Kenapa Menjadi Cengeng Hanya Karena Nilai BPK (Biaya Per Klik) Kecil?


Lucu saja melihatnya. Jagad blog Indonesia, seperti biasa dipenuhi kembali dengan keluhan para blogger Indonesia soal BPK atau Biaya PerKlik yang sangat kecil.

Ancur-ancuran. Begitu kata banyak dari mereka.

Ada yang menyamarkan kepedihan hatinya melihat BPK, CPC (Cost Per Click istilah kerennya, dengan postingan menanyakan solusi, walau sebenarnya tidak menutupi apapun. Banyak yang terang-terangan mengungkapkan kegeraman karena BPK Indonesia yang menukik seperti itu.

Situasinya, kalau boleh dikata mirip dengan sebuah kelas di Taman Kanak-Kanak. Ada yang terang-terangan mewek. Ada yang merengek dan merajuk, persis kayak anak balita yang tidak kebagian mainan.

Lucu.

Kok lucu? Kenapa tidak kasihan?

Untuk apa? Untuk apa merasa kasihan?

Biaya per-Klik iklan yang naik turun adalah sebuah kewajaran. Adsense bukanlah sebuah organisasi nirlaba alias non-profit yang dengan tulus iklas akan menyajikan uang kepada publishernya dalam nampan emas.

Adsense juga harus mendapatkan untung dan profit. Kalau pengiklan mengurangi biaya promosi, maka otomatis harga yang ditawarkan pun harus diturunkan, kalau tidak Adsense akan rugi. Mana ada unit bisnis yang mau mendapatkan rugi, semuanya maunya untung.

Begitu juga dengan para pengiklan. Mereka memasang iklan dengan tujuan akhir meningkatkan penjualan. Kalau mereka berpikir bahwa iklan mereka akan sia-sia, untuk apa iklan harus tetap ditayangkan. Lebih baik untuk biaya operasional.

Intinya, iklan yang dipasang di blog para Adsense publisher adalah sebuah bisnis yang tentunya sangat terpengaruh oleh hal dasar dalam dunia bisnis, Untung dan Rugi.

Oleh karena itu, naik turunnya BPK iklan dari Adsense adalah sebuah bagian dari kehidupan di dunia bisnis.

Hal seperti ini bukan cuma sekali dua dikemukakan. Ribuan tulisan tentang naik turunnya BPK dan pendapatan dari iklan sudah terbit. Banyak, tak terhitung,  blogger sudah mengatakan hal serupa sejak dahulu.


Bukan sebuah barang baru di pasaran.

Semua orang yang hendak terjun dalam dunia "blogging" sudah harus menyadari fakta ini. Tidak bisa tidak.

Lalu untuk apa merasa kasihan?

Lucu, karena fakta inis udah ada sejak lama dan bertebaran dimana-mana. Masalah ini sudah diulas berulangkali dan menemukannya sama sekali tidak susah. Kalau ada yang masih mengeluh tentang hal yang sama, lucu saja karena mereka seperti berharap masuk ke dalam istana yang akan melayani mereka. Padahal dunia sebenarnya yang dimasuki adalah dunia bisnis yang keras dan kompetitif.

Adakah solusi untuk Biaya Per Klik kecil?

Beberapa orang tidak mau terbuka tentang rengekan mereka soal ini. Banyak yang memposting di forum-forum blogger atau adsenser untuk menanyakan solusinya.

Bagi saya, hal seperti itu adalah rengekan.

Dengan sudah berlimpahnya tulisan tentang BPK atau CPC ini, sebenarnya mereka tinggal membaca dan kemudian mennyimpulkan sendiri.

Menanyakan lagi hal yang sama dan mengharapkan jawaban yang "memuaskan" hatinya mirip dengan gaya anak kecil minta permen yang terus bertanya supaya akhirnya orangtuanya menyerah dan memberikannya permen. Bisa juga dianalogikan seperti orang pergi ke dukun untuk mendapatkan obat ajaib nan mujarab.


Kenyataannya, TIDAK ADA yang seperti itu.

Penentuan biaya iklan tidak bisa diatur oleh tangan blogger. Itu adalah hasil dari sebuah sistem yang dibuat agar makelar iklannya tetap untung. Sementara pengiklan tidak dirugikan dan publishernya mendapatkan sedikit kue dari sana.

Tidak ada solusi "pasti" nan mujarab yang bisa dilakukan para publisher atau blogger agar BPK iklan di webnya tidak terlalu kecil. Hal ini ditentukan oleh proses yang panjang dan publisher sama sekali tidak terlibat di dalamnya.

Jadi bagaimana bisa?

Oleh karena itu kalau ada yang menanyakan (lagi) solusi untuk mengatasi masalah BPK kecil bisa dikata cuma rengekan dari seorang blogger manja yang malas berpikir.

Apalagi banyak tips dan trik tentang bagaimana memilih iklan ber BPK tinggi? Seharusnya mereka tinggal menganalisa dan memilih jalan yang "memungkinkan"nya untuk mendapatkan hasil lebih baik. Lalu, mengapa harus bertanya?

Tentunya, pasti berharap ada "solusi" ala Kanjeng Dimas yang bisa membuat duit berganda tanpa harus kerja keras. Malas intinya karena hal seperti itu tidak ada.

Perlakukan blog sebagai unit bisnis

Mentalitas cengeng seperti ini sudah seharusnya dibuang, kalau memang uang menjadi tujuan utama. Perlakukan blog sebagai unit bisnis.

Berpikir kreatif, bekerja keras, dan terus berusaha.

Sudah pasti akan ada naik turun, Anda terjungkir balik karena itu, tetapi mau tidak mau harus tetap berjuang untuk mendapatkan hasil.

Itulah mengapa saya sebelumnya menulis artikel ngeblog karena uang : Berhenti jadi blogger. Jadilah wirausahawan atau internet marketer.

Paling tidak, kedua profesi itu jelas membutuhkan mentalitas pejuang yang tidak kenal menyerah. Dengan begitu sikap mental lembek dan cengeng bisa dibuang jauh-jauh.

Setidaknya dengan begitu tidak ada lagi yang menanyakan solusi bagi permasalahan BPK kecil. Karena jawabannya sudah jelas, kita sebagai publisher atau blogger yang harus menemukannya sendiri, kalau kita ingin uang masuk lebih banyak dari blog kita.

Bertanya-bertanya terus hal yang sama, hanya membuang waktu dan tidak akan mendapatkan hasil apapun. Yang ada adalah menyebarkan aura negatif pada semua orang.

Fokus, fokus, fokus. Bekerja, bekerja, bekerja. Dan bukan, nanya lagi, nanya lagi. Mewek lagi mewek lagi.

Kecuali mewek dibayar, kayak artis, tidak ada gunanya mewek.  Apalagi Adsense boro-boro mau mendengar rengekan publishernya.

Be strong guys. Keep on fighting. Kata "Queen" juga, it is a hard life. Menghasilkan duit dari blog itu memang keras, kawan! Mewek dan menjadi cengeng tidak akan mendatangkan hasil apa-apa.


8 Responses to "Kenapa Menjadi Cengeng Hanya Karena Nilai BPK (Biaya Per Klik) Kecil?"

  1. Waduh ,,,waduh,,,sepertinya Pak Anton lagi keselll,yach,,,sabar toh Pak…hehehe...

    1. Saya membaca komentar Pak Anton di Sebuah Forum, tentang keluhan seseorang tentang peghasilan adsense yang menurun dan saya lihat keluhannya dan komentarnya cukup sengit..

    Mungkin hal tersebut yang mendorong Pak Anton menulis artikel ini.

    2. Saya sependapat bahwa nilai BPK / CPC tidak bisa kita atur, sebab itu adalah ketentuan dari pihak penyedia Iklan bukan kekuasaan dari penayang iklan seperti kita.

    Tugas kita adalah menempatkan iklan sesuai kebijakkan Adsense dan menarik pembaca dengan cara yang sesuai kebijakkan Google.

    Soal berapa kita di bayar kita hanya bisa menerima saja, karena jatah Kue yang sudah sedikit harus kita bagi lagi dengan orang lain, jadi seperti itu gambaran penghasilannya, mau diapakan lagi,,,

    3. Menurut saya Perusahaan pengiklan seperti GA pastilah sudah berpikir dengan Adil, berapa biaya untuk memasang iklan, berapa target keuntungan buat GA, dan berapa komisi untuk penayang iklan.

    Dan berapa yang kita nikmati dari nilai BPK/ CPC itu sudah cukup adil.

    4. Melihat situasi seperti ini saya lebih cenderung tetap menulis saja dan mencari sumber alternative pendapatan lainnya, mengeluh terlalu lama akan membuat energy dan waktu terkuras sia – sia.

    5. Saya lebih suka memanfaatkan ke gundahan hati untuk di tuliskan diblog agar artikel menjadi bertambah dan unek – unek menjadi keluar, tapi kalau soal pertanyaan yang sulit di temukan di mesin pencarian maka saya lebih suka posting di forum, itu juga belum tentu ada yang bisa menjawab dengan tepat.

    6. “ Berkebun “ menggunakan media blog memang keras,,,kalau tidak tahan hujan dan panas, maka kebun tak akan pernah menghasilkan tanaman yang subur dan menghasilkan uang.


    ReplyDelete
  2. Kesel sih nggak Kang.. Cuma bingung aja. Pda cengeng banget sih jadi orang. Masalah yang sudah dibahas panjang lebar, terus saja diulang.. kayak kaset rusak.

    Salah satunya itu kang.. Abis dimana-mana yang dilihat kecengengan para blogger ngadepin situasi seperti ini.

    Ngeluh terus. Makanya sekalian saja dibuat tulisan. Biar rekan-rekan sesama blogger tahu bahwa hidup sebagai blog itu tidak mudah. Jangan bermimpi terlalu banyak kalau mau sukses

    ReplyDelete
  3. betul sich Pak Jangan Bermimpi terlalu banyak,,,,cukup satu saja,,yaitu bisa gajian dari Adsense tiap bulan saja sudah cukup,,,,terus di Usahakan melalui sebuah karya yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  4. Saya mimpinya juga cuma satu Kang... Jadi kayak Linda IKeji atau Mashable dah.. itu saja... :D :D :D

    ReplyDelete
  5. Berfikir kreatif, Bekerja keras, dan terus berusaha.

    benar sekali ini pak anton..

    banyak yang usahanya masih belum maksimal, sudah mau protes, di kasi gaji dari adsense juga, masih mau protes, lagian dia protes sendiri menghasilkan apa cobak, mending berikan waktu untuk protes itu buat perbaiki blog lagi.

    ReplyDelete
  6. Sangat menarik tulisannya kang. Membuat sadar kita-kita yang terus mengejar BPK.

    ReplyDelete
  7. "Berpikir kreatif, bekerja keras, dan terus berusaha."

    Kutipan yang pas! Saya sekarang baru paham apa itu BPK melalui tulisan bapak. Awalnya saya tidak mengerti, kenapa sebagian blogger mempermasalahkan ini. Dan ternyata, hmm...

    Lebih baik tetap berkarya dan kreatif. Karena tulisan yang unik, pasti nggak disangka-sangka sering dicari pembaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya memang. Bukankah kalau mau sukses memang harus begitu. Tidak ada orang sukses yang tidak bekerja keras, tidak kreatif, dan cuma mewek terus-terusan.

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel