Pengalaman Menerima Content Placement - Jangan Jual Murah Blogmu

Baru saja beberapa hari yang lalu saya menolak menerima content placement di blog Lovely Bogor, hari ini akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran untuk menempatkan satu artikel demi "uang".

Kehilangan idealisme? Hem, boleh disebut demikian, tetapi tawarannya memang sangat lumayan besar dibandingkan yang sebelumnya.

Memang dalam satu minggu terakhir, paling tidak ada 3 orang yang menghubungi saya via Whatsapp dan bahkan menelpon untuk menanyakan peluang menempatkan artikel di blog Lovely Bogor. Satu ditolak dan dalam minggu yang sama, 3 yang lain datang.

Sebutlah si A, B, dan C sebagai orang yang mengaku agennya.

Si A dan si B mengirimkan artikel dua hari yang lalu yang bertema tentang hal-hal kecil yang perlu dibawa saat naik kereta api. Keduanya menawarkan sebesar Rp. 200.000 untuk penempatan artikel tersebut.

Angka yang nilainya sama dengan menyewa 1 domain TLD di Google + uang kopi.

Agak ragu saya menerimanya karena nilai sebesar itu, walau lumayan, tidaklah terlalu menarik menggugah selera. Tetapi, akhirnya saya mempertimbangkan juga. Dan, akhirnya memilih si B karena dia yang sudah terlebih dahulu mengirimkan artikel yang akan diterbitkan.

Hanya, beberapa saat sebelum saya membalas pesan WA dari si B, saya menerima telpon dari seseorang, si C yang menanyakan peluang yang sama. Kebetulan, karena saya sedang dalam perjalanan, saya memintanya menunggu.Saya juga memintanya untuk mengirimkan artikel yang akan diterbitkan. Lumayan jugalah kalau 2 artikel, yang berarti 2 X 200 ribu.

Sesampai di rumah, saya membuka email yang dikirim si C dan ternyata isinya sama dengan yang dikirim si A dan si B. Rupanya sumbernya sama dari ketiga agen itu.

Bedanya adalah si C meminta saya  mengisi invoice kalau setuju untuk menerima content placement-nya. Dan, nilainya membuat saya kaget.

Pengalaman Menerima Content Placement - Jangan Jual Murah Blogmu

Bisa lihat nilainya kan? Rp. 1.000.000.- yang artinya 5 kali tawaran yang diberikan si B. Itu pun harga si C yang memberikan dan saya tidak mengajukan tawaran harga apapun. Hanya menerima saja (iya lah, sulit ditolak untuk sekedar memasang satu artikel saja).

Kaget Ada.

Kesal juga ada,

Sebegitu besarkah keuntungan yang diambil oleh para agen iklan untuk content placement. Bagaimana bisa tawaran yang diberikan kepada saya hanya 1/5 dari nilai yang ditawarkan si C untuk artikel yang sama.

Akhirnya, saya memutuskan untuk menghubungi si B dan si C.

Pada si B, saya katakan, saya mendapat tawaran yang sama sebesar 1 juta rupiah dan kalau ia berkeberatan menaikkan tawarannya, ya tidak masalah untuk saya. Pada si C, saya sampaikan bahwa artikel sudah dipublish.

Si C segera memberi respon dan mengatakan "penempatan artikel" sudah benar dan minta agar invoice segera diisi dan dikirim kembali agar pembayaran bisa diproses.

Masih ada keraguan juga, apakah benar akan dibayar? Tapi, setelah dipikir ulang, ya tidak masalah kalau memang dia menipu, hanya perlu delete saja artikelnya dan selesai. Segera invoice yang sudah diisi dikirimkan via gmail dan WA kepada ybs.

Ahh.. rasanya butuh waktu 1-2 hari, apalagi hari ini Sabtu dan banyak yang libur. Paling Senin. Ternyata tidak kawan.

Beberapa menit berselang, WA kembali memberi notififikasi. Dan, isinya berupa bukti transfer uang ke rekening istri, yang selalu saya pakai saat menerima uang.



Uppss.. Langsung buka akun internet banking dan ternyata uang sudah masuk ke rekening.

Jadi, sah harga satu content placement di Lovely Bogor adalah 1 juta rupiah.

Dari sini saya berpikir kalau sebenarnya harga content placement itu lumayan tinggi dari pengiklannya. Hanya saja karena harus melewati beberapa "tangan" maka nilainya menyusut karena dipotong keuntungan si agen.

Kalau saja saya terburu-buru menerima si A dan si B, maka bisa jadi saya hanya mendapat 200 ribu rupiah saja. Tetapi, karena saya agak lama mempertimbangkan, maka ada yang lain dengan tawaran yang lebih tinggi.

Jadi, sebenarnya harganya tidak murah dan lumayan mahal bagi sebuah content placement.

Oleh karena itu, saya mungkin hendak berkata kepada sesama blogger, kalaupun memang ingin mendapatkan penghasilan dari content placement, jangan ragu untuk bernegosiasi dengan agen. Setelah kejadian ini rasanya harga yang ditawarkan terlalu rendah.

Lebih baik bersabar dan berspekulasi sedikit menunggu yang lain datang dengan tawaran yang lebih tinggi. Atau, bisa juga lakukan negosiasi sehingga harga yang didapat lebih tinggi dari yang ditawarkan. Bagaimanapun, hak itu ada di tangan kita.

Jadi, jangan jual murah blogmu ya Kawan? Bersabar sejenak dan usahakan mendapatkan harga yang lebih baik. Selain membantu diri sendiri, juga membantu sesama blogger karena dengan begitu perlahan harga pasaran untuk content placement akan bergerak naik. Kalau terlalu sering jual murah, hasilnya, harga pasaran akan menurun.

Itu berlaku di bisnis apapun.

11 Responses to "Pengalaman Menerima Content Placement - Jangan Jual Murah Blogmu"

  1. Hahahah....akhirnya ...... :)

    Selamat yach Pak, Selamat Belanja Bu..! :)

    Klu saya jadi Bos LB, saya akan Jual Mahal Pak jika ada yg ingin Promosi, sebab DA PA dll blog sudah tinggi dan Membangun Blog LB sudah mengucurkan keringat dan Tenaga.

    Namun untuk blog yg dibawah kelas LB, jual mahal itu artinya Tindakan Bodoh.

    Klu Teman2 tdk Percaya Silakan buktikan....

    KP-nya. Bikin ngiler Pak, Kalah rekor saya yg pernah dpt 750.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daripada jual murah, kenapa nda dibuat dulu PA dan DA supaya tinggi...

      Delete
    2. Hahahah...lebih enak Ngojay di Mabes ETabu Pak, dari pada naikin PA DA, Soalnya berat dan butuh kesabaran.... :)

      Delete
  2. Content Placement kayanya lebih mudah dari pada artikel review. Pernah dapat tawaran review, sempat konsul sama Kang Nata juga. Tapi ujung2nya, saya tolak. Alasan utamanya sebenarnya simple aja. Saya malas nulis review produk yg belum pernah saya pakai. =D

    Kalo content placement, kan tinggal menimbang harga cocok atau enggak. Publish mah tinggal tekan satu tombol doang.

    Hmmm,,, sepertinya saya masih menikmati perjalanan blogging saya yg begini-begini aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pikir juga begitu Nisa.. Tidak akan nyaman menulis review untuk sesuatu yang kita sendiri tidak pakai. Dan, bagi saya sendiri, CP memang lebih cocok.

      Saya tidak mengejar dan tidak memaksa. Tapi kalau ada yang mau, ya kenapa tidak.

      Blogging saya juga cuma begini begini saja.. tidak bedalah..

      Delete
  3. Kalau saya berapapun saya terima mas maklum lah blog saya nggak sekeren lovely bogor, kalau saya jual mahal bisa bisa saya nggak dapat job. Namanya juga butuh mas seberapun saya syukuri meski cuma dpt 50-250 ribu tapi lumyan mas sudah terkumpul lebih dari 2 juta. Mungkin perlu juga jual mahal jika peringkat blognya sudah bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya mah mikir bukan karena sudah keren.. cuma karena yang punya blog itu belum terlalu fokus pada mencari duit jadi seenaknya saja..

      Cuma saya mikir kalau soal content placement, seharusnya ada ruang buat negosiasi harga. Rupanya pengalaman kali ini menunjukkan bahwa ada margin/profit yang diambil para agen dan kadang kegedean. Jadi rasanya blogger kudu juga mau sedikit pasang harga supaya jatahnya juga lebih besar daripada si agen

      Delete
    2. Setuju kata mas Dwi, walau murah klu dikumpulkan jumlahnya akan menjadi besar juga.

      Delete
    3. Yang besar kalau dikumpulkan bahkan bisa lebih banyak juga.. :-D Coba saja kalau tidak percaya

      Delete
  4. asik.... bisa belanja...

    saya pernah dapat kiriman email, untuk job review mengenai rumah. Tapi gak berlanjut, gak tau kenapa saya kurang sreg.

    Kalau di tawari job review makan-makan atau wisata sih mau aja. Saya mau jual mahal juga ah. kalau ada yang kasih job.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah kalau nggak sreg mah jangan dijalani mas.. Saya sendiri kebetulan saja nyoba dan lumayan hasilnya.

      Kalau soal review.. kayaknya belum pengen

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel