Berat Mana Mengelola Blog Niche atau Blog Gado-Gado?

Berat Mana Mengelola Blog Niche atau Blog Gado-Gado?

Boleh saya tebak jawaban Anda terhadap pertanyaan yang dijadikan judul di atas? Kemungkinan besar adalah "mengelola blog niche lebih berat dibandingkan blog gado-gado", iya kan? Itu pandangan banyak blogger.

Alasan yang dipakai pun bisa ditebak, yaitu karena masalah ketersediaan ide. Blog gado-gado memberikan kebebasan lebih dalam pengembangan ide, sehingga ide apapun bisa dijadikan tulisan. Sebaliknya, ruang lingkup blog niche yang terbatas dianggap membatasi pengembangan ide yang pada akhirnya sering menyebabkan pengelolanya kehabisan ide.

Biasanya begitulah alasan yang membuat mengurus blog niche lebih susah bin berat dibandingkan mengurus blog gado-gado.

Betul tidak tebakan saya?

Kalau betul, izinkan saya berkomentar yah.

Anda terlalu banyak makan pil malas rupanya. Bisa juga kebanyakan menelan kapsul produksi para internet marketer atau blogger tutorial tentang melakukan bagaimana mereka menghabiskan "puluhan jam" melakukan riset sebelum menulis di blog niche mereka.

Rasanya dosis yang Anda telan lebih daripada yang seharusnya, jadi agak berhalusinasi dan tidak bisa melihat dengan jernih.

Pada kenyataannya, mengelola blog niche atau gado-gado, sebenarnya sama berat dan juga sama ringannya. Tidak ada yang "lebih" salah satunya.

Saya sendiri hingga saat ini mengelola kedua jenis blog ini. Maniak Menulis adalah satu diantaranya yang mengambil "semi-niche" dunia menulis dan membaca. Hingga hari ini, tidak ada yang namanya masalah keterbatasan ide karena "ruang lingkup" yang tidak sebebas blog gado-gado.

Sampai saat tulisan ini dibuat sudah ada lebih dari 300 artikel yang terbit dan mudah-mudahan pada akhir tahun setidaknya bisa mencapai 700 artikel, walau inginnya bisa 1000 buah. Tidak ada masalah dalam pengembangan ide.

Masalah keterbatasan ide bukanlah karena ruang lingkup yang sempit, tetapi karena pikiran yang sempit. Bisa juga disebabkan karena kurang makan..ehh kurang baca sehingga kurang pengetahuan. Seorang yang tahu tentang niche yang digelutinya dan kreatif akan bisa menghasilkan tulisan yang banyak dan tidak terhambat sama sekali.

Bila dibilang blog gado-gado lebih mudah, yang ngomong mungkin tidak sadar kalau tetap saja ide tersebut harus ditulis, kalau bisa ditambah dengan data dan fakta, atau dicarikan referensinya. Masih perlu juga dicarikan image atau foto agar bisa menjadi lengkap dan menarik.

Belum lagi kalau berdasarkan pengalaman sendiri ada banyak foto yang harus diedit supaya tampil lebih enak dipandang mata.

Lalu, kok bisa dibilang lebih ringan?

Yang membuat ringan atau berat adalah hati dan otak orangnya. Seorang yang ingin terlihat profesional, pandai, pintar, cerdas, akan memiliki beban lebih. Ia terikat pada keinginannya sendiri yang kemudian menjadi beban bagi dirinya saat menulis. Apalagi kalau kemudian ternyata ia tidak memiliki pengetahuan yang cukup, maka semakin beratlah rasanya.

Apapun yang dipaksakan akan menjadi sebuah beban yang kemudian memberatkan diri sendiri. Bukan jenis blognya.

Masing-masing jenis blog akan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia. Kelebihan dan kekurangan akan hadir pada saat bersamaan, dan dalam porsi yang sama.

Berat ringannya akan tergantung pada hati dan otak yang mengelola.

Jangan pernah percaya apa yang diomongkan orang lain soal mana yang lebih berat antara blog niche dan blog gado-gado. Itu adalah jenis pertanyaan konyol yang diajukan orang yang malas saja.

16 Responses to "Berat Mana Mengelola Blog Niche atau Blog Gado-Gado?"

  1. Mantap kang. Terima kasih inspirasi nya. Kalimat nya bisa enak gitu belajar berapa lama nulis kang ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belajar dari pengalaman mas.. dah 3 tahun ngeblog

      Delete
  2. iyah mas ada benernya juga mas...memang keterbatasan ide yang tergantung pada si orang tersebut dalam mengelola dan menyampaikan ide tersebut ke blog nya, kalo menurut saya gado-gado lebih bebas tapi ada kekuranganya juga, lama di approve sama adsense nyaa..hhehe sampe berkali-kali baru bisa di acc...hehhe itu pengalaman saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... Bisa jadi yah, pengalaman tiap orang berbeda... cuma saya sih tetap bilang, berat tingan mah tergantung bagaimana orang menghadapinya

      Delete
  3. sebenarnya niche, lebih menguasai materi tiap posnya nyambung, dan lebih kuat di seonya, kalau blog gado gado lebih mengarah kesenangan menulis saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi... soalnya terlalu banyak hal yang nggak bisa dipastikan di dunia blogging.

      Menurut saya mah, sama saja.. tidak banyak bedanya

      Delete
  4. Saya setuju banget. Sama beratnya kalo lagi malas. Dan sama ringannya kalo lagi rajin.

    Tapi bisa juga berat sebelah kalo moodnya sedang condong sebelah, hehe.

    ReplyDelete
  5. Saya pribadi merasanya sama saja, Mas. Kalau blog gado-gado lebih luas bahasannya, sedangkan yang niche itu kan fokus. Dua tahun lalu saya hampir mengelola ada 3 blog-an yang befokus setiap blognya satu bahasan, semisal gadget, otomotis dan yang lainnya. Dan ada juga blog gado-gado 2 blog.

    Saya pribadi kalau blog niche harus memperlajari dulu apa yang akan kita tulis, setidaknya membaca perkembangannya, misalnya saja kalau pembahasan gadget.

    Oh, ya, Mas. Beberapa menu dibawah seperti hubungi saya dan tentang kok liknya ngga ada ya, alis the page could not be found.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah seharusnya sama saja... kalau saya mau yang gado-gado atau niche, tetap saja harus dipelajari juga.

      Makasih buat pemberitahuannya.. sudah diperbaiki. Baru sadar ternyata tidak muncul padahal sebelumnya sebelum ganti domain TLD masih muncul dengan baik...

      Delete
    2. Betul, Kang, sama-sama harud dipelajari.
      Akan aja lah nya, da orang Sunda panginten?

      Bogor, udah lama nggak ke Bogor lagi. Fix nambah teman blogger dari Bogor nih. Bisa berkabar kalau nanti saya ke Bogor.

      Sama-sama, Kang. Saya biasanya kalau maen ke blog orang suka kepo gitu sama menu about/tentang. Pengen tahu aja sih, siapa tahu jaraknya dekat, kan bisa sekalian silaturahmi secara langsung..hehe

      Delete
    3. Mangga atuh.. Akang oge sae. Tiasa nyarios Sunda rupina..

      Dengan senang hati mas... ditunggu di Bogor, kalau main ke Kota Hujan, kasih saya notice deh, nanti saya temani jalan-jalan...

      Pastilah, saya juga senang kalau teman bertambah

      Delete
    4. Abdi aslina mah ti Ciamis, Kang. Ngan ayeuna merantau di Yogyakarta. Kaleresan tos kana 4 taunna.

      Wah asik nih, udah ada aba-aba mau di ajak jalan-jalan..hihi

      Siap berkabar dulu lah in shaa Allah.

      Delete
    5. Ditunggu di Bogor.. aku ajak keliling sampe gempor dah tuh kaki.. hahahaha

      Sip diantos kang

      Delete
  6. saya awalnya blog niche tapi ada 3 postingan di luar topik niche malah rame dan jadi sumber trafik blog akhirnya galau mau ngebangun blog niche tapi PV tiap postingan sedikit , mau ngembangin 3 artikel yg rame tapi jadi gado gado ...ah butuh pencerahan dari yg udah duluan nglewati masalah kayak gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanyakan hatimu om... suka yang mana. Yang satu niche atau yang gado-gado. Kalau mengejar uang sebenarnya sama saja, hanya beda penanganan saja. Keduanya tetap berpotensi mendapatkan uang.

      Kalau saya sih mudah saja, buat saja

      1. Blog yang sudah ada tetap dengan tujuan semula yaitu blog niche, saya berhentikan yang 3 artikel itu dan terus fokus pada ide awal

      2. Buat lagi blog baru dengan tema gado-gado.

      Selesai masalah. Itu yang saya lakukan sekarang, punya blog setengah niche dan blog gado-gado. Bahkan ada yang benar-benar niche.

      Kenapa harus bingung

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel