Blog Bule : Yang Menulis Dan Membaca Belum Tentu Orang Bule

Blog Bule : Yang Menulis Dan Membaca Belum Tentu Orang Bule

Blog BULE, istilah yang kerap dipergunakan para blogger Indonesia, terutama para pemburu recehan Adsense untuk menyebut sebuah blog yang ditulis dalam bahasa Inggris. Entah kenapa dan kapan istilah ini dilahirkan dan menjadi populer digunakan.

Sebuah istilah yang sebenarnya tidak tepat sama sekali dan besar sekali kemungkinan lahir karena kurangnya pengetahuan geografis, kebangsaan, budaya dan sekaligus juga seperti mencerminkan rasa minder dari pemakainya.

Kurang ajar sekali yah menyebut pencetus istilah ini sebagai kurang pengetahuan, tetapi kenyataannya memang demikian adanya. Siapapun pencetus dan pemakainya seperti tidak paham tentang beberapa hal di bawah ini.

Apa Itu Bule?


Bule, kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kata yang dipakai untuk orang berkulit putih dan berambut pirang. Semuanya merujuk pada ras Kaukasian yang biasanya berasal dari Eropa atau Amerika Serikat.

Kata bule sendiri di Indonesia berasal dari masa kolonial yang berarti "boulevard" atau jalan besar di sebuah kota.

"Boulevard" di masa kolonial sendiri dipergunakan orang-orang kulit putih yang ada di Hindia Belanda untuk membedakan dirinya dari kalangan pribumi. Ada unsur diskriminasi di dalamnya mengingat strata sosial di masa kolonial kaum kulit putih dianggap lebih tinggi daripada kaum kulit berwarna. Orang pribumi berada pada kasta paling rendah bahkan dibandingkan kaum kulit berwarna lainnya.

Bule Tidak Selamanya Bisa Berbahasa Inggris

Memangnya semua orang "bule" atau berkulit putih dan berambut pirang pasti fasih berbahasa Inggris? Kalau Anda menjawab pasti, silakan tabok pipi sendiri sekeras mungkin. Berarti Anda perlu belajar lebih banyak mengenai geografi dan budaya.

Tidak semua orang "bule" bisa berbahasa Inggris. Coba saja ajak orang Rusia dan Jerman berbahasa Inggris, belum tentu mereka akan mengerti.

Apalagi kalau Anda coba mengajak orang bule Perancis berbicara dalam bahasa Inggris, belum tentu mereka mau menjawab. Persaingan Inggris dan Perancis sejak lama kerap menjadi hambatan budaya dimana banyak orang Perancis tidak mau berbicara dalam bahasa Inggris.

Belum lagi masyarakat berkulit putih dan berambut pirang di Swiss, Belanda, Spanyol, Swedia, Finlandia, Denmark. Tidak semua orang bule itu bisa berbahasa Inggris. Mereka memiliki bahasanya masing-masing.

Yang Bisa Berbahasa Inggris Belum Tentu Bule

Berapa banyak orang yang bisa berbahasa Inggris di dunia? Yah, kalau menurut statistik, paling tidak ada 1,4 milyar orang di seluruh dunia menggunakan bahasa ini, baik sebagai bahasa ibu atau bahasa kedua. (Kalau tidak mengerti arti istilah "bahasa ibu", yah, silakan cari lewat google saja deh)

Dan, apakah semuanya bule?

Lagi-lagi, kalau Anda menjawab YA, silakan minta tetangga memukul pipi Anda sekeras mungkin. Bentuk hukuman karena tidak memperhatikan pelajaran di sekolah dengan baik.

Di Malaysia dan Singapura, bahasa Inggris adalah bahasa utama penduduknya. Tidak disebut bahasa nasional karena keduanya memiliki bahasa lain, seperti Melayu atau Cina. Mayoritas penduduk kedua negara ini mampu berbahasa Inggris karena sistem pendidikan mereka mendapatkan banyak pengaruh dari Inggris. Ingat keduanya merupakan bagian dari Persemakmuran Inggris Raya (Commonwealth).

Apakah penduduk kedua negara itu "bule"? Bisa dikata orang berambut pirang dan berkulit putih termasuk dalam minoritas di kedua negara itu.

Di Amerika Serikat, Australua, dan bahkan Inggris sendiri, yang mempergunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya, tidak semua penduduknya bule. Banyak dari mereka yang berasal dari ras lain, seperti Cina, Indonesia, Korea, dan masih banyak lagi lainnya. Multi ras.

Tidak bule.

Belum ditambah fakta bahwa persebaran ras di dunia yang semakin campur aduk. Secara ras termasuk Cina, tetapi tinggal di Amerika Serikat. Orang Jawa tetapi tinggal di Inggris. Orang padang tinggal di Australia. Dan, kebanyakan dari mereka mahir berbahasa Inggris karena dituntut lingkungan.

Semua menunjukkan satu fakta bahwa istilah blog bule untuk blog yang ditulis dalam bahasa Inggris itu sama sekali tidak tepat. Jauh sekali dari fakta-fakta yang ada di dunia.

Herannya, istilah ini begitu saja ditelan tanpa dicerna oleh para blogger yang notabene seharusnya berpendidikan dan paham tentang hal ini.

Kenapa tidak sebutkan saja blog berbahasa Inggris atau blog bahasa Inggris. Selesai dan mewakili fakta sebenarnya.

Atau bisa jadi, supaya yang memakai istilah ini terlihat keren karena sudah bisa menjadi "orang bule". Kalau begini sih, ya susah. Rupanya rasa minder akibat pemisahan ras di masa kolonial terlalu membekas sehingga bahkan setelah puluhan tahun merdeka saja masih merasa bahwa menjadi orang bule itu keren dan lebih hebat.

Padahal, orang berkulit putih dan berambut pirang yang bodoh ya banyak juga. Yang pintar ya banyak juga. Namanya juga manusia.

Lalu, kenapa harus merasa diri lebih keren karena sudah bisa sekedar menulis dalam bahasa Inggris?  Biasa aja kali. Sudah banyak orang Indonesia yang bisa melakukannya dengan baik dan tanpa memnggunakan Google Translate.

Lagi pula, belum tentu juga yang membaca orang bule beneran dan belum pasti menghasilkan recehan bule juga. Bisa juga yang baca orang sipit berkulit kuning atau berkulit sawo matang. Kenapa harus merasa keren dan hebat?

Hadeuh.. saya jadi ikut-ikutan kebanyakan memakai istilah bule.

13 Responses to "Blog Bule : Yang Menulis Dan Membaca Belum Tentu Orang Bule"

  1. Hmm, setahu saya Bule adalah istri Pa'le,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul... cuma biasanya bule berbahasa Jawa bukan berbahasa Inggris..:-D

      Delete
  2. Menulisnya dapet inspirasi dari forum IAPD ya pak?
    jadi enaknya sebut apa nih kalau bukan Bule.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blog Berbahasa Inggris... Sesederhana itu saja Mas..

      Inspirasi.. bukan cuma IAPD karena di berbagai forum lainnya, istilah itu juga dipake..:-D

      Delete
  3. Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia " Bule " adalah kata yang dipakai untuk orang berkulit putih dan berambut pirang. Berarti saya masuk kedalam Golongan Bule dong..... :) hahahayy.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makannya masih singkong dilarang ngaku bule..:-D

      Delete
    2. Maaf saya tidak makan singkong dan tak kenal singkong, kalau ubi kayu iya....malahan setiap hari...hahahahah. :)

      Delete
  4. Hahaha... namanya juga ikut-ikutan. Dan yang di ikuti orang gak mau ribet ya jadi beginilah akhirnya.


    Mungkin bakal ada beberapa orang yang belum menerima kata blog bule itu salah karena memang orang-orang tersebut sejak dulu kenalnya begitu.

    Biasanya kebiasaan seperti itu akan sulit sekali di ubah.

    Alangkah baiknya bagi yang sudah mengerti dan paham harus mulai menerapkan pada dirinya masing-masing.

    Semakin banyak orang menggunakan yang benar maka akan semakin banyak yang mengikuti.

    (Menurut saya sih pak hehe 🙄)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih.. bener beut dah.. merubah kebiasaan dan paradigma itu memang susah banget

      Delete
  5. Blog bule, sebenarnya ini santer-santernya saat GA hanya bisa diterapkan pada artikel bahasa ingris. Dulu para blogger mengikuti trend tersebut. Ya demi dolar. Tapi kini GA sudah melunak, artikel bahasa idonesia bisa diterima.
    Semua tergantung keahliannya, jika memang pintar bahasa ingris, buatlah blog bahasa ingris biar lebih pintar lagi dan blognya lebih bisa tersohor.
    Jika tidak bisa, bahasa indonesia juga bagus kok. Kan sekarang sudah ada widget translate, sehingaa memudahkan pengunjung dari segi ras bahasa mana saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih menjadi impian banyak orang Bang... katanya recehan bule lebih besar nilainya daripada recehan orang pribumi

      Delete
  6. Iya, semua fakta yg disebutkan di atas bnar. Semua negara punya bhs masing2. Baru tahu inggris dan prancis bersaing ketat, smpe gak mau gunain bhs inggris

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cerita panjang om... namanya juga manusia kadang kebawa-bawa warisan dari nenek moyang..:-D

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel