Promosi Berlebihan Bisa Tidak Efektif Dan Bahkan Berbahaya

Promosi Berlebihan Bisa Tidak Efektif Dan Bahkan Berbahaya

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Begitu kata orangtua. Dan, kebenarannya tidak diragukan bahwa apa saja kalau sudah "berlebihan" bisa membawa akibat buruk bagi pelakunya. Contoh sederhananya, tubuh memerlukan garam/elektrolit untuk bisa berfungsi dengan baik, tetapi terlalu banyak makan garam, bisa menyebabkan penyakit darah tinggi.

Makan daging memang enak dan memberikan asupan protein yang diperlukan bagi pertumbuhan. Sayangnya, kalau dimakan melebihi takaran yang diperlukan bisa mengakibatkan penimbunan lemak dalam tubuh, kadar kolesterol tinggi, dan berbagai penyakit lainnya.

Dalam hal apapun pepatah itu berlaku. Termasuk dalam hal blogging. Keinginan untuk menjadi cepat tenar dan kebanjiran pengunjung membuat banyak blogger melakukan promosi kemana-mana. Sebar link kesana sebar link kesini. Pamer data statistik kesana kesini. Semua untuk meyakinkan dunia bahwa blognya layak dikunjungi.

Wajar dan normal lah. Namanya juga manusia.

Cuma, kalau berlebihan pun tetap akan menghasilkan hal-hal buruk juga. Betul, promosi yang berlebihan justru bisa menjadi tidak efektif dan bahkan berbahaya bagi bloggernya sendiri.

1. Dianggap sombong

Pamer data statistik memang bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas sang blogger atau bisa dikata melakukan pencitraan atau branding. Kalau niat awalnya memang ingin tenar mau tidak mau perlu dilakukan.

Cuma, pernah kah mendengar tetangga mengatakan bahwa anaknya pintar, ayahnya punya jabatan tinggi, dan seterusnya? Pasti pernah lah dalam dunia nyata, pamer keberhasilan juga merupakan sesuatu yang umum.

Bagaimana rasanya? Sekali is OK. Tapi, kalau dilakukan berulangkali? Kira-kira apa yang mendengar tidak akan bete.

Alih-alih dikenal sebagai blogger yang berhasil dan sukses, bisa jadi kita dikenala sebagai blogger yang sombong karena terus menerus memamerkan diri sendiri.

2. Ynag Baca Bosan

Pernah sadar mengapa kebanyakan penonton televisi memindahkan channel di saat iklan tayang? Jawabannya karena bosan.

Sekali dua kali, mereka akan melihat karena ingin tahu, tetapi terus menerus mah yah, bosan juga.

Begitu juga jika Anda berpromosi berlebihan. Misalkan, Anda promosi di sebuah komunitas online, 3-4 kali dalam seminggu, lalu apakah para member disana tidak akan bosan?

Besar kemungkinan ya. Bagaimanapun komunitas bukanlah tempat atau ajang untuk promosi. Para member bisa mengerti kalau sekali dua kali ada usaha promosi dan mereka akan menerima serta memperhatikan.

Tetapi, kalau dilakukan terus menerus secara rutin, ya nasibnya akan sama dengan iklan di televisi, mereka akan bosan dan malas.

3. Dianggap Spammer

Ini spesial untuk mereka yang hobi menebar link. Dalih apapun yang dipergunakan menebar link dapat dikategorikan sebagai tindakan spammer, bukan berbagi.

Menebar link tanpa kenal lelah memang akan mendatangkan pembaca, walau entah berapa banyak. Juga sangat murah dan hanya memerlukan kemauan saja.

Masalahnya, dengan melimpahnya orang yang memburu ketenaran dan mau cara gampang, menebar link sekarang sudah dianggap gangguan di banyak komunitas dunia maya. Banyak moderator yang memutuskan untuk melarang member meletakkan link aktif sebagai postingan.

Tidak segan mereka melakukan banned dan mereport sebagai spam pada pelakunya.

Hal ini akan membuat buruk nama si penebar link.

Tidak ada sesuatu yang dilakukan secara berlebihan tanpa ada efek buruknya. Percayalah. Pepatah ini berlaku dimana saja, untuk siapa saja, dan dalam hal apa saja.

Oleh karena itu, para blogger, yang memang ingin terkenal dan kaya, harus memperhitungkan dengan baik agar promosi mereka tidak berlebihan. Mereka harus mampu membuat "timing" yang pas dengan kondisi dimana promosi dilakukan. Mereka juga harus berhitung "kuantitas" promosi dalam rentang waktu tertentu.


Tanpa perhitungan yang matang, resiko promosi menghasilkan sesuatu yang buruk sangat mungkin terjadi.


0 Response to "Promosi Berlebihan Bisa Tidak Efektif Dan Bahkan Berbahaya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel