Ternyata Banyak Orang Yang Masih Gagap Teknologi

Ternyata Banyak Orang Yang Masih Gagap Teknologi

Ternyata Banyak Orang Yang Masih Gagap Teknologi

Gaptek. Gagap Teknologi. Itu istilah anak masa kini bagi orang-orang yang tidak bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dalam kehidupan. Dan, ternyata jumlahnya jauh lebih banyak dari yang pernah diduga.

Hal itu terlihat sekali pada "kelas blog" yang diadakan di lingkungan dimana saya tinggal, Cluster Taman Bunga, Bukit Cimanggu City, Bogor. Hari Minggu, 4 Maret 2018 yang lalu adalah untuk kedua kalinya, saya mengajarkan bagaimana cara membuat dan menulis di blog.

Sama seperti pada minggu sebelumnya, hari pertama, masalah gagap teknologi sudah terlihat pada sebagian besar peserta.

Bukan karena mereka tidak memiliki perangkatnya. Sebagian besar dari peserta Kelas Blog itu memiliki gadget atau perangkat lain yang cukup modern. Bahkan, ada yang memiliki jenis gadget terbaru dan berharga lebuh mahal daripada notebook dan pablet (phone tablet) yang saya bawa.

Yang menunjukkan kegagapan mereka dalam menerima teknologi terlihat dari ketidakmampuan untuk mengoperasikannya. Bahkan, dalam beberapa hal kecil yang bisa dikata merupakan hal umum, mereka tidak bisa melakukannya. Contohnya adalah tentang bagaimana ada peserta yang bahkan tidak bisa melakukan login untuk masuk ke akun Google mereka. Ada juga yang bahkan tidak tahu cara bagaimana memperbarui password di saat mereka lupa.

Pada sesi kedua kemarin, salah satu hal yang menunjukkan bahwa mereka masih belum bisa memaksimalkan penggunaan teknologi di tangan mereka adalah dalam hal memperkecil foto atau image. Bahkan, sebagian besar banyak yang tidak tahu bahwa kalau mereka mengirimkan foto lewat aplikasi Whatsapp, hal itu akan memakan kuota internet.

Masih banyak hal lucu lainnya yang terjadi. Sesuatu hal yang mengherankan mengingat mayoritas dari mereka bukanlah anak kecil, dan sudah tua. Juga, gadget bukanlah barang baru bagi mereka karena jelas sudah berulangkali mereka mengganti perangkat mereka. Terlebih, kebanyakan dari para peserta adalah orang mapan yang bekerja di kantor dan juga terbiasa dengan yang namanya teknologi.

Tetapi, ternyata hal itu tidak berarti mereka memahami. Rupanya meskipun kerap menggunakan peralatan yang memanfaatkan teknologi, banyak yang tidak bisa memanfaatkannya secara maksimal.

Yang bisa mereka lakukan hanyalah menggunakan aplikasi-aplikasi ringan yang umum, seperti aplikasi chatting saja.

Ternyata gadget yang dimiliki, berapapun mahal harganya, tidak selalu identik dengan gagap teknologi atau tidak. Pengalaman kecil dalam Kelas Blog menunjukkan terkadang gadget itu dibeli bukan demi fungsinya sebagai penunjang kehidupan manusia. Banyak yang menganggapnya adalah sebuah benda yang bisa membuatnya tampak keren dan menaikkan status.

Bisa jadi, sebenarnya ada lebih banyak sekali orang yang gaptek di dunia ini daripada yang pernah kita kira.

Dan, saya bersyukur. Meskipun berbagai gadget yang saya miliki harganya hanya rata-rata saja, dan bahkan murah, hal itu tidak berarti saya gagap teknologi. Buktinya, ya saya bisa menjadi pengajar di kelas blog itu dan memberitahu cara-cara sederhana untuk memaksimalkan penggunaan gadget pada mereka yang mampu membeli yang lebih mahal.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

6 comments

Dimana foto2nya pak utk pelajaran tahap ke2 ini ?

Balas

Lha ya saya yang ngajar, gimana bisa ngambil foto. Rejeki kalau ada yang motret, kalau tidak ya tanpa foto.

O ya.. maaf beberapa komentar kang Nata di Lovely Bogor tidak sengaja terhapus sebelum diterbitkan dan dijawab. Saya sedang beberes di blog itu dan tidak sengaja menekan tombol hapus komentar yang pending.. jadilah semua komentar yang belum diapprove terhapus.

Maaf ya Kang

Balas

Sebelum atau sesudah belajar kan bisa foto-foto, Pak. Hehehe...

Balas

pada intinya punya hape hanya untuk gaya. hape mahal hanya untuk sms dan photo ria. sesekali buar media sosial. Selebihnya tidak tahulah.

Balas

Lha sebelum belajar motret apa.. sesudah belajar, langsung pada pulang.. wakakakaka alasan.. padahal karena memang lagi males motret mbak

Balas

Nah itu dia maksud saya...

Balas