Bertukar Backlink : Strategi Mendapatkan Backlink Yang Cerdik

Bertukar Backlink : Strategi Mendapatkan Backlink Yang Cerdik

Backlink, jenis link yang membuat banyak blogger tergila-gila. Hingga saat ini, ribuan bahkan jutaan blogger mash tetap memburunya, dengan cara apapun. Tidak sedikit rela menggelontorkan uang untuk mendapatkan backlink dari website yang sudah besar. Tidak jarang pula yang memejamkan mata hati dan mencari cara curang guna mendapatkannya.

Mengapa backlink bisa membuat orang gelap mata? Karena semakin banyak backlink yang mengarah ke sebuah blog, maka blog tersebut akan semakin dipercaya di mata mesin pencari, seperti Google.

Tentunya, backlink yang dimaksud adalah backlink yang didapat dari website terpercaya dan bukan hasil spamming atau menebar spam. Google dan pengelola mesin pencari semakin canggih memisahkan mana backlink yang benar-benar bermutu, mana yang tidak.

Salah satu yang dianggap bermutu adalah backlink yang ada di dalam sebuah artikel. Hal ini mendapat nilai lebih karena sebuah link yang ditanam dalam badan tulisan akan memberi sinyal bahwa blog/website tersebut terpercaya dan bisa dijadikan bahan rujukan.

Backlink ini juga akan dianggap natural dan bukan dibuat-buat.

Tidak beda dengan kalau kita  membuat skripsi dan memberikan daftar pustaka sebagai rujukannya.

Nah, masalahnya untuk mendapatkan backlink seperti ini, susahnya amit-amit jabang bayi. Jarang-jarang orang mau memakai referensi dari blog kalau tidak kepepet. Apalagi, jika sama sekali belum terkenal.

Sulitnya luar biasa untuk mendapatkan backlink dengan cara ini.

Kalaupun ada, maka harganya pun lumayan mahal. Tergantung tawar menawar dan nilai Domain Authritynya, sebuah backlink bisa berharga mulai 150 ribu rupiah hingga 3 jutaan.

Lumayan menguras dompet.

Bagaimana kalau tidak punya uang?

Hasil dari berkeliling di dunia maya ternyata ada hikmahnya juga. Rupanya ada banyak blogger yang bisa menemukan solusi untuk mendapatkan backlink dengan cara halal dan tanpa mengeluarkan duit. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk bergaul dan berteman karena hal ini tidak bisa dilakukan sendirian.

Mau tahu caranya?

Begini nih hasil penelitian di beberapa blog milik rekan sesama anggota forum IAPD (Indonesia Adsense Publisher Discussion).

Sebagai contoh ada 3 orang A, B, C (bisa juga lebih).

A - Membuat artikel tentang blog B dan C dan backlink ke masing-masing blog
B - Membuat artikel tentang blog A dan C dan backlink ke masing-masing blog
C - Membuat artikel tentang blog A dan B dan backlink ke masing-masing blog

Jadi, semua kebagian paling tidak 2 backlink dari kelompok itu.

Tentunya, masing-masing peserta harus membuat artikel yang sesuai dengan blog kemana backlink diarahkan. Dengan begitu kesannya menjadi natural sekali. Saya cukup yakin robot mesin pencari susah membedakan.

Semakin banyak anggota kelompok, maka masing-masing akan mendapat backlink yang semakin banyak juga.

Sistem bertukar backlink seperti inipun tidak akan menimbulkan kecurigaan pengunjung. Untuk bisa menemukan adanya sistem bertukar link, mau tidak mau harus menyusuri blog yang ikut dan mengacak-acak artikel-artikel di dalamnya. Sulit dibedakan tanpa itu.

Saya cukup yakin bahwa bertukar link seperti ini memang sudah dikompromikan sejak awal dan bukan karena kebetulan. Ada artikel berjudul "aneh" dan "berbeda" dan keluar dari niche blog dimana artikel ditulis. Nama-nama blog yang dibahas ya itu-itu juga di masing-masing blog. Yang A ada di B dan C, yang B ada di A dan di C, yang C ada di si A dan di si B. Itu-itu saja.

Kurang tahu apa faedah dan manfaatnya secara pasti, tetapi sebuah backlink akan tetap bermanfaat, meski Google katanya sudah mengurangi nilai sebuah backlink di algoritmanya. Tetapi, kenyataannya, backlink masih sangat bermanfaat dalam memberikan indikasi kepercayaan kepada mesin pencari.

Juga, kurang jelas apakah ada dampak negatif terhadap sistem bertukar backlink ini. Belum pernah ada tulisan atau gambaran yang pernah saya baca terkait sanksi terhadap pelakunya.

Untuk sementara, saya pikir cukup aman.

Mau coba?

4 Responses to "Bertukar Backlink : Strategi Mendapatkan Backlink Yang Cerdik"

  1. Dulu, pertama kali kenal SEO, saya sempat tertarik dengan yang namanya backlink atau tukar link.

    Sekarang sudah ngga peduli lagi. Biarkan saja apa adanya. Btw, backlink blog saya masih nol lo, hohoho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Nisa.. pertama kali blogging, saya juga ssempat terkessima dengan segala macam backlink. Sekarang sih bodo amat lah

      Delete
  2. saya mah udah di tawarin sama teman-teman grup blog di wa, mereka pada cari backlink berkualitas. biar blognya kuat.

    tapi kalau saya butuh waktu buat lakuin itu.

    dan saya gak ada waktu buat itu, saya lebih memilih cari ide baru buat tulisan. saya cuma ingin menulis pengalaman saya.

    jujur, saya enggak begitu paham dengan backlink ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mas... Maniak Menulis backlinknya kosong. Karena saya pikir terlalu banyak waktu yang akan tersita untuk mencari yang seperti itu.

      Malas memang saya orangnya, tetapi saya lebih menyukai menulis saja. Tidak beda dengan mas juga

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel