Melatih Berpikir Terstruktur Dengan Menulis

Melatih Berpikir Terstruktur Dengan Menulis

Melatih Berpikir Terstruktur Dengan Menulis

Kata orang, seseorang yang mampu berpikir terstruktur adalah orang pintar dan pandai. Menurut saya, tidak selalu karena berpikir terstruktur sendiri sebenarnya adalah hasil dari latihan dan pembiasaan.

Seorang yang ber-IQ tinggi (orang yang pintar menurut kebanyakan orang) belum tentu bisa berpikir dengan runtut. Sebaliknya, seorang yang ber-IQ biasa-biasa saja kerap mengagetkan banyak orang karena mampu berpikir dan mengemukakan pandangannya secara terstruktur, runtut, dan jelas.

Nah, salah satu hal yang sering tidak disebutkan dalam dunia blogging adalah bahwa menulis merupakan salah satu bentuk latihan yang sangat baik bagi mereka yang mau memiliki kemampuan berpikir secara terstruktur.

Mengapa bisa demikian?

Sebuah tulisan, seperti pernah disebutkan sebelumnya pasti (dan harus memiliki struktur).

Baca juga : Setiap Tulisan pasti [HARUS] Memiliki Struktur
Paling tidak ada

  • Pembukaan
  • Isi
  • Penutup
Sederhananya begitu.

Dan, ketiga hal itu membentuk sebuah struktur tersendiri yang masing-masing posisi tidak bisa dipindah-pindah seenak udelnya sendiri. Paragraf penutup diletakkan di bagian awal, ya tidak mungkin karena "penutup" biasanya merupakan kesimpulan dari uraian di bagian isi. Dipindahkan sebelum isi, manalah bisa.

Begitu juga sebaliknya, paragraf pembuka yang menjelaskan tentang apa isi diletakkan di akhir akan bikin susah pembaca.

Pola sederhana ini sudah merupakan struktur yang baku dalam dunia tulis menulis.

Jika seseorang terbiasa menuangkan ide dalam bentuk tulisan, mau tidak mau ia harus mengikuti alur yang sudah ditetapkan. Pertama pembuka, kedua isi, baru kemudian penutup.

Hal tersebut jika diulang-ulang akan memaksa otak untuk menyesuaikan diri dengan pola yang ada. Otak dibiasakan untuk tidak melenceng dari apa yang sudah ditetapkan.

Pada akhirnya, perlahan lahan kebiasaan berpikir terstruktur itu akan terbentuk jika orang itu terbiasa menulis. Ia pada akhirnya juga akan terbiasa untuk mengungkapkan sesuatu secara runtut dan tidak acak-acakan.

Cobalah sendiri kalau sudah terbiasa menulis, maka Anda akan menemukan bahwa biasanya kita akan menilai dulu apakah yang akan diungkapkan sesuai dengan alurnya atau belum. Terkadang, bahkan hal kecil yang agak melenceng bisa terasa sekali menjadi ganjalan.

Semakin sering menulis, semakin tajam pula kemampuan untuk berpikir dengan pola seperti ini. Dan, pada akhirnya juga akan membantu memperbaiki kemampuan kita menulis juga karena menulis butuh kemampuan untuk berpikir secara terstruktur.


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments