Bagian Blog Desa Cilembu Ini Memukau Saya

Bagian Blog Desa Cilembu Ini Memukau Saya

Bagian Blog Desa Cilembu Ini Memukau Saya

Kata Cilembu, dulu, selalu mengingatkan saya pada ubi yang banyak dijual di kawasan Puncak Bogor. Penjualnya banyak berjejer di pinggir jalan di kawasan wisata terkenal di Kota Hujan itu. Entah sekarang setelah dilakukan pembersihan disana.

Ubinya manis. Walaupun agak lengket. Enaknya kalau di-oven. Madunya jadi keluar dan manisnya bikin giung kalau makan terlalu banyak dan bisa jadi kentut akan lebih sering.

Itu dulu.

Sekarang, sejak menjadi blogger, kalau kata Cilembu nongol, bukan cuma si ubi saja yang tampil. Ada satu lagi yang langsung terbayang di benak. Yang satunya ini bukan berbentuk makanan, tetapi berkaitan dengan profesi (ceile, profesi ni yee) saya saat ini, yaitu sebagai blogger.

Apa yang muncul di benak saya adalah sebuah blog bernama DESA CILEMBU yang dikelola oleh Mang Lembu. Entah kenapa nama Lembu-nya tetap dibawa sebagai nama si pengelola. Kata ini membuat saya merasa berada di peternakan.

Kok bisa sampai teringat seperti itu?

Yah. Mau tidak mau. Blognya sendiri sederhana dan merupakan spesies blog gado-gado alias umum, isinya macam-macam. Mulai dari pengalaman, pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya. Tidak beda banyak dengan berbagai macam blog umum yang pernah saya baca,

Hanya saja, blog ini menjadi spesial dan membuat saya selalu teringat adalah karena ada satu bagian yang memukau.

Bagian itu adalah bagian footernya. Terutama yang berada di pojok sebelah kiri layar. Isinya hanya label atau kategori dari berbagai tulisan yang ada. Ditambah dengan JUMLAH ARTIKEL per-label. Dan, ini yang membuat saya terkagum-kagum.

Hebat sekali memang Mang Lembu. Bagian pojoknya saja sudah membuat orang ternganga. Tetapi, harus bagaimana lagi. Saya kagum dalam hal ini.

Kalkulator di kantor menunjukkan secara total jumlah artikel yang terbit hingga tulisan ini turun sebanyak 5,665 buah "saja". Kata saja diberi tanda kutip karena setelah tiga tahun ngeblog, saya belum mencapai jumlah itu. Satu-satunya blog saya yang paling mendekati adalah Lovely Bogor dengan 1013 artikel, alias kurang dari seperlimanya. Bahkan kalau dijumlah semua blog yang saya punya, jumlah artikelnya pun belum mencapai angka segitu.

Jumlah tersebut kalau dihubungkan dengan menu "arsip" yang ada di bagian tengah footernya dibuat sejak tahun 2009, alias 9 tahun yang lalu. Jadi, kalau dikalkulasi ada sekitar 700 artikel lebih setiap tahunnya atau 2 buah perhari.

Terlihat kecil, tetapi buat saya itu adalah sebuah cermin konsistensi dalam jangka waktu yang panjang. Jarang yang bisa melakukannya seperti itu. Bahkan si Darren Rowse pemilik Problogger saka kerap menerima penulis tamu untuk mencapai 8000 artikel dan dalam waktu yang lebih panjang.

Yang lebih membuat kagum adalah gayanya tidak berubah, alias tetap seenak udelnya dalam menulis. Tidak ada yang namanya teori SEO atau keinginan tampil profesional. Apa adanya, walau cenderung terlihat rada "gila" dalam mengungkapkan sesuatu.

Bisa tahan selama 9 tahun tanpa terkontaminasi oleh para internet marketer , dan tetap semaunya sendiri adalah sebuah prestasi mengingat blogger masa kini, bahkan sebelum membuat blog saja sudah berlagak menjadi "profesional".

Blogger aliran menjurus ke "murni" yang menekankan pada kebebasan dan kegembiraan dalam menulis dan tidak semata karena uang. Paling tidak itu dugaan saya setelah membaca banyak artikelnya tanpa meninggalkan jejak (yang membuat pemiliknya menjuluki saya blogger Jelangkung)

Senang mengetahui masih ada orang yang tidak pelit dalam menulis dan berbagi tentang hal-hal kecil dan bukan sekedar demi mengejar pembaca, trafik dan uang. Ketahanannya dalam menelurkan artikel pun sesuatu yang sangat patut diacungi jempol. Patut ditiru.

Jadi, itulah salah satu pojok dari blog Desa Cilembu yang bersaing ketat dengan versi Ubi-nya saat kata kunci Cilembu dimasukkan ke otak. Keduanya muncul kadang bersamaan, walau versi ubi lebih sering menang.

Pernah bermain ke Blog Desa Cilembu?
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

8 comments

Si mang Lembu tea?, Mampir kadang kadang. Blog yang kadang agak bengal. Hihi

Saya suka ketawa kalau main ke blognya.

Balas

Mang lembu memang jago dalam mengincar kata kunci.

Karena tau ubi cilembu sangat terkenal. Beliau ikut bersaing tuh agar bisa kecipratan trafik dari pencarian cilembu.

Saya setuju banget kalau mang lembu nulisnya seenak udele dewe.


Tapi karena itulah mengapa banyak blogger nyaman dengan tulisan manglembu.

Balas

Sama.. tapi bengalnya itu yang menarik

Balas

Iyah.. termasuk saya.. Gaya itu yang justru menjadi ciri khas yang ngangenin

Balas

Bengalnya jadi khas ya, Kang..he
Lama tak maen, kumaha damang, Kang Anton?

Balas

Betul bengalnya unik...

Sae Kang Andy.. kumaha sawangsulna?

Balas

Mang Lembu kini telah tepar....tak tahan dengan kepedihan hatinya sendiri....kesianan deh...ih

Balas

kini saya telah mati....
yang nulis komentar ini adalah hantunya, kalau nggapercaya, liat aja ngga ada lagi artikel terbaru kan di bloh DESA CILEMBU

Balas