Mengapa Mesti Bingung Menghadapi Algoritma Fred dari Google?


Beberapa bulan belakangan ini, tepatnya sejak Feb 2017 hingga Maret 2017, alias bulan ini, dunia blogging, atau internet lebih tepatnya dihebohkan dengan rumor, kabar, atau juga informasi tentang kehadiran Algoritma Fred.

Disebut rumor, gosip, atau informasi karena sebenarnya sama sekali tidak ada konfirmasi secara langsung dari pihak Google tentang keberadaannya. Bahkan, namanya sendiri sebenarnya bisa dikata dilontarkan secara bercanda dari salah seorang petinggi Google ketika ditanya tentang keberadaan algoritma tersebut.

Yang membuat heboh, rusuh dan bahkan cenderung ke arah panik adalah karena algoritma Fred ini memakan korban sangat banyak. Banyak website atau blog yang mengalami penurunan pengunjung sangat drastis, terutama yang mengandalkan pengunjung dari mesin pencari Google. Ada yang menyebut 50% dan bahkan ada yang mengatakan websitenya kehilangan 90% pengunjung dari mesin pencari.

Menurut rumor atau perbincangan di banyak blog atau website yang membahas SEO (Search Engine Optimization), algoritma ini menyasar blog-blog yang dibangun menggunakan skema link building. Meskipun demikian ada juga yang mengatakan menyasar blog atau website yang memakai iklan berlebihan.

Google sendiri hanya mengatakan bahwa apa yang dikejar oleh algoritma Fred adalah sesuatu yang sudah disebutkan pada Webmaster Guideline. Jawaban yang sebenarnya tidak mengindikasikan apapun karena banyak sekali hal yang terangkum di dalamnya.

Yang mana yang benar lagi-lagi susah dikonfirmasi karena tidak ada konfirmasi dari pihak Google sendiri. Mayoritas adalah dugaan berdasarkan pengamatan mereka saja.

Di dunia blogging Indonesia sendiri, kehebohan pun melanda. Situasi yang sama dirasakan oleh banyak blogger yang melihat grafik statistik pengunjung cenderung menukik. Banyak yang berusaha menemukan tips atau trik untuk mengatasi keganasan Algoritma Fred ini.

Bagaimana dengan blog-blog yang saya kelola?

Tidak berbeda. Lovely Bogor, blog utama saya mengalami penurunan drastis dari mesin pencari hingga mencapai 40-45%. Kebetulan, saya memang tidak mengandalkan sosial media atau promosi lainnya untuk blog itu.

Heran memang sebenarnya. Lovely Bogor tidak dibangun menggunakan skema link building, blog zombie atau apapun. Bahkan, sangat jarang menyebar link di media sosial, bisa dikata bahkan sudah mendekati kata tidak pernah kecuali memasang link di Google Plus milik sendiri.

Itu saja.

Tetapi, hanya sebentar kebingungan itu melanda. Saya menemukan cara yang menurut saya tepat untuk mengatasi amukan Algoritma Google itu.

Caranya?

Dengan tidak memikirkannya atau mencoba mencari tips dan trik untuk mengatasinya. Yang saya lakukan hanyalah terus menulis dan menulis saja.

Alasan mengapa tidak perlu memikirkan Algoritma Fred dari Google

Untuk apa?

Itu pertanyaannya.

Ya, untuk apa. Kita tidak tahu dengan pasti apa yang menjadi sasaran si Fred ini. Apakah backlink? Apakah konten? Apakah iklan?

Semua yang ada hanyalah dugaan saja. Tidak ada yang pasti.

Lalu, bagaimana mencari pemecahannya jika akar permasalahannya, yaitu apa yang ditargetkan si Fred tidak diketahui? Bagaimana dokter memberikan resep obat kalau penyakit sang pasien tidak diketahui.

Masing-masing boleh mencoba mengemukakan teori tentang bagaimana mengatasinya. Silakan saja tidak ada yang melarang. Tetapi, bagi saya, usaha ke arah sana adalah sesuatu yang membuang waktu saja.

Algoritma ciptaan Google akan selalu diupdate secara berkala, bahkan tiap hari. Tujuannya tentu saja, sebagai sebuah perusahaan yang mengandalkan pada konten yang berkualitas, Google akan selalu memperbaiki cara untuk menyaring dan memisahkan website atau blog yang menyediakan informasi bermanfaat dari yang tidak.

Mereka akan terus menemukan cara baru dan menyempurnakan cara yang ada agar apa yang ditampilkan di SERP (Serach Engine Result Page) adalah yang benar-benar pantas dan layak berada disana. Bukan artikel-artikel yang mengandalkan pada banyaknya backlink.

Setiap hari akan ada update yang mereka lakukan.


Jadi, bagaimanapun kita tidak akan bisa mencoba mengatasi algoritma Google karena mereka akan terus merubahnya?

Mengapa hanya menulis?

Lucu mungkin. Sangat tidak ilmiah. Tidak apa-apa.

Tetapi, tujuan Google hanya satu dengan berbagai algoritmanya, menemukan website-website, blog-blog yang berisi artikel berkualitas dan bermanfaat bagi pengguna mesin pencarinya.

Fokus mereka adalah konten, konten, konten. Tentunya yang berkualitas (menurut mereka).

Lalu, bagi saya hanya ada satu cara menghadapinya, yaitu dengan menulis. Dengan begitu semakin lama kemampuan saya menulis dan menyajikan informasi akan semakin baik. Semakin baik tulisan saya dan semakin bermanfaat, maka pada waktunya pengunjung akan datang.

Itu saja.

Kalau Anda mau, silakan coba cari tips dan trik. Tetapi, saya pastikan Anda akan butuh waktu untuk mencoba tips dan trik tersebut. Hasilnya, bisa gagal, bisa juga berhasil. Tidak ada jaminan. Cara itu pun tidak akan bisa mengantisipasi kemungkinan berbagai update algoritma yang ada atau yang baru.

Buat saya, hal itu membuang-buang waktu saja.

Lebih baik dipergunakan untuk memperbaiki diri dan mengembangkan kemampuan menulis saja. Dengan begitu, setidaknya saya akan berkembang menjadi penulis atau blogger yang lebih baik lagi dari saat ini. Jika ternyata hal itu dinilai oleh Google sebagai hal yang bagus, mungkin mereka akan memberikan satu atau dua slot di halaman SERP bagi tulisan saya.

Kalau tidak? Tak masalah. Saya akan mencari cara untuk membuat pengunjung datang kembali. Bukankah banyak jalan menuju ke Roma? Mendapatkan pengunjung dari mesin pencari memang enak, tetapi bukan satu-satunya cara.

Untuk saat ini, saya belum memikirkannya terlalu dalam, dan memang tidak banyak ambil pusing, walau banyak blogger seperti manyun dan panik. Saya hanya terus melakukan apa yang blogger harus lakukan saja.

MENULIS.

4 Responses to "Mengapa Mesti Bingung Menghadapi Algoritma Fred dari Google? "

  1. Adanya AGF sepertinya akan membuat blog - blog dengan trik polos, mendapat kesempatan yang sama untuk mencicipi bertengger di halaman pertama Pak,mungkin sich....

    dan secara umum akan mendidik para blogger jadi lebih baik dalam blogging, tujuan google pasti untuk keuntungan kedua belak pihak.

    kalau saya sich santai2 saja....panik tidak, menulis juga tidak,,,hehehe.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha kok menulis juga tidak.. lagi bete yah...

      Memang menurut saya juga begitu bahwa AGF lebih mementingkan konten dan tujuan akhirnya memang bagus.

      Kenapa kok tidak menulis Kang.. bosen yah

      Delete
    2. hehe,,bukan lagi bete,,tapi lagi sibuk cari 2 gambar,,,di alam bebas pak...hehe.

      Delete
    3. Semangat kang.. jangan patah semangat. Apalagi masih muda..

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel