Belajar Dari Google : Mengapa Google Tetap Menyediakan Platform BLOGGER Gratis

Belajar Dari Google : Mengapa Google Tetap Menyediakan Platform BLOGGER Gratis

Sejarah itu menyenangkan. Dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa diambil banyak hikmah, pelajaran dan inspirasi yang bisa dipakai untuk masa depan.

Dalam dunia blogging, ada sebuah sejarah yang banyak disebut-sebut sebagai salah satu tonggak populernya kegiatan blogging, atau ngeblog, yaitu pembelian BLOGGER dari Pyra Labs, yang didirkan Evan Williams, yang juga pendiri Twitter, pada tahun 1999. Tidak pernah disebutkan berapa besar nilai uang yang dikeluarkan Google, tetapi yang pasti nilainya jutaan dollar.

Biasanya, informasinya putus sampai disitu saja. Berupa data tentang pengambil alihan aplikasi web untuk memanage weblog atau blog. Itu saja.

Tetapi, jarang yang mempertanyakan

  • Untuk apa Google membeli BLOGGER?
  • Mengapa mereka menyediakan BLOGGER secara gratis?
Mengapa?

Uang jutaan dollar di tahun 1999 sangat besar sekali, tetapi mengapa Google tidak mencoba mengambil untung dari sang BLOGGER itu? Mengapa mereka menyediakannya secara cuma-cuma kepada banyak orang?

Pernahkah pertanyaan tersebut timbul di kepala Anda?

Saya sering.

Bergelut dalam dunia bisnis dan pernah belajar manajemen membuat penasaran rasa keingintahuan mengetahui apa alasan di balik tindakan Google tersebut?

Apalagi tindakan itu kemudian diikuti dengan berbagai langkah seperti penyediaan hosting gratis bagi para blogger dalam batasan tertentu. Ukurannya lumayan besar, seperti kapasitasnya yang secara total bisa mencapai 15 GB (walau untuk berbagai macam hal lain seperti Gmail/surat elektronik dan Google Foto).

Apakah mereka tidak rugi? Nilai pasar hosting dengan kapasitas penyimpanan 15 GB lumayan besar karena shared hosting dengan ukuran yang sama bisa mencapai 4 juta rupiah perbulan. Belum ditambah dengan bandwidth yang unlimited.

Mereka juga pasti mengeluarkan biaya besar untuk menyediakan server, pegawai untuk mengurus, kantor dan banyak hal lainnya.

Singkatnya, ongkos operasinya sangat besar untuk merawatnya.

Lalu, mengapa mereka tidak menjualnya? Meraup untung?

Apakah Google adalah badan sosial dan kebanyakan uang?

Kenyataannya tidak.

Google adalah sebuah bisnis dan bisnis pasti mengincar uang. Profit dan keuntungan adalah inti dari usaha mereka.

Jadi, platform BLOGGER atau BLOGSPOT yang disebut gratisan, pada dasarnya tidak gratis dan hal itu menunjang untuk mencapai tujuan awal, yaitu keuntungan, uang.

Hanya, perlu sedikit penelaahan tentang siapa dan apa Google itu untuk bisa menemukan jawabannya.

Mungkin hanya berupa dugaan, karena bagaimanapun perusahaan raksasa yang lahir di tahun 1998 dengan pendiri Larry Page itu tidak akan pernah mengeluarkan pernyataan resmi terkait pembelian BLOGGER dari Pyra Labs. Itu adalah bagian dari strateginya.

Dugaan terkait berdasarkan pengetahuan yang ada adalah :

1. Sebagai Penunjang dari Bisnis Utamanya : MESIN PENCARI

Inti dari bisnis Google adalah mesin pencari atau search engine, yaitu aplikasi web yang membantu pencarian informasi di dunia maya.

Lalu, bisakah mesin pencari menemukan sesuatu yang tidak ada? Jawabnya tidak. Mesin pencari harus mencari sesuatu yang "ADA", kalau tidak ada, ia tidak akan bisa menemukannya.

Disitulah peran platform BLOGGER.

Tersedianya platform BlOGSPOT atau BLOGGER secara gratis mendorong jutaan orang untuk mempergunakannya dan membuat blog. Jutaan tulisan diterbitkan setiap harinya ke internet dari seluruh penjuru dunia.

Menurut situs tanya jawab Quora, perharinya ada lebih dari 2.75 juta artikel baru terbit. Lebih dari 60 juta artikel perbulan. Bila, para blogger yang memakai platform gratis blogspot menerbitkan 50% saja, maka ada lebih dari 1.375 juta artikel perhari hadir lewat BLOGGER.

Dan, angka ini memberikan banyak opsi atau pilihan bagi Mesin Pencari Google untuk menyediakan artikel yang informatif bagi para pengguna mesin pencarinya. Mereka memiliki banyak pilihan karena para blogger ini menyediakan umpan dan makanan bagi Search Engine.

Tidak seratus persen gratis karena tulisan-tulisan karya para blogger dunia dipergunakan oleh Google untuk menarik minat pencari informasi.

Bisa dikata para blogger berperan sebagai penyedia konten dan tanpa dibayar. Para blogger sudah sangat senang dapat mempergunakan berbagai fasilitas tanpa mengeluarkan uang dan Google tidak perlu mengeluarkan uang untuk menggaji mereka, yang tentunya akan tidak murah kalau dilakukan secara khusus.

Cerdik kan?

2. Tempat Memasang Iklan

Tahun 2015, Google mendapatkan penghasilan sebesar US$ 75 Billion atau 75 Milyar Dollar, atau sekitar lebih dari 923 triyun rupiah. Sebuah angka yang luar biasa besar.

Dan, 68 Milyar Dollar diantaranya didapat dari iklan yang terkait dengan mesin pencari atau search engine. Angka ini mendekati 90% dari total pendapatannya.

Darimana pendapatan itu datang? Dari mereka-mereka yang berkunjung ke blog-blog yang tergabung dalam jaringan Adsense. Dimana sebagian diantaranya adalah blog-blog yang memakai server dan hosting gratis dari Google/Blogger/Blogspot tadi.

Bayangkan kalau Google memasang tarif pada platform Blogger. Pemakainya tidak akan sebanyak seperti sekarang karena bagaimanapun kata "GRATIS" itu adalah kunci dari kepopuleran platform blog gratis ini.

Kalau harus mengeluarkan uang, para blogger tentu harus berpikir ulang. Dan, sebagian besar tidak akan mau menggunakannya.

Hasilnya, pemilik blog/website akan berkurang. Selain penyedia konten berkurang banyak, tempat dimana iklan bisa dipasang juga akan terbatas. Ujungnya, pembaca, yang merupakan pasar iklan juga berkurang pula.

Hal ini tidak akan menguntungkan karena akan mengurangi pendapatan dari Google juga.

Jadilah, hingga sekarang platform Blogger/Blogspot tetap digratiskan. Bahkan, para blogger lebih dimanjakan dengan fasilitas lain, seperti terkoneksi dengan Google Foto dan sejenisnya. Hal ini untuk menjaga dan memastikan bahwa penyedia konten mereka tidak kabur yang tentunya bisa berakibat buruk bagi bisnis mereka juga.

Cerdik bukan?

Cool. Keren.

Disinilah ada hal yang bisa dipelajari, tergantung dari sudut pandang mana dan kemampuan menelaahnya. Ada cukup banyak hal yang seharusnya menginspirasi kita :

1. Berpikir ke depan 


Google tidak berpikir untuk meraup untung segera. Butuh waktu sebelum komunitas blogger terbentuk dan iklan bisa terpasang. Artinya, akan butuh waktu sebelum uang bisa masuk ke rekening mereka.

Rencana dibuat bukan untuk meraih keuntungan sesaat tetapi keuntungan di masa depan.

2. Berani Berinvestasi dan Mengambil Resiko

Jutaan dollar dulu dikeluarkan dan pengembalian belum pasti. Itulah situasi yang dihadapi Google saat membeli Blogger.

Mereka menggelontorkan uang dan mengambil resiko.

Bukankah hal ini seharusnya bisa menginspirasi kita para blogger, seperti :

a) Jangan terfokus pada mengejar uang saat ini karena proses membangun dan mengembangkan blog itu sendiri akan makan waktu lama. Lebih baik berpikir ke depan dengan menginvestasikan tenaga dan kreatifitas kita untuk menulis dan menyediakan konten.

b) Jangan takut untuk mengeluarkan uang. Jika memang dirasa perlu memakai hosting sendiri, keluarkan uang untuk menyewanya. Jika perlu template yang terkesan "profesional", memakai template premium yang tidak gratisan bisa menjadi langkah awal.

Berpikir ke depan, berani berinvestasi, dan ambil resiko. Ditambah dengan kerja keras dan pantang menyerah, maka pada akhirnya suatu waktu kita akan bisa menikmati hasilnya.


Bukankah pada dasarnya sama antara blogger (kalau memandang blognya sebagai investasi dan bisnis-untuk menghasilkan uang) dan bisnis ala Google? Mengapa kita tidak belajar dari sang raksasa saja yang jelas sudah terbukti hasilnya dibandingkan belajar dari mereka yang tidak jelas kesuksesannya?

Iya kan?


8 Responses to "Belajar Dari Google : Mengapa Google Tetap Menyediakan Platform BLOGGER Gratis"

  1. Saya jadi teringat, ketika sekitar tahun 2010 ditawari jadi pengiklan adsense. Kesannya Google yang memohon agar saya bersedia menampilkan iklan adsense di blog saya.

    Tapi itulah strategi pasar mereka. Saat ini keadaan sudah berbalik para bloggerlah yang memohon agar adsense bisa tampil di blog mereka.

    Keadaan yang sama pun kini terjadi pada Youtube. Dulu adsense dijaja dengan murah di Youtube. Kini keadaan juga sudah berbalik.

    Saya pribadi masih menggunakan fasilitas gratisan dari Google ini. Setidaknya saya ingin menekankan pada diri saya bahwa hubungan kami adalah partner. Dengan kata lain, apa yang saya lakukan harus didasari oleh keinginan saya sendiri, bukan karena tuntutan Google.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebuah pendirian yang bagus Nisa. Kita kerjasama dan bukan saya membutuhkan dia. Posisinya adalah dua partner yang saling menguntungkan.

      Delete
  2. Ulasan yang sangat mantabs! Google saat ini menjadi raksasa nomor 1. Yang saya kagumi adalah keberaniannya berinvestasi itu. Yang tujuannya hanya memberikan makanan bagi mesin pencari miliknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap.. karena dia memprediksi dan kemudian membuat rencana berdasarkan prediksinya itu. Mereka tidak hanya sekedar berpikir untuk hari ini saja

      Delete
  3. Google Sepertinya Berencana Menguasai layanan Via Internet Di Seluruh Dunia dng menyediakan berbagai aplikasi seperti Youtube, blogger , Google Map , layanan domain dll. Sehingga bisa mendepak secara halus dan perlahan kompetitornya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua bisnis akan berusaha mengarah kesana dan menyingkirkan pesaingnya. Jadi tidak heran kalau Google merencanakan itu

      Delete
  4. Strategi pasar dari Google memang diacungi jempol.
    Dan sekarang, Google menjadi raksasa internet dunia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi kalau mau meniru.. tiru saja Google ya mas?

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel