Membangun Brand atau Citra Blog Bukanlah Sebuah Pekerjaan Mudah

Kalau kita melihat lambang berlian seperti foto di samping paragraf ini, apakah yang akan muncul di benak kita?

Mercedez Benz? Bisa jadi. Ada satu lagi yang pasti akan muncul, mobil mewah, mahal, dan nyaman. Betul tidak?

Rasanya demikian, karena memang Daimler Benz membangun brand atau image mobil-mobilnya dengan mentargetkan kalangan atas sebagai pasarnya. Oleh karena itu mereka menyingkirkan berbagai unsur yang bisa membuat mobil mereka sebagai mobil rakyat karena mobil rakyat biasanya diidentikkan dengan harga murah.

Sesuatu yang sangat tidak diinginkan oleh perusahaan tersebut. Lagi pula, kalangan kebanyakan tidak akan mampu membayar harga mobil berlambang segitiga atau berlian ini.

Mengapa harus membangun brand atau citra blog ?

Sebagai pembeda, penarik perhatian 

Coba kita bayangkan sejenak, dalam kerumunan ribuan orang berseragam warna hijau, contohnya tentara yang sedang berbaris, apakah Anda bisa melihat sesuatu yang berbeda? Jawabannya akan menjadi sesuatu yang sangat sulit dilakukan. Bahkan, terkadang orang-orangnya pun terkesan sama saja karena dalam tentara tinggi pun sudah ditetapkan.

Lalu, coba suruh seorang berpakaian biasa saja, bukan seragam tentara ke dalam barisan tersebut. Bisakah Anda menemukannya?

Sekarang bayangkan dunia blogging, Ambil satu contoh kecil saja, kalau Anda memasukkan sebuah kata kunci terkait ngeblog ke dalam mesin pencari google, apakah pernah hasilnya hanya satu atau dua artikel saja? Tidak pernah. Paling sedikit akan ada belasan halaman hasil pencarian yang muncul di layar.

Hal ini menunjukkan bahwa bahkan satu tema kecil pun sudah ditulis ratusan, ribuan, bahkan jutaan kali oleh orang-orang di seluruh dunia. Semua topik sudah pernah dibahas.Lalu, apa yang bisa membuat calon pembaca tertarik untuk membaca tulisan-tulisan kita?

Disitulah kunci mengapa membangun brand blog itu penting.

Brand akan menjadi PEMBEDA blog yang Anda miliki dengan lainnya.  Dengan menjadi berbeda, maka blog yang Anda kelola akan lebih menarik perhatian. Bila perhatian orang sudah tertarik, biasanya otomatis mereka akan setidaknya memberi kesempatan.

Sebagai pengingat

Lambang berlian seperti foto di atas, otomatis orang teringat Mercedez Benz, mobil mahal, mewah.

Masyarakat mengingatnya.

Begitu pula dalam dunia blogging. Sebutlah Darren Rowse, maka orang akan teringat akan Problogger, blognya yang banyak membantu kalangan blogger untuk mengembangkan diri, atau Digital-Photography School, tempat yang cocok untuk belajar fotografi. Kalu di Indonesia, ingat nama Diana Rikasari, maka yang muncul adalah gaya berpakaiannya yang chic dan unik. GSM Arena akan selalu dikaitkan dengan gadget, smartphone dan tehnologi.

Brand adalah ciri khas atau karakter yang terlihat dari luar. Dengan ini sesuatu atau seseorang akan diingat dengan berbagai hal yang menjadi ciri khas mereka. Kalau mereka membutuhkan sesuatu terkait misalkan dengan handphone, maka mereka akan mencari di GSM Arena. Jika tidak ditermukan barulah mereka akan mencari di tempat lain.

Sebagai pemilah otomatis (menjadikan tertarget)

Kalau Anda punya uang 200 juta rupiah, akankah Anda pergi ke dealer Mercy untuk membeli sebuah mobil baru disana? Jawabnya pasti tidak. Dalam benak Anda sudah terbayang kisaran harga sebuah mobil di dealer tersebut, meskipun Anda belum pernah kesana.

Keuntungannya bagi sang dealer adalah ia tidak akan membuang waktu dan direpotkan oleh mereka-mereka yang tidak mempunyai uang cukup. Hanya mereka yang punya uang di atas 1 milyar yang akan mencoba datang kesana.

Pasar pembelinya dipersempit dan hanya akan menyisakan mereka-mereka yang mampu saja untuk membelinya.

Bagaimana dengan blog?

Katakanlah Anda membangun brand blog Anda sebagai "pakar tehnologi" dan sudah terkenal.Apakah mungkin seorang pencari resep masakan dan tidak menyukai hal-hal berbau tehnologi akan berkunjung kesana, rasanya tidak akan.

Pemilahan secara otomatis ini membuat pengunjung yang datang ke blog Anda akan sangat spesifik dari kalangan yang memang memerlukan informasi yang ada didalamnya. Mereka akan mencari hal-hal yang sama dengan yang Anda tuliskan.

Hal ini akan menguntungkan dari segi periklanan yang mengandalkan minat atau isi konten. Dengan kesesuaian antara isi tulisan dan minat pembaca, mereka bisa menampilkan iklan yang berkaitan langsung. Hasilnya, kemungkinan para pengunjung blog engklik iklan semakin besar karena memang sesuai dengan yang mereka cari.

Bagaimana membangun brand atau citra blog?

1. Membangun Niche Blog

Bukan berarti blog gado-gado tidak bisa, tetapi membangun brand blog lebih mudah dilakukan dengan niche blog.


Sejak awal, sebuah niche blog hanya memiliki satu tema. Fokus.

Dengan begitu perhatian para pembaca sudah langsung tertuju pada satu hal saja. Tinggal kemudian sang blogger harus menanamkannya lebih ladi dalam bentuk artikel-artikel yang mengena sasaran.

Mengena sasaran dalam hal ini seperti membantu memecahkan masalah atau memberikan hiburan. Dengan begitu kredibilitas blog dan sang blogger akan terus meningkat. Semakin besar akumulasi artikel yang tepat sasaran, semakin besar kemungkinan nama blog dan sang blogger akan muncul pertama kali kalau ada sesuatu yang berkaitan dengan niche blog yang dikelola.

(Catatan : blog gado-gado pun bisa dibranding, tetapi caranya akan berbeda dengan niche blog. Tulisan terpisah akan dibuatkan kemudian)

2. Membuat artikel tepat sasaran

Banyak blogger menyebutnya sebagai artikel "berkualitas", tetapi karena saya tidak sependapat dengan itu, maka istilah tepat sasarn dipergunakan.

Setiap ceruk pasar pembaca memiliki ciri dan karakter sendiri. Pembaca blog resep kebanyakan ibu-ibu memiliki waktu yang lebih luang dibandingkan blog otomotif yang pembacanya kebanyakan pria.

Artikel-artikel yang dibuat harus berisikan materi-materi yang mewakili apa yang banyak dicari oleh pembaca-pembaca dari kalangan ini. Begitu juga dengan gaya penulisan, harus mampu menyedot perhatian di kalangan tersebut.

Semakin banyak pembaca yang puas dengan berbagai artikel kita, nama brand pun akan semakin kuat.

3. Gunakan gaya yang berbeda

Baik dalam gaya penulisan, informasi yang disampaikan harus merupakan sesuatu yang unik.

Brand adalah pembeda, jadi apa yang ada di dalam blog Anda tidak boleh tidak berbeda dengan yang lain. Kalau tidak berbeda, maka blog Anda akan menempati posisi yang sama dengan blog-blog yang lain.

Pilihlah gaya menulis sendiri dan jangan hanya menjiplak atau meniru blogger lain. Seberapapun terkenalnya panutan Anda, jangan pernah meniru atau hanya sekedar menjadi corong bagi mereka.

Kalau memang perlu menentang pemikiran para blogger senior, lakukan. Dengan begitu Anda mengatakan pada dunia bahwa Anda berbeda, begitu juga blognya.

Temukan gaya sendiri. Buatlah brand sendiri.

4. Membangun Kredibilitas

Kredibilitas sangatlah penting dalam membangun brand bagi apapun, termasuk blog. Intinya adalah membangkitkan kepercayaan publik kepada blog atau bloggernya.Semakin tinggi tingkat kepercayaan orang terhadap sebuah brand, semakin baik pula kredibilitasnya di mata mereka.

Cara no 2 merupakan cara yang sudah sangat baik bagi sebuah blog. Meskipun demikian, hal itu bisa ditunjang dengan melakukannya lewat jalur offline atau lepas dari blog itu sendiri.

Seorang blogger bisa bergabung dengan komunitas-komunitas online ataupun offline yang setema dengan nich blog yang dipilihnya. Kemudian, ia bisa terjun langsung dan terlibat dalam memberikan solusi, informasi, dan apapun yang sesuai. Dengan ini maka kredibilitasnya sebagai seorang pemecah masalah akan sangat menunjang blognya sendiri.

Selain itu membalas komentar atau pertanyaan yang muncul di kolom komentar blognya pun sangat menentukan kredibilitas blognya sendiri. Kalau jawabannya memuaskan, maka kredibilitas naik, kalau tidak, maka turun.

5. Promosi yang tepat

Bukan hanya promosi seperti yang biasa dilakukan para blogger dengan menyebar link saja. Hal ini memang mendatangkan pembaca tetapi seringkali kita mengabaikan inti dari membangun brand blog.

Apakah sekedar melepas link pada sebuah komunitas berarti sebuah bibit brand ditanamkan?

Sama sekali tidak.


Coba renungkan sedikit, brand apa yang ingin ditanamkan ketika Anda menyebar link tentang tulisan SEO friendly di komunitas blogging? Brand sebagai blogger? Tidak bisa karena kebanyakan member juga blogger. Brand sebagai ahli SEO? Penjelasan tentang SEO bukan sebuah barang langka yang susah dicari. Hanya perlu mengetikkan beberapa kata saja, ribuan artikel tentang itu akan bermunculan. Belum lagi SEO merupakan topik yang akan selalu dibahas di kounitas blogging.

Jadi apakah brand bisa ditanamkan dengan cara seperti ini?

Tidak.

Salah tempat.

Promosi dengan cara seperti ini hanya akan mengundang pembaca yang hit and run. Begitu selesai baca, ya sudah. Seberapapun menariknya, dunia blog penuh dengan blogger yang menulis tentang artikel yang SEO friendly. Pilihan terlalu banyak dan akan selalu hadir muka-muka baru dengan gaya baru yang pasti lebih menarik.

Tetapi, coba Anda promosikan bagaimana cara menulis artikel dengan baik di sebuah komunitas non blogging seperti sekolahan atau tempat dimana Anda tinggal. Kemungkinan besar, setidaknya Anda akan mendapat brand sebagai seorang "blogger". Bisa juga mendapat label sebagai pemecah masalah.

Strateginya bisa bermacam-macam, begitupun caranya. Tetapi, kesemuanya harus dilakukan secara tepat dan penuh perhitungan. Melakukannya secara serampangan tidak akan membuat brand Anda terkenal dan diingat. Kalaupun diingat masyarakat biasanya brand sebagai spammer karena terlalu banyak nyebar link.

Berapa lama waktu untuk membangun brand sebuah blog?

 Susah dijawab.

Terlalu banyak variabel yang harus diperhitungkan dan sifatnya akan tergantung pada kemampuan masing-masing blogger.

Berapa lama Mercedez Benz membangun citranya sebagai mobil mahal? Puluhan tahun dengan biaya promosi yang sangat besar.

Tentunya untuk sebuah blog tidak akan selama atau semahal itu untuk membangun citra blog. Paling tidak berdasarkan sejarah blogging di dunia, akan membutuhkan waktu 3-5 tahun untuk sebuah blog menjadi sebuah brand. Coba saja tanyakan Maxmanroe berapa lama waktu yang diperlukan blognya agar memiliki kesan tempatnya para online marketer belajar. Bisa juga tanya Herman Yudiono tentang hal yang sama.

Dijamin, jawabannya bukan 3 bulan atau 6 bulan saja.

Sebuah kesalahan kalau ada yang mengatakannya butuh waktu sebentar. Bahkan PanduanIM yang katanya dikelola sebagai profesional saja, saya rasa belum bisa menyaingi brand Maxmanroe atau Asri Tadda sebagai tempat para blogger dan online marketer.

Belum bisa.

Saya katakan belum bisa karena sifat brand tidak akan statis. Ia bisa naik dan turun tergantung pada masyarakat.


Bisa saja sebuah brand saat ini terkenal, tetapi satu tahun kemudian menghilang. Sangat mungkin. Sebuah kesalahan dalam memberikan fakta atau ketidakramahan saat menjawab komentar bisa merusak nama brand di mata masyarakat.


Begitu juga sebaliknya, sebuah brand yang belum terkenal karena kegigihan dan keahlian pengelolanya, namanya meroket dan menjadi lebih terpercaya.

Semua bisa terjadi.

Sesuatu yang tidak mengherankan karena semua orang ingin menonjol, ingin berbeda, dan ingin diingat oleh masyarakat. Otomatis semua harus terus berusaha lebih baik dan lebih baik lagi. Tidak cukup dengan hanya "baik" saja.

Apalagi,membangun sebuah brand dan mempertahankannya berada dalam satu paket yang berharga mahal. Tidak bisa dipisahkan karena sebuah brand yang terbangun harus tetap dijaga dan dipupuk agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Perhatikan saja usaha dan biaya yang digelontorkan oleh pabrik rokok untuk menjaga citranya di dalam masyarakat.

Perjuangan membangun brand blog sudah membutuhkan waktu yang lama serta kerja keras yang tak henti. Tetapi, lebih lama lagi dan butuh perjuangan yang lebih keras untuk mempertahankannya.

Jadi, jangan tanyakan berapa lama. Hal itu semua tergantung pada kemampuan dan konsistensi Anda. Setidaknya saya sudah memberikan gambaran sedikit tentang hal itu.

0 Response to "Membangun Brand atau Citra Blog Bukanlah Sebuah Pekerjaan Mudah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel