Pertanyaan-Pertanyaan Bodoh Bin Konyol Seperti Ini Tidak Akan Membuat Anda Menjadi Blogger Yang Pandai

Pertanyaan-Pertanyaan Bodoh Bin Konyol Seperti Ini Tidak Akan Membuat Anda Menjadi Blogger Yang Pandai

Kasar yah judulnya. Padahal, seorang bertanya berarti ia ingin tahu sesuatu dan menjadi lebih baik, pintar, atau pandai. Mengapa harus dikomentari dengan "kasar"seperti itu?

Sayangnya, memang kenyataannya pertanyaan-pertanyaan konyol bin bodoh memang tidak akan pernah membuat seseorang menjadi pandai. Dalam hal apapun, bukan hanya di dunia blogging, tetapi juga di dalam berbagai hal yang lain.

Contoh beberapa pertanyaan konyol ini bisa ditemukan di Komunitas Indonesia Adsense Publisher Discussion di Googole Plus.

Coba lihat saja beberapa screenshootnya.




Mengapa saya katakan pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak akan membuat yang bertanya menjadi pandai dan pada akhirnya tidak akan menjadi blogger yang pintar dan berhasil.

1. Mereka Tidak Akan Mendapat Jawaban !

Bertanya memang sebuah jalan untuk mengorek pengetahuan dari orang lain. Benar sekali. Sayangnya, untuk melakukannya perlu "pertanyaan yang tepat".

Coba saja tanyakan di forum blogger manapun pertanyaan "Bagaimana cara menghasilkan uang dari ngeblog?"

Apakah Anda akan mendapat jawaban? Kemungkinan besar TIDAK. Paling bagus, ya penjelasan singkat penuh basa basi dan tidak memberi penjelasan rinci tentang caranya.

Mengapa? Ya karena para blogger seharusnya tahu bahwa jawabannya akan panjaaaang sekali dan bisa membuat keriting jari kalau harus menjawab pertanyaan seperti itu. Apalagi, hal-hal seperti itu sudah banyak sekali ditulis oleh para blogger sebelumnya di ribuan blog.

Jadi, kebanyakan member grup tersebut tidak akan menanggapi secara serius pertanyaan konyol model begini. Hanya membuang waktu saja.

Ajukan pertanyaan yang tidak membuat orang yang ditanya MALAS untuk menjawab dengan mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengundang jawaban.

2. Kemalasan

Lebih cepat mana mendapatkan jawaban dari member senior IAPD atau dari Mesin Pencari Google?

Jawabannya, lebih cepat Google! Cukup ketikkan apa yang ingin diketahui dan hanya dalam hitungan sepersekian detik akan hadir berbagai tulisan yang berisikan informasi yang lebih lengkap dan jelas tentang hal-hal yang mungkin berkaitan.

Banyak sekali. Bisa mencapai ribuan.


Saking banyaknya, yang bertanya akan kerepotan untuk membaca semuanya.

Lalu, kenapa harus bertanya seperti itu?

Kemungkinan besar karena mereka terlalu malas untuk mengklik link dan membaca isinya. Mau tidak mau kalau mencari lewat Google, maka yang bertanya harus mau membaca. Jika mereka pilih bertanya di forum yang tidak bisa memberikan jawaban selengkap it, alasan terbesarnya adalah rasa malas membaca itu.

Mirip dengan seorang yang lapar, dan sudah disediakan makanan lengkap di meja makan, tetapi karena malas berjalan, ia menelpon orang tak dikenal untuk mengambilkan makanannya itu.

Kemalasan tidak akan pernah membuat orang menjadi pandai, pintar, dan sukses. Dalam hal apapun, termasuk dalam ngeblog. Jika ia tidak mau merubah pola pikirnya, ia tidak akan bertahan lama dalam dunia blogging yang mengharuskan orang membuang kemalasannya.


3. Tidak Kreatif

Menjadi blogger/Adsenser atau atau apapun istilahnya diharuskan memiliki daya kreatif agar mampu mengembangkan ide yang ada di kepala. Dengan begitu, ia dan blognya akan mampu berkembang dan terus berkembang.

Tanpa itu, sebuah blog akan bantat dan bloggernya akan berhenti ketika ia tidak kreatif.

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah sesuatu yang sangat tidak kreatif. Mereka tidak bisa memikirkan cara kreatif untuk bertanya agar bisa mendapatkan jawaban. Lebih mirip rengekan "anak bawang" yang minta diajak bermain.

4. Tidak Mandiri

Blogger atau Adsenser atau siapapun yang berniat mencari uang via internet harus mampu berdiri sendiri.


Blogger adalah tokoh kunci di balik blognya. Kepada sang blogger lah si blog menggantungkan hidupnya (ebay.com tapi kenyataan kan). Untuk itu mereka harus mandiri tanpa harus bergantung pada siapapun.

Kalau mereka tidak mandiri dan tergantung pada seseorang, sebenarnya mereka hanyalah tukang ketik suruhan orang saja. Bukan blogger. Tukang ketik sulit menjadi kaya, yang bisa menjadi kaya dan sukses adalah bossnya tukang ketik karena ia bisa memanfaatkan tenaga si tukang ketik untuk emnghasilkan keuntungan bagi dirinya.

Nah, pertanyaan-pertanyaan bodoh seperti di atas sangat menunjukkan ketidakmandirian. Alih-alih berusaha mencari jawaban via Google atau cara lain, mereka lebih suka mengemis penjelasan pada orang-orang tak dikenal berbekal kata "bos,mastah, dan usaha merendah".

Mereka persis bayi yang minta disuapi.

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu saya sebut konyol karena benar-benar tidak akan menghasilkan jawaban yang benar. Pertanyaan-pertanyaan bodoh seperti itu juga memperlihatkan kepribadian yang bertanya. Sikap mentalnya dan pengetahuannya.

Seorang yang bodoh, selama ia mau belajar, ia suatu waktu akan berpengetahuan dan pintar. Tetapi, seorang yang tidak tahu, malas, tidak kreatif, tidak akan pernah menjadi pandai. Ia akan tetap menjadi orang yang malas dan tidak pintar.

Kunci pemecahannya hanya satu, yaitu MEMBACA. Semakin banyak membaca, maka semakin banyak informasi yang masuk. Setelah itu barulah ajukan pertanyaan yang tepat agar mendapatkan jawaban yang jelas dan tepat pula.

Bahkan, kalau mau, dengan meninggalkan kemalasan MEMBACA, seseorang bahkan tidak perlu bertanya. Ia bisa mencari pengetahuan itu via Google atau buku dan tidak akan perlu bertanya secara memelas dengan gaya seperti itu.

Gengsi bro and sis.

Tidak percaya? Saya bukan ahli IT dan sama sekali belum pernah ngeblog atau membuat website pada bulan Agustus 2014 lalu. Sangat minim pengetahuan tentang apa itu blog dan website. Hanya, saya kemudian senang wara wiri berkunjung ke berbagai website yang membahas tentang blogging.

Hasilnya, saya bisa menjadi publisher Adsense dan memiliki blog berpengunjung ribuan orang perhari. Dan, semua dilakukan hanya dengan banyak membaca dan mengajukan beberapa pertanyaan yang tepat saja.

Lalu, mengapa Anda tidak bisa? Sama-sama bisa membaca seperti saya kan?



Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

6 comments

untung tulisannya tdk dipublish di IAPD pak.........klu iya...mmm pasti ramai dech..komentnya.

klu saya pilih baca digoogle dl, klu tdk ada jwbn baru lempar ke Forum.

mastah diforum punya waktu sdikit...jd jwbanya....pasti irit sekali

mendingan google ajah......

Balas

Artikel ini mengingatkan saya pada seseorang ia adalah anggota IAPD juga. Saya sempat ngopi bareng.
Dan dia cerita ada yang pernah nanya ke dia katanya "bang bagaimana sih caranya bikin blog?" dia cuma heran dan bingung.. kan padahal tinggal ketik di Google aja pasti banyak jawaban disana.
Terus saat teman -teman kagum dia bisa punya banyak ilmu blogging dan tau ini itu.
Dengan enteng dia jawab "Makanya Baca".
Temen-temen dan saya cuma bisa nyengir.

Balas

Iya Mas Anda.. sesederhana itu saja mereka malas mencari tahu. Makanya mengajukan pertanyaan konyol

Balas

Hahahah.. pernah kok saya ungkapkan seperti itu di IAPD...

Balas

Baca artikel ini jadi pengingat diri. Tapi sekaligus jadi teringat seorang teman saya, yang bahasa halusnya bertanya dengan polos, "Kamu belajar blog dari mana? Saya baca di internet ngga ngerti-ngerti, kecuali dijelasin satu-satu secara langsung." Ya, gitu deh.

Balas

Hahahahaha.. iyah.. hanya, manusia itu kan diberi akal dan pikiran untuk terus berusaha. Soal ngeblog begitu sederhana, apalagi penjelasan beribu buah tersedia.

Hanya butuh sedikit kesabaran untuk belajar

Balas