Sebaiknya Tidak Membuat Blog Tentang Blogging, Bila Anda Blogger Pemula

Sebaiknya Tidak Membuat Blog Tentang Blogging, Bila Anda Blogger Pemula


Bukan sebuah keharusan sih. Kebetulan saya bukan seseorang yang gemar untuk menggiring orang lain untuk mengikuti pendapat dan pandangan saya. Apalah awak ini.

Tetapi, tidak terhindarkan. Perjalanan saya di dunia ngeblog selama ini memang menunjukkan bahwa membuat blog tentang blogging  sebisa mungkin harus dihindari oleh para pemula.

Bukan tanpa alasan dan mengada-ada, tetapi situasi dan kondisi di dunia blogger Indonesia memang menunjukkan bahwa hal tersebut tidak akan menguntungkan.

Sebut saja :


1. Jumlah Blogger Indonesia menurun


Indikasinya bisa dilihat di dunia maya. Banyak sekali blog yang menganggur dan terbengkalai. Persis seperti rumah kosong tak berpenghuni. Tidak terhitung blog dengan tanggal terakhir update 3-4 tahun yang lalu.

Gejala ini sudah diprediksi oleh beberapa pengamat media sosial sejak tahun 2012-2013 yang lalu. Mereka memprediksi bahwa blog akan tergerus oleh semakin meraksasanya media sosial. Hasilnya memang terlihat belakangan ini.

Memang ada sedikit rebound di tahun 2015 yang lalu, tetapi angknya kecil dan tahun 2016 ini prediksi suram kembali terlihat.

Dengan mengecilnya jumlah blogger Indonesia, maka mau tidak mau pasar pembaca bagi blog tentang ngeblog pun akan mengecil. Kuenya mengkerut.

2. Blogger Senior susah untuk dikalahkan

 

Masalah lainnya yang akan dihadapi pemula adalah bagaimana menembus benteng dengan nama Blogger Senior, terutama yang berfokus pada tutorial blogging dan online marketer.

Dengan skill dan kemampuan tehnik mereka, dalam bidang SEO dan juga berbagai hal terkait blogging,  sulit rasanya bagi para pemula untuk bisa bersaing.

Artikel-artikel dan web mereka sudah dilimpahi oleh ratusan bahkan ribuan backlink sulit untuk dijungkalkan dari posisi mereka di halaman SERP mesin pencari. Belum lagi nama yang sudah berkibar di blogsphere Indonesia.

Sulit. Walau tidak bisa disebut tidak mungkin, tetap saja mendekati mission impossible untuk bersaing dengan para mahaguru di bidang blogging.

3. Dunia blog tentang ngeblog sudah terlalu padat

 

Hampir setiap pemula yang baru masuk dunia blogging biasanya, paling tidak akan menulis juga tentang bagaimana ngeblog dan tetek bengeknya. Hasilnya, hampir tidak ada yang tidak membahas tentang blogging.

Persaingan dalam niche tentang blogging mirip dengan situasi jalanan saat mau lebaran yang bukan Lebaran Kuda.

Dengan semua ini, maka kue niche tentang blog dan ngeblog yang sudah mengecil harus dibagi jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya. Akhirnya, jatah setiap orang akan ikut menjadi sangat mini, kecuali tentunya para blogger yang sudah malang melintang lebih dahulu.

Memang, persaingan yang ketat akan mendorong orang untuk terus berpikir kreatif. Tetapi, sayangnya,  kompetisi seperti ini juga akan memakan korban.

Hukum rimba berlaku dalam lingkungan dengan kompetisi seketat ini. Meskipun banyak yang bilang sesama blogger akan saling menolong, tetapi pada kenyataannya, yang kuat akan menjadi yang menang. Yang lemah yang akan menjadi korbannya.

Oleh karena itulah, saya sarankan kalau Anda atau siapapun berniat mencapai kesuksesan di dunia blogging, temukanlah niche lain. Masih banyak hal yang bisa dijadikan topik dan berpotensi di masa datang, seperti lingkungan, tehnologi, dan masih banyak lainnya.

Tetapi, semua itu terserah pada Anda.

Ini hanyalah sebuah pandangan. Ada kemungkinan salah, tetapi ada kemungkinan benar. Kalaupun Anda memutuskan untuk terjun dalam persaingan seketat ini, bersiaplah untuk melalui jalan yang panjang dan penuh bebatuan.

Berat dan sangat berat. Butuh bukan hanya tenaga, pikiran, biaya, tetapi juga kesabaran dan komitmen yang lebih besar dari sebelumnya untuk menjalaninya.

Kalaupun saya memutuskan untuk tetap terjun dengan blog Maniak Menulis ini, saya bahkan tidak ingin berpikir tentang peluangnya. Saat ini bisa dikata kemungkinannya masih di bawah 1% saja.

Tidak lebih.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments