nyambung dan bersifat spammer.

Cuma, ya berarti harus rela dijuluki blog paling jelek.

Hiks.

Dan, saya iklas kok menerima gelar sebagai pemilik blog jelek dan paling jelek. Soalnya, sebagian besar gado-gado dan sisanya tanpa kolom komentar. Jadi, yah kenyataannya begitu.

Tersinggung? Tidak la yauw.

Bahkan mau disebut blog sampah dengan artikel sampah sekalipun, saya terima. Dengan senang hati malah.

Senang, karena ternyata beberapa blog jelek dengan artikel sampahnya sudah bisa membantu beberapa orang untuk sampai ke tempat tujuannya saat berwisata ke kota dimana saya tinggal, Bogor. Juga, sudah membantu sedikit pelajar yang mencari arti sebuah peribahasa.

Tidak banyak. Maklum, saya cuma blogger newbie dan akan selalu newbie. Belum sekelas master atau mastah.

Tetapi, setidaknya, blog-blog itu sudah menjadikan saya merasa bermanfaat bagi beberapa gelintir manusia.

Bukankah itu yang terpenting dari ngeblog itu?

Kalau begitu, izinkan saya memproklamirkan diri lewat tulisan ini bahwa saya adalah blogger sampah nan jelek , pemilik blog jelek dan paling jelek di dunia.

Setidaknya saya sama dengan Seth Godin, seorang penulis buku, pebisnis, konsultan, dan blogger terkenal asal Amerika Serikat yang juga tidak punya kolom komentar di blognya. Juga, tidak berbeda dengan Eric Kim dan Bruce Gilden, fotografer terkenal dunia, yang kolom komentar di blognya entah diletakkan dimana, soalnya saya tidak bisa menemukan juga. Bisa dikata tidak berbeda (cuma beda dalam hal nasib) dengan Linda IKeji yang blognya campur aduk macam-macam ala gado-gado.

Dan, saya bangga dengan hal itu.  Mungkin saya menangis bukan karena pedih dan perih hatinya, tetapi mungkin karena terlalu bangga dengan berbagai kejelekan yang ada di semua blog saya.

Ada masalah dengan hal itu?

13 Responses to "[HIKSS] Blog Jelek dan Paling Jelek Itu Ternyata Saya Yang Punya"

  1. Hahahaha. Alhamdulillah yah, blog saya juga gado2 dan jarang di update. Setidaknya ternyata masuk ke salah satu kategori, meskipun dianggap jelek.hihihi.

    Gak apa-apa. Meskipun juga berharap tulisan saya tidak menyesatkan. Kualitas saya pun saaaaangat jauh dari yang namanya bagus.

    Tapi, dengan mengatakan bahwa sesuatu itu jelek, saya rasa malah membatasi blogger lain untuk berkreasi. Karena saya yakin, ada banyak yang nyaman dengan blog gado2. dan bahkan terpelihara dengan baik. Sukses malah seperti Linda Ikeji seperti yang dicontohkan, meskipun beda nasib.

    Saya akhirnya baca tulisan tersebut di blog mas sugeng. Saya maklumi karena ia sendiri seolah mengatakan bahwa itu sebatas pandangannya pribadi yang sifatnya relatif. Antara yang satu dan pandangan yang lain bisa berbeda.

    Cuman tetap saja sedikit menohok dengan mengatakan seperti apa blog yang jelek itu. Atau sayanya yang mungkin terlalu baperan.

    Apalagi belum ada juga yang pernah komentar di blog saya. Jadi bukan lagi jelek, tapi masuk kategori gagal kayaknya.

    Anyway. Salam kenal balik Pak Anto dan terima kasih atas tulisan2nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha.. yah namanya kan blogger, jadi memang harus dipandang sebagai pendapat pribadi.

      Cuma, entahlah, saya pikir dengan memberikan kriteria jelek dan bagus itu, seperti ada usaha pemisahan dan indoktrinasi bahwa yang bagus harus begini dan yang jelek harus begitu..

      Saya lebih senang membaca kalau blogger juga mau menghargai dan melihat dari berbagai sudut pandang sebelum menulis seperti itu

      Delete
    2. O ya yang jelek dilarang baperan yah

      Delete
    3. Sudut pandang yang menarik Pak Anton.

      Saya juga masih harus banyak belajar. Sejelek apapun, saya kira itu bagian dari proses pembelajaran dan perjalanan. Di Maniak Menulis ini, ada banyak kritik yang juga membuka pikiran saya. Melihat sebuah persoalan dari sudut pandang yang baru.

      Dan memang sudah seharusnya ada sebagai pembanding dari apa yang sudah duluan beredar di pasaran.

      Delete
    4. Sama mas... saya juga masih belajar...

      Bukankah memang seharusnya begitu kalau menjadi blogger, mencoba selalu melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda? Karena blogger itu kan hanya manusia yang penuh dengan kesalahan.. Berpendapat sih OK-OK saja, tetapi memvonis kerap kali malah menyempitkan sudut pandang kita sendiri dan mendirikan kita pada posisi yang paling benar..

      Itu sih pendapat saya yah

      Delete
    5. Hmm menarik juga ya Pak.

      Saya bisa menangkap maksud si penulis blog dan ulasan yang bapak berikan. Saya rasa si penulis blog hanya ingin memberikan gambaran, walaupun cara menyampaikannya mungkin harus terus belajar lagi (dan lagi) seperti kita-kita ini hehe.

      Delete
    6. Iyah.. saya juga maklum kok. Toh itu adalah pandangan pribadi dan harus dihargai.

      Hanya berarti lahir kelas eksklusif di dunia blogging dan dimana para master bisa memberikan batasan jelek dan bagus. Padahal seharusnya tidak demikian

      Delete
  2. Wah ternyata blog saya Nangkring Mania masuk kategori blog jelek Pak, sesuai dengan kreteria 1, membahas gado-gado. Hahaha... tapi tetap semangat seperti Pak Anton, karena menulis adalah ekspresi dan cara untuk berkomunikasi. Dibawa santai saja, yang penting hasrat menulis terpenuhi. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat Riyan.. abaikan apa kata orang.. selama Riyan menyukainya, enjoy saja...

      Jalani dan tekuni saja.. serta nikmati..

      Delete
  3. blog saya juga dong,... karena blog saya agak gado-gado. walaupun topik wisata tapi suka campur curhat. abis mau "bijimana" lagi. enak nya kayak gitu kalau saya nulis.

    mau di bilang jelek "bodo amat"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blog Mas jelek.. jelas itu.. tidak bisa dibantah..

      #edisinyaritemenyangpunyablogjelek

      Delete
  4. Hanya orang yg bisa menilai tentang blog kita,menurut saya blognya mas anto sangat bagus dan enak dibaca,punya saya bukan jelek,tapi ancur,,tapi saya bangga dengan blog sendiri,,meskipun tidak ada manfaat untuk orang laen.wong yang baca aja bisa diitung dengan jari..😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas.. jadi cuek saja kalau ada yang bilang jelek juga.. hahahaha.. Mungkin saja ada yang menganggap blog kita bermanfaat...

      Lakukan saja setulus hati dan sebaik-baiknya yang bisa kita kerjakan, setelah itu biarkan orang lain yang menilai..

      #Hikssefekmerasajelek

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel