Perpustakaan Terbesar Di Dunia : Koleksinya 170,000,000 Buah

British Library Foto :Jmehre
Berapa kali Anda pergi ke perpustakaan yang ada di daerah Anda setiap tahunnya? Sekali, dua kali? Rasanya kalau melihat betapa sepinya perpustakaan daerah di banyak tempat, jawabannya kemungkinan pasti bisa dihitung dengan jari.

Sebuah fakta bahwa masyarakat Indonesia jarang membaca buku , (hanya 1 buku setahun) dan lebih banyak menghabiskan waktunya bermain di media sosial. Itulah salah satu faktor mengapa banyak perpustakaan di Indonesia mirip dengan gudang buku saja.

Padahal, membaca adalah kunci membuka gudang ilmu, yaitu buku.

Sayang sekali.

Berbeda dengan banyak masyarakat di negara maju, yang walaupun gaya hidup juga sudah berubah akibat pengaruh internet, tetap meluangkan waktunya untuk pergi ke perpustakaan dan membaca. Salah satu buktinya adalah jumlah pengunjung ke British Library, perpustakaan terbesar di dunia (bukan hanya Inggris), saat ini.

Setiap tahun lebih dari 6,2 juta orang yang datang ke perpustakaan yang terbuka untuk setiap orang yang memiliki alamat ini. Artinya, setiap hari ada hampir 20.000 orang datang kesana. Sebuah angka yang berkali lipat jumlah pengunjung Perpustakaan Nasional Republi Indonesia (PNRI).

Padahal, British Library sendiri adalah sebuah perpustakaan sejenis dengan PNRI karena merupakan perpustakaan nasional di negeri Ratu Elizabeth itu.

Perpustakaan yang berlokasi di London ini sendiri memang istimewa karena budget tahunannya mencapai hampir 3 trilyun rupiah.

Dana sebesar itu dibutuhkan untuk menggaji lebih dari 3000 staff yang diperlukan untuk merawat lebih dari 170 buah item yang menjadi koleksi perpustakaan. Bentuknya berupa 15 juta buku, manuskrip dari berbagai jenis dan umur (banyak yang sudah berusia tua), dokumen bersejarah, dan banyak hal lain.

Koleksi tertuanya berupa manuskrip berumur lebih dari 4000 tahun karena berasal dari tahun 2000 Sebelum Masehi.

Koleksinya pun bukan hanya buku cetak tetapi juga dalam bentuk suara karena disana juga ada lebih dari 6 juta rekaman suara yang tersimpan. Juga tersimpan berbagai partitur musik (notasi musik) dari berbagai musikus terkenal.

Setiap tahunnya perpustakaan terbesar di dunia ini menerima lebih dari 3 juta item baru termasuk buku dari para penerbit di Inggris dan Irlandia. Angka ini memerlukan tambahan 9 juta kilometer rak buku untuk penyimpanan.

Padahal umurnya sendiri belum termasuk tua karena British Library baru berdiri di tahun 1973 berdasarkan British Library Act (sama dengan UU Indonesia) yang diterbitkan tahun 1972. Umurnya hanya lebih tua 7 tahun dari Perpustakaan Nasional Indonesia.

Nah, kira-kira kalau perpustakaan Indonesia seperti ini maukah Anda melepas gadget dan bermain Facebook untuk pergi kesini?

Artikel Terkait

4 comments

Wah, saya suka perpustakaan, tapi jarang ke perpustakaan. Mungkin karena saya hanya terkagum-kahum dengan deretan buku yg begitu banyak.

Kalau saya jarang main facebook pak, ya udah pasti ke sini akan jadi pilihan saya.

Apalagi kalau ada kantin baksonya :)

Bakal betah saya.

Ntar saya pasang foto tukang bakso deh.. biar tambah rame


EmoticonEmoticon