Mengajarkan Berbuat Curang Tidak Seharusnya Dilakukan Blogger

Mengajarkan Berbuat Curang Tidak Seharusnya Dilakukan Blogger
Siapa sih orang di dunia yang tidak mau menjadi kaya dan bergelimang uang? Ada sih, tetapi tidak banyak. Mayoritas orang akan membutuhkan uang untuk menunjang kehidupan mereka di aman sekarang. Di aman kapitalis seperti sekarang, uang/kekayaan adalah sesuatu yang diidamkan banyak orang.

Termasuk saya. Tidak bohong. Munafik kalau saya mengatakan tidak menginginkannya.

Meskipun demikian, semua itu saya harapkan didapat dari cara yang halal, yang berkah. Tidak merugikan orang lain. Kejujuran adalah sebuah nilai yang ditanamkan oleh orangtua ketika masih kecil dan rasanya hal yang sama dilakukan banyak orangtua lainnya kepada anak mereka.

Oleh karena itulah ngenes rasanya ketika melihat sebuah postingan di salah satu blog yang mengajarkan sebuah cara berbuat curang.

Blog itu bertema tentang tutorial blogging dan Adsense, seperti banyak blog lainnya. Salah satu topik yang dibahasnya adalah tentang tema yang banyak diburu oleh para Publisher Adsense Indonesia, yaitu bagaimana meningkatkan klik dan sekaligus pendapatan Adsense.

Agak tersentak juga melihat satu artikel berjudul "Cara Klik Adsense Sendiri, Insya Allah Aman". Kaget. Pakai banget.

Sudah seputus asa itukah para publisher Adsense Indonesia sampai cara curang pun dilakukan?

Kebijakan Adsense melarang para publisher untuk mengklik iklan yang tayang di blog sendiri. Tetapi, artikel itu mengajarkan cara supaya hal itu tidak terdeteksi oleh Google. Bisa dikata tulisan tersebut dibuat untuk mengajarkan orang berbuat curang dan menipu.

Yang membuat tambah ngenes, di akhir judul ditempatkan sebuah istilah keagamaan "Insya Allah".

Entahlah apa maksudnya.

Sepengetahuan ilmu agama saya yang dangkal, tidak ada satu ajaran pun dalam Islam yang memperbolehkan orang untuk berbuat curang. Dosa hukumnya. Begitu juga orang yang mengajarkan perbuatan curang, tidak luput dari yang namanya sanksi. Pemakaian istilah keagamaan tidak akan membuat hal curang seperti ini menjadi sesuatu yang halal.

Hukum dan aturan di Indonesia pun melarang dengan jelas perbuatan yang melanggar hukum. Seseorang yang mendorong orang lain berbuat kejahatan pun bisa dikenakan hukuman, yang bahkan bisa lebih berat daripada yang melakukan karena ia bisa dianggap sebagai otak dari kejahatan itu.

Artikel yang seperti ini melanggar banyak sekali aturan yang ada di dunia, perjanjian kerjasama dengan Adsense yang tercantum dalam TOS, aturan agama, dan hukum positif Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa tulisan ini adalah kesalahan dari sisi hukum, yang manapun.

Bagi pemasang iklan, tentunya mereka akan menjadi rugi karena uang yang mereka bayarkan akan sia-sia. Iklan yang seharusnya ditujukan bagi peminat, ternyata diklik oleh orang yang tidak berniat membeli apapun. Jelas mereka rugi. Bayangkan saja kalau sampai ada ribuan orang yang terinspirasi melakukannya, kerugian mereka akan bertambah.

Memang, banyak sekali hal tentang kecurangan yang ditulis di dunia maya dan tetap tampil di SERP (Search Engine Result Page) Google, tetapi tidak berarti menjadi sebuah kebenaran. Apalagi dengan banyaknya aturan yang dilanggar.

Blogger memang bebas menulis dan menuangkan apa yang ada di pikirannya. Sekali lagi, hal ini dilindungi oleh Konstitusi Indonesia dan Piagam Hak Asasi Manusia. Tidak terbantahkan. Meskipun demikian, hal itu bukan berarti "tidak berbatas".

Banyak aturan hukum dan norma yang menjadi batas dan harus dipatuhi. Pelanggaran terhadap salah satunya akan menimbulkan dampak berupa sanksi. Mengajarkan kecurangan secara terbuka akan rentan sekali terkena sanksi tersebut.

Mungkin, seperti dalam film, penjahat bisa bersembunyi beberapa waktu dan tidak ditemukan, tetapi pada akhirnya mereka akan tertangkap dan mendapatkan hukuman juga.

Untuk itulah seorang blogger harus paham bahwa kebebasan yang dimilikinya "Tidak Tak Terbatas" alias terbatas. Mereka harus menggunakannya untuk sesuatu yang "baik" dan bukan untuk mengajarkan sesuatu yang "buruk". Mengajarkan orang lain berbuat "curang" tidak akan pernah menjadi kebaikan. Hal itu akan bertentangan dengan norma yang dipakai umat manusia, yaitu Kejujuran.

Memang mengagetkan membacanya, tetapi setidaknya bisa dimanfaatkan untuk mengingatkan kepada rekan sesama blogger agar tidak melakukan hal yang serupa. Keinginan menjadi kaya dan terkenal, haruslah dicapai lewat jalan yang "benar" dan sesuai dengan aturan. Bagaimanapun "kejujuran" adalah mata uang yang berlaku dimana saja karena itu adalah norma standar bagi umat manusia di seluruh dunia.

19 Responses to "Mengajarkan Berbuat Curang Tidak Seharusnya Dilakukan Blogger"

  1. Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan. Dan kebaikan mengantarkan kepada surga.

    Tidaklah benar orang yg mengajarkan kecurangan dan menggunakan embel2 agama.

    ReplyDelete
  2. 2 artikel yang dibahas dihari ini dan kemarin, sungguh membuat mata jadi melotot, kok mahir sekali yach Pak Anton mencari ide tulisan yang agak berbeda.

    Ngak khawatir kena demo yang punya tulisan Pak ? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau nggak mau dikritik, ya tulisan yang seperti itu jangan pernah dikeluarkan.

      Selama masih berada dalam koridor hukum dan aturan, ya saya nggak takut sama demo. Lha ya mereka sendiri yang sudah melanggar aturan dan norma, jadi harus bersiap untuk dikritik dan dibahas.

      Soal ide.. kan saya pernah bilang, bebaskan pikiran dan kita akan menemukan ide berserakan dimana-mana..

      Iya nggak kang?

      Delete
    2. hahaha,,,sip2 sip dech Pak. Makyuzzz.... pokoknya. :)

      Delete
  3. Kayaknya kenal nih sama blognya. saat melihat sedikit kutipan tulisannya.

    Ehh.. bener pas saya search di google saya kenal sama orangnya. bahkan dulu pernah ngopi bareng.waktu saya awal belajar ngeblog.

    Kawan saya itu pak jangan di bully. he..he..

    Tapi makin extreme aja nih orang, saya juga pak pernah di ajarin yang begituan sama dia tapi saya enggak pake.

    saya kan jujur orangnya.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah.. saya nggak ngebully kok mas.. saya cuma memberi pengimbang atas apa yang dia tulis. Seperti biasa, kalau ia mengajarkan perbuatan curang, maka saya akan memberi imbangan bahwa kecurangan itu tidak boleh dilakukan.

      Syukur mas tidak mau, karena kasihan ank kalau perutnya diisi rezeki yang tidak berkah

      Delete
  4. Hayya... Udah ribet cari kata kunci dari gambar diatas ketemu blognya, dan ternyata pernah komentar disana, dan jadi tahu komenku dijawab halal katanya, padahal komenku kan cuma nyindir, eh malah dapat fatwa, wkwkwk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... hebat yah blogger bisa buat fatwa juga

      Delete
  5. Mantap semog postingan ini banyak yang baca dan jadi paham bahwa Bagaimanapun "kejujuran" adalah mata uang yang berlaku dimana saja karena itu adalah norma standar bagi umat manusia di seluruh dunia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan ya om.. jangan sampai banyak lahir blogger curang..

      Delete
  6. untung nggak ikut ikutan, GA, ya walau pernah ada rasa ingin ikut ikut GA juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikut Ga sebenarnya nggak masalah sih.. Tidak semua publisher Adsense begitu. Namanya bisnis yah normal saja. Berbuat curang itu yang tidka normal

      Delete
  7. saya nggak tau motif dibalik itu mas,tp yg jelas saya pilih yg natural aja deh untuk ngasilin duit dari dolar

    ReplyDelete
  8. Ada problem sedikit Pak mengenai template yang saya pakai, Mohon maaf saya curhat di kolom ini, klu via email khawatir ngk sempat dibaca, hihihihi.....

    Jumlah postingan dihalaman depan berubah jadi 2 postingan secara otomatis, padahal dibagian tataletak " jumlah selengkapnya postingan dihalaman depan saya setting 5 ".

    Sudah saya perbaiki kok tdk manjur2, masih 2 melulu. kira2 Pak Anton punya pengalaman untuk mengatasinya, ngk ?

    Maaf merepotkan, hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudha coba ganti dari setting belum kang..? di bagian posting dan sharing.

      Saya nggak ngalamin masalah itu dan semua otomatis tampil.. coba install ulang kang.. tapi pake edit html, delete semua kode dulu, lalu kopi dari template yang baru

      Delete
    2. Sudah Pak, cara ke dua mungkin akan saya pakai, install ulang.

      Trim's sarannya Pak. :)

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel