Mampu Membaca Tulisan Dalan Bahasa Inggris Memberikan Keuntungan Bagi Seorang Blogger

Mampu Membaca Tulisan Dalan Bahasa Inggris Memberikan Keuntungan Bagi Seorang Blogger

Kemampuan berbahasa Inggris itu sebenarnya terdiri dari dua bagian. Hal ini sering tidak disadari oleh banyak orang. Yang pertama adalah kemampuan membaca saja yang sering disebut dengan berbahasa Inggris secara pasif. Yang kedua adalah kemampuan membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Inggris yang disebut sebagai berbahasa secara aktif.

Yang kedua merupakan hal yang menjadi impian banyak orang, termasuk para blogger. Dengan mampu berbahasa Inggris secara aktif tentunya seorang blogger akan mampu untuk menulis artikel dalam bahasa Ratu Elizabeth itu. Hal ini membuka peluang untuk mendapatkan pangsa pembaca yang lebih luas lagi dan pada akhirnya kesempatan mendapat klik iklan bernilai besar lebih besar.

Meskipun demikian, seorang blogger yang mampu membaca tulisan dalam bahasa Inggris saja sebenarnya sudah memberikan keuntungan teramat sangat besar.

Seorang blogger bisa menggunakannya untuk membuka "kunci" gudang ilmu yang lebih besar lagi. Banyak sekali tulisan ilmiah, informasi, dan ilmu pengetahuan yang ditulis dalam bahasa Inggris. Sebuah hal yang normal mengingat bahasa Inggris adalah salah satu bahasa internasional dan merupakan bahasa asing yang bisa dikata wajib untuk dikuasai dimanapun.

Jika seorang blogger mampu membaca tulisan berbahasa Inggris, walau ia tidak bisa menulis atau berbicara, tetap saja hal itu sangat menguntungkan baginya. Ia bisa memanfaatkannya untuk menyerap berbagai informasi dan pengetahuan yang tersebar di seluruh dunia. Kemudian, ia hanya perlu melakukan penulisan ulang dengan gayanya sendiri.

Bisa dikata, seorang blogger dengan kemampuan berbahasa Inggris secara pasif saja ia sudah berdiri di atas tumpukan harta karun. Ia hanya perlu berselancar di dunia maya dan kemudian memilih artikel-artikel yang menarik atau sesuai dengan tema blognya dan hampir pasti ia tidak akan kehabisan ide sama sekali.

Hal seperti ini banyak dilakukan juga oleh berbagai media massa online, seperti Detik. Beberapa artikel berita yang tampil di laman mereka berisi berita yang sama yang ditulis di berbagai media luar negeri. Hampir pasti, di dalam kantor mereka ada satu seksi khusus untuk menjelajah dunia maya dan menemukan berita-berita dalam berbagai bahasa asing, terutama bahasa Inggris.

Hal yang sama rasanya juga sudah dilakukan banyak blogger Indonesia. Sebagai contoh kecil, PanduanIM, yang sering dijadikan bahan rujukan bagi cara ngeblog yang baik dan benar, kemungkinan besar menerapkan hal yang serupa. Berbagai tulisan di dalam blog ini memiliki kemiripan banyak dalam berbagai sisi dengan tulisan para internet marketer internasional seperti Neil Patel atau Michael Arrington pendiri Techcrunch.

Hanya, gaya penulisan dan bahasanya saja yang berbeda. Wajar diduga kalau para internet marketer dunia sangat mengilhami pengelola PanduanIM.

Bukan sebuah masalah tentunya karena bagaimanapun mendapatkan referensi bisa darimana saja. Hal itu juga berlaku dalam pembuatan skripsi atau karya ilmiah lainnya.

Hal itu menunjukkan bahwa kemampuan membaca tulisan dalam bahasa Inggris memberikan keuntungan beberapa langkah di depan bagi pengelola PanduanIM (dan banyak blog lainnya).

Bagi perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia sendiri tentunya hal ini akan menguntungkan. Masuknya informasi dan ilmu pengetahuan menjadi lebih cepat dan terjangkau bagi semua orang. Yang tidak bisa berbahasa Inggris tetap bisa menjadi pandai dengan membaca hasil penulisan ulang lewat artikel-artikel blog.

Jadi, bila Anda hanya mampu berbahasa Inggris secara pasif, atau sekedar bisa membaca saja, jangan pernah berkecil hati. Setidaknya Anda sudah memiliki sesuatu yang jarang dimiliki oleh blogger lain.

Tidak perlu memaksakan diri untuk menulis artikel bahasa Inggris menggunakan Google Translate yang hasilnya aneh itu. Pergunakan saja kebalikannya, masukkan informasi dan ilmu pengetahuan ke Indonesia.

Sejarah mencatat bahwa sebuah pola yang sama pernah dialami bangsa Jepang 140-150 tahun yang lalu. (Tentunya tanpa internet)

Pada pertengahan abad ke-19  politik isolasi yang diterapkan oleh para samurai sejak awal abad ke-17 didobrak oleh superioritas kapal perang Amerika Serikat di bawah pimpinan Komodor Perry. Kemajuan teknologinya tidak bisa diimbangi senjata tradisional Jepang di masa itu. Hasilnya, negara itu terpaksa tunduk pada kemauan Paman Sam dan membuka banyak pelabuhan/kota untuk dimasuki bangsa asing.

Hal itu mendorong pemerintah Jepang yang berkuasa kemudian sadar bahwa mereka harus belajar dari negeri asing. Pemerintah negeri sakura itu kemudian mengirimkan ribuan pelajar ke tanahnya para koboi, Amerika Serikat. Para pelajar itu kemudian menyerap berbagai ilmu pengetahuan selama berada disana dan kemudian menerjemahkan ke dalam bahasa Jepang.

Buku-buku inilah yang kemudian dibaca dan dipelajari oleh rakyat Jepang. Pengetahuan menyebar dan sejarah mencatat Jepang kemudian menjadi bangsa yang maju dalam teknologi.

Kebiasaan menterjemahkan ilmu pengetahuan dari luar negeri ini masih terus dilakukan hingga sekarang. Hal itulah juga yang kemudian menjadi latar belakang mengapa di Jepang tidak banyak petunjuk jalan yang dibuat dalam bahasa Inggris. Rakyatnya terbiasa membaca dalam bahasa Jepang dan mereka hanya perlu menunggu hadirnya buku terjemahan dalam bahasanya saja.

Hal yang sama bisa dilakukan di Indonesia, jika mereka yang mampu membaca tulisan dalam bahasa Inggris mau menterjemahkan atau melakukan penulisan ulang terhadap apa yang mereka baca. Apalagi dengan tersedianya fasilitas semacam blog dan internet. Semua orang bisa membantu bangsa ini untuk lebih maju.

Iya kan?

Artikel Terkait

7 comments

iyah Pak.... :)

ilmu bahasa Inggris baru sekarang terasa sekali manfaatnya.

menyesal saya suka males dibidang pelajaran tsb semasa sekolah dulu.

Sayangnya saya belum bisa bahasa inggris,
Semoga saja kapan" bisa mempelajarinya

belajar sekarang kang.. pelan-pelan saja..biar bisa naik posisi lagi.. sama kayak waktu belajar komputer

Mulai dari sekarang aja mas... perlahan-lahan nanti juga bisa

Iya. betul kata Pak Anton, soalnya beberapa waktu yang lalu saya ditugasi untuk membuat surat yang bertuliskan dalam Bahasa Inggris.

Haduhhhhh.... untung ada Mbah Guggle. :)

Yap.... betull...


Sekecil apapun ilmu pasti bermanafaat.

Ett.. tapi kalau bisa memahami tulisan bahasa inggris bukan ilmu kecil lagi... itu mah ilmu tingkat medium..

Saya sendiri sebagai blogger.... bisa di bilang belum bisa banyak bicara soal bahasa inggris...

Bisa paham mungkin tapi di artikan sepotong-potong....

Hahah

Hahahaha... semangat Kang... mengatakan belum bisa itu baik karena berarti mau belajar, yang susah kalau mengatakan tidak bisa.. :-D


EmoticonEmoticon