Ternyata, Saya Juga Bisa Menulis Artikel Yang Panjang dan Mendapatkan Ucapan Selamat

Juga Bisa Mneulis Artikel Yang Panjang dan Mendapatkan Ucapan Selamat

Horeee... ternyata saya juga bisa menulis artikel panjang. Serius lo, rupanya ada kawan blogger yang berbaik hati membantu menghitung kata dalam artikel berjudul "Bagaimana cara mengelola banyak blog?". Padahal, saya sendiri sebenarnya boro-boro mau menghitung kata saat menulis.

Jumlahnya menurut Mas Lilih adalah 3200 kata. Sudah pasti juga dia tidak menghitungnya satu persatu. Dia pasti memakai salah satu tool penghitung kata yang ada di internet, seperti "word Counter".

Saya tahu, karena dulu saya juga pernah memakainya, jadi hampir bisa dipastikan dia memakainya untuk menghitung kata dalam tulisan itu.

Senangnya lagi, dia jujur mengatakan bahwa dia tidak membaca sampai selesai. Maklum, sangat maklum. Bahkan, secara jujur juga, saya sering melakukannya. Apalagi kalau pada beberapa awal sudah terasa membosankan, biasanya saya langsung menutup artikel itu. Jadi, meskipun dia tidak mengatakannya, saya berterima kasih menerima kritikan atau masukan tidak langsung tentang artikel itu.

Walaupun ia juga memberi selamat karena artikel itu bisa "dikata" masuk kategori tulisan yang "berkualitas" menurut pakar SEO, entah yang mana yang dia rujuk, saya justru sebenarnya tidak peduli sama sekali. Mau disebut tidak berkualitas sekalipun, ya monggo wae.

Tidak ambil pusing sama sekali. Yang penting buat saya adalah saya bisa menuangkan pemikiran yang ada di kepala secara TUNTAS. Itu saja, titik, tidak pakai koma.

Tindakan mas Lilih yang tidak membaca secara tuntas pun adalah sesuatu yang memang sering terpikirkan saat menulis sebuah artikel panjang. Apakah saya mampu? Bukan mampu dalam hal menulisnya, tetapi mampukah saya membuat pembaca memelototi tulisan itu dari ujung awal hingga ujung akhir.

Prediksi saya kebanyakan akan mengatakan TIDAK. Saya sendiri kerap berhenti membaca ketika sebuaht ulisan seperti tidak ada ujung akhirnya, bahkan tulisan yang dibuat seorang Neil patel atau Blogtyrant yang enak sekali dibaca. Tulisan mereka buat saya OK banget, tetapi yah tetap saja, kalau kepanjangan juga malas membacanya. Apalagi cuma sekedar tulisan salah seorang anggota member IAPD yang terkontaminasi gaya internet marketing ala PanduanIM.

Itu yang sering saya pertanyakan kepada diri sendiri. Mampukah saya menulis artikel panjang yang tidak membosankan dan bisa membuat orang tidak mau berhenti membaca. Jawabannya sudah didapat dari apa yang dikatakan Mas Lilih tadi, yaitu TIDAK.

Kemampuan saya belum sampai kesana. Jadi, berarti saya harus coba meningkatkan lebih jauh lagi. Itulah mengapa saya ucapkan terima kasih kepada yang bersangkutan yang sudah memberikan masukan yang berharga bagi perkembangan saya sebagai seorang blogger.

Akan ada koreksi dan perbaikan yang akan dilakukan secara internal supaya di masa yang akan datang tulisan bisa menjadi lebih enak dibaca.

Tetapi, setidaknya saya sudah membuktikan bahwa saya juga bisa menulis secara panjang lebar. Yang kalau menurut para pakar blogger, semakin panjang artikel berarti semakin berkualitas (walau menurut saya tidak sama sekali). Jadi, harus dirayakan juga, berarti saya memang bisa.

Walau sebenarnya angka 3200 kata sendiri bukanlah yang terpanjang yang pernah saya buat selama menjadi blogger. Serius. Angka 3200 memang sudah melebihi "sedikit" dari beberapa artikel panjang yang pernah saya tulis selama ini.

Tetapi...

Bukan yang terpanjang.

Posisi ke-1 dan ke-2 artikel terpanjang yang pernah saya buat melebihi 3200 kata. Tetapi, bukan di Maniak Menulis tepatnya. Saya menulisnya di Lovely Bogor.

Posisi ke-1 ada di artikel berjudul : 50 Tempat Wisata di Bogor

 Ada lebih kurang 9390 kata dalam artikel ini, yang berarti hampir 3 kali lipat dari tulisan "Bagaimana cara mengelola banyak blog?"

Posisi ke-2 ada di artikel berjudul : Kebun Raya Bogor - Tempat Mana Yang Menarik?

Dengan 5530 kata, artikel ini hampir 2 kali lipat panjangnya.

Jadi, sebenarnya, menulis artikel panjang bagi saya sendiri bukanlah sebuah masalah. Saya mampu dan bisa menghasilkan tulisan yang "berkualitas", menurut para empu SEO dan blogger.... Kalau mau.

Tetapi, saya tidak mau.

Saya tidak mau terikat pada teori orang lain. Saya suka melakukannya dengan gaya saya sendiri dan saya percaya sekali bahwa kualitas itu sendiri tidak tergantung pada seberapa banyak kata yang ada di dalam sebuah artikel. Pendek atau panjang bisa sama-sama berkualitas kalau diolah oleh mereka yang "berkualitas" dan mampu.

Jadi, saya lebih suka menulis dengan gaya sendiri, tanpa harus peduli teori orang lain. Saat mau panjang, ya saya tulis panjang. Saat mau pendek, ya saya tulis pendek. Kalaupun nanti ada masukan bahwa tulisan terasa membosankan, ya berarti nanti saya koreksi di masa depan supaya bisa tidak membosankan. Tetapi tidak berarti saya akan berhenti menulis secara panjang lebar.

Jadi, kali ini saya bersyukur menulis artikel sepanjang 3200 kata itu karena setidaknya ada masukan yang berarti dari kawan sesama blogger dan hal itu berarti banyak bagi perkembangan kehidupan blogging saya.

Terima kasih banyak ya mas Lilih atas masukannya. I appreciate it a lot.

6 Responses to "Ternyata, Saya Juga Bisa Menulis Artikel Yang Panjang dan Mendapatkan Ucapan Selamat"

  1. Haha, saya jadi tertawa membacanya. Karena jujur saja Pak, saya juga sambil mikir, wah tumben ni artikel panjang sekali. Akhirnya pada bagian bawah, saya baca subjudul atau poin utamanya saja.

    Kadang ni Pak, yg membuat seseorang bacanya tidak terlalu tuntas adalah karena memang tidak terlalu memerlukan suatu artikel.

    Saya pribadi membacanya karena senang membaca artikel di blog ini. Tapi artikel yg terlalu panjang membuat saya berpikir, jadi intinya apa sih. Maka saya mulai membaca subjudulnya saja dan melakukan skimming. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setidaknya ada yang juga bisa tertawa karenanya.

      Bisa jadi, tetapi akan lebih baik kalau pembaca yang mencari informasi dan yang tidak mencari informasi bisa menikmatinya karena kita tidak bisa menduga siapa yang menjadi pembaca.

      Dan, sangat dimengerti kalau kemudian Nisa melakukan skimming, saya juga akan melakukannya kalau membaca yang seperti ini

      Delete
  2. Waduh, jadi nggak enak sama Pak Anton. Komentar ane dijadiin bahan postingan -_-"

    Mengenai jumlah kata dalam postingan di blog memang acap menjadi perdebatan berapa idealnya, ya kan? Apakah 50 kata, apakah 100 kata, apakah 10000 kata sekalipun? Entahla...

    Tapi terlepas dari jumlah kata yang bejibun itu, ane kasih contoh blog yang isinya rata-rata 3000-an kata, yakni: korean-drama-addicted.blogspot. Isinya sinopsis drama korea yang rata-rata panjang 3000-an kata. Ane nggak ngitung persisnya, soalnya juga pernah punya blog dengan topik serupa, dan rerata isinya 3000-an kata semua hampir di semua artikelnya. Haiyoh ada yang kuat bikin posting artikel dengan jumlah kata segitu, tiap artikelnya - meskipun nyomot dari drama? Jujur, ane sempat kuat membuatnya tapi belakangan nggak kuat. Ngabisin waktu dan kuota :p.

    Yang jadi pertanyaan, adakah "pemakan" artikel dengan jumlah kata segambreng gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak-enakin aja bro... hahahaha... soalnya kadang kolom komentar adalah sumber ide yang paling mudah ditemukan.

      Soal berapa banyak jumlah kata yang baik.. entahlah, saya pikir tidak perlu diperdebatkan. Yang manapun bisa saja menjadi artikel yang bagus dan baik.

      Soal kuat atau tidak membuat artikel 3 ribu kata, jawaban saya

      a) kalau publishnya seminggu sekali untuk satu blog , jawaban : kuat bangetsss.. tidak akan ada masalah

      b) sekali sehari : masih kuat, tetapi saya akan patah di tengah jalan. Akan terlalu membosankan

      c) Beberapa artikel dalam sehari atau untuk banyak blog : nggak akan kuat karena jelas akan merepotkan dan menyita waktu yang banyak sekali

      Jadi, jawabannya "tergantung situasi"

      Soal adakah pemakan tulisan dengan jumlah kata sebanyak itu? Jawabannya "ADA". Cuma saya tidak tahu berapa banyak. Saya termasuk mau membaca tulisan dengan jumlah kata banyak, tetapi tergantung pada apa yang saya baca.

      Delete
  3. ha..ha..ha.. ternyata cara baca saya juga skimming di artikel "Bagaimana Cara Mengelola Banyak Blog ?."

    jadi saya ambil poin pentingnya aja.

    yang penting ngerti maksudnya dan saya bisa praktekkan. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dimaklumi.. dimaklumi.. sepertinya semua memakai cara yang sama kalau membaca artikel yang panjang banget

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel