Menanamkan Minat Baca Pada Anak Tidak Mudah, Butuh Waktu dan Biaya

Menanamkan Minat Baca Pada Anak Tidak Mudah, Butuh Waktu dan Biaya

Dasar blogger. Ada saja yang menulis berbagai trik ampuh untuk menanamkan minat baca pada anak. Benar-benar "clickbait" itu mendarah daging bagi banyak orang sehingga judul artikel saja dibuat bombastis sekali.

Dugaan saya, siapapuan yang mengatakan ada cara mudah, ampuh, dan pasti berhasil dalam soal menumbuhkan minat baca pada anak, kemungkinan besar yang membuat artikel belum punya anak. Kalau sudah ia tidak akan berani membuat judul yang menyesatkan dan tidak berdasarkan realita seperti itu.

Pengalaman saya sebagai ayah dari seorang anak laki-laki yang sedang beranjak dewasa menunjukkan bahwa perlu proses dan waktu yang panjang hingga ia menyukai membaca. Proses itu sudah dimulai sejak ia masih balita dan terus berlangsung hingga kini.

Bukan sebuah proses yang pendek dan hasilnya langsung bisa dirasakan.

Itulah kenapa saya bilang penulis yang memakai kata ampuh, ajaib, atau yang istilah bombastis lainnya, dalam hal ini tidak pernah tahu hal seperti ini. Makanya, kemungkinan dia belum punya anak sehingga bisa bermulut besar dan mengatakan ada trik ampuh nan ajaib.

Apalagi di zaman gadget seperti saat ini. Boro-boro ada yang ampuh karena perhatian anak-anak cenderung tersedot kepada gadget mereka. Butuh kreativitas dan perjuangan yang keras dari orangtua untuk bisa mengalihkan perhatian anak dari gadget ke buku.

Pengalaman saya menunjukkan bahwa ada beberapa tahap dalam proses menanamkan hobi membaca pada anak. Bukan sebuah patokan pasti dan setiap orangtua pasti memiliki pandangan sendiri. Saya hanya menggambarkan perkembangan yang dialami si kribo kecil (yang sudah tidak kecil lagi) sehingga ia sekarang memiliki hobi membaca.

Tahapan yang dilalui dalam hal ini dibagi menjadi empat (dan mungkin bisa bertambah karena si kribo masih tetap anak-anak dan belum dewasa hingga tulisan ini dibuat). Tahap itu adalah :

1. Tahap Balita

Sejak awal, kami sudah memperkenalkan buku kepada si kribo. Tentunya bukan buku tentang fisika, politik, atau yang berat-berat.

Bahan bacaan yang dipakai adalah yang banyak gambarnya. Semakin banyak, semakin bagus. Tidak ada tulisan pun tak apa karena toh ia belum bisa membaca. Kami, orangtuanya yang membacakan cerita, kadang berulang-ulang sampai yang membacakan cerita bosan sendiri (bisa sampai sehari 10 kali harus mengulang cerita yang sama).

Tahap ini memang membutuhkan pendampingan khusus karena anak balita biasanya belum bisa membaca dan masih sangat senang melihat gambar berwarna-warni. Orangtua harus kreatif dalam menceritakan isi buku itu (dan tahan mental karena bisa sangat melelahkan).

2. Tahap Anak-Anak

Saya menyebutnya begitu. Tahap ini dihitung mulai anak masuk Sekolah Dasar hingga Kelas Enam.

Prosesnya berbeda dengan tahap balita karena pada saat ini si kribo sudah mulai bisa membaca dan tentunya tidak memerlukan saya atau istri untuk bercerita lagi. Ia lebih suka mencoba membacanya sendiri.

Hanya, tetap saja, ia belum menyukai buku yang "tanpa" gambar.

Jadilah "majalah Donal Bebek" sebagai andalan. Majalah ini masih bergambar banyak dengan tulisan yang pendek-pendek berbentuk percakapan antar karakter di dalamnya. Lucu-lucu isinya, dan saya sendiri masih gemar membacanya.

Pada tahap ini, saya juga memperkenalkan si kribo dengan yang namanya "manga" alias komik Jepang dengan karakter superhero, dan ia menyukainya. Mungkin karena ia juga gemar menonton anime di TV, jadi tidak terlalu sulit untuk membuat ia tertarik pada "manga", tentunya yang isinya "jagoan" atau "superhero".

Hingga kelas enam, si kribo sangat gemar membaca "manga", dan kerap meminta ke Gramedia untuk membeli. Hal yang terkadang masih terus dimintanya sampai sekarang.

3. Tahap Remaja

Proses menanamkan minat membaca pada anak sendiri masuk ke tahap yang lebih berat saat si kribo menjadi remaja. Berat dalam artian segi biaya. Seleranya pada buku pun berubah, atau lebih tepatnya bertambah.

Donal bebek dilupakan. Manga dipertahankan. Ditambah dengan selera baru, yaitu novel petualangan dan cerita remaja.

Suka tidak suka, karena kami ingin ia gemar membaca, terpaksalah walau terkadang dompet pas-pasan, saya sering menuruti keinginannya untuk membeli buku-buku jenis itu. Tidak murah ternyata. Kami lakukan itu karena kami harus menjaga momentum dari tahap sebelumnya yang sudah berhasil menarik minat membacanya keluar. Kalau tidak diteruskan, bisa jadi ia akan beralih kembali ke gadget.

Jadilah harus dikorbankan dana yang lumayan agar ia terus tertarik pada buku. Walaupun pada saat bersamaan, kami juga mengajarkan ia untuk menabung kalau mau membeli buku yang dia mau.

Ditambah lagi, ia semakin ahli melakukan browsing di internet dalam mencari buku.

Tahap ini adalah tahap dimana selera anak terhadap buku berubah kalau tahap sebelumnya berhasil. Tetapi, kalau tahap sebelumnya gagal, saya rasa lebih berat lagi untuk menanamkan minat membaca karena ia sudah punya kemauan sendiri. Untung kami berhasil di tahap sebelumnya.


4. Tahap Pra Dewasa

Tahap yang lebih mudah untuk dilalui, walau biaya yang dikeluarkan juga lebih besar. Maklum, kemauannya si kribo soal buku juga makin bervariasi. Jenis buku yang dipilihnya pun sudah lebih mahal.

Tetapi, saya rasa, mengingat perkembangannya, minat membacanya sudah terasah. Tidak perlu terlalu banyak campur tangan. Yang dibutuhkan hanya pengawasan tentang jenis buku (dan uang yang lebih besar).

Manga dan novel remaja masih dibacanya, tetapi beberapa novel yang agak berat pun sudah dilalapnya juga. Rupanya, kebiasaannya membaca sudah tumbuh dengan baik dan ia mulai bisa menyediakan waktu untuk membaca buku di luar sekolah dan juga kegiatannya.

Juga, ia sudah terbiasa menabung kalau mau membeli buku, walaupun seringnya ia akan memilih 2-3 buku lebih banyak sebagai stok bacaan. Koran pun mulai dibacanya selain berbagai tulisan Do It Yourself di internet.

Tahap ini belum 100% selesai karena si kribo baru kelas 10 atau 1 SMA.

Meskipun demikian, pada tahap ini minat membacanya sudah tumbuh sendiri dan tidak memerlukan bantuan dari orangtuanya lagi.

Kalau melihat dari tahapan-tahapan itu, beban terberat ada pada tahap Balita dan Anak-Anak. Disana pendampingan dan penanaman minat membaca harus dilakukan secara konsisten dan kontinyu. Tidak bisa hanya sesekali karena harus bersaing dengan media televisi dan tentunya gadget.

Dua tahap berikutnya adalah tahap "menjaga" agar minat membacanya terus terasah. Di dua tahap ini lebh merupakan pengawasan saja dibadningkan penanaman agar bibit yang sudah ditanam tidak berhenti dan layu.

Kalau layu, ya repot menumbuhkannya lagi.

Jadi, proses menanamkan minat baca pada anak bukanlah proses yang sebentar dan seketika. Oleh karena itu tidak ada cara yang pasti berhasil. Butuh perjuangan yang makan waktu dan biaya. Sesuatu yang harus mau dilakukan para orangtua agar anaknya hobi membaca.

Dan, terus terang membaca berbagai trik ampuh tentang menambahkan minat membaca pada anak sebenarnya akan sia-sia kalau di lapangan orangtua tidak mau menyempatkan diri membimbing anak. Apalagi kalau tidak mau capek mengantarkan anak ke toko buku/perpustakaan , ya sulit lah.


Jadi, itulah cara kami, orangtua si kribo dalam menanamkan minat baca pada anak. Bukan trik ampuh dan belum tentu bisa menghasilkan hal yang sama pada diri anak Anda.

Mengapa Saya Tidak Menggunakan WP Smush Lagi

Mengapa Saya Tidak Menggunakan WP Smush Lagi
WP Smush adalah nama salah satu plug in yang sangat populer di kalangan blogger yang memakai Wordpress Self Hosted sebagai platformnya. Bisa dikata semua blogger tutorial, dalam dan luar negeri akan menyarankan (dengan sangat) agar mereka yang baru memulai menggunakan  plug in yang satu ini.

Fungsinya adalah untuk memperkecil ukuran image atau gambar yang diupload ke website. Jadi, di saat sebuah image dipindahkan dari komputer ke server, ukurannya diperkecil oleh si WP Smush. Plug in ini juga bisa dipergunakan untuk memperkecil ukuran image yang sudah ada di server.

Sangat bermanfaat. Dan, saya "pernah" memakainya untuk beberapa blog yang memakai CMS Wordpress.

Kata "pernah" diberi tanda kutip. Hal ini menandakan bahwa sekarang saya sudah tidak menggunakan WP Smush lagi. Plug in ini sudah dicopot dari semua website yang saya kelola.

Alasannya karena

1. Saya sudah terbiasa mengecilkan image di komputer, alias sebelum diupload, dengan memakai software gratisan saja, seperti Photoscape dan Faststone Photo Resizer. Kalau mau upload via mobile device pun sudah ada Picture Resizer.

Ukuran imagenya pun sudah sangat kecil antara 10-50 Kilobyte saja. Lagipula, dengan memakai Photoscape, image masih bisa diedit yang tentunya menguntungkan kalau harus meningkatkan "brightness" atau "contrast".

2. WP Smush memang mengecilkan ukuran untuk file yang belum diperkecil di komputer, tetapi plug in ini tidak lagi memberikan hasil yang signifikan kalau image sudah diperkecil di komputer. Malah, terkadang hasil WP Smush masih jauh lebih besar daripada kalau diperkecil dengan Faststone Photo Resizer.

Hal ini ditambah dengan kenyataan penggunaan plug ini pada Wordpress akan memberatkan website atau blog. Memang tidak banyak karena WP Smush sangat ringan, tetapi, karena fungsinya sudah tergantikan, ya untuk apa dipasang.

Jadilah saya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan WP Smush pada blog Wordpress yang saya kelola.

Keuntungan menggunakan software seperti Photoscape atau Faststone Photoresizer adalah saya bisa mengecilkan semua image untuk blog-blog berbasis blogspot juga, yang tidak punya fasilitas plug in. Semua foto yang dipasang di blogspot sudah melalui proses pengecilan di komputer.

Ringkas, cepat dan tidak memberatkan website. Yang terpenting, kedua software itu gratis dan mudah digunakan.

Kalau ada rekan-rekan yang belum terbiasa mengecilkan image atau foto, saya sarankan pergunakan saja kedua software ini. Benar-benar tidak bayar dan tidak ada iklannya. Pemakaiannya juga mudah sekali.

Klik dan BPK Adsense Membaik Sejak Pertengah Februari

Klik dan BPK Adsense Membaik Sejak Pertengah Februari

Awal tahun itu selalu menjadi periode paling menyebalkan bagi para publisher Adsense. Sejak awal bulan Januari hingga sekitar pertengan Februari adalah masa dimana mulut para publisher manyun dan mukanya buram seperti kertas lecek.

Masalahnya, pada periode itu setiap tahunnya adalah masa paceklik, klik dan BPK Adsense akan menurun drastis dibandingkan biasanya. Tidak tanggung-tanggung, bisa drop sampai 50 persen. Hasilnya, penghasilan recehan yang sudah mini, makin mini saja. Kalau lihat cewek ber-rok mini bisa menyegarkan mata, kalau lihat dashboard Adsense berisi penghasilan yang semakin mini, ya sepet juga.

Alasan mengapa demikian banyak, tetapi dimanapun, dalam dunia bisnis, awal tahun memang sama menyebalkannya. Kebanyakan perusahaan belum beroperasi secara full pada awal tahun. Biasanya mereka akan melakukan rekonsiliasi, pengecekan stok, dan berbagai hal lain. Mayoritas perusahaan masih menunda ekspansi atau penjualan. Jadi, sama saja dan memang situasi yang normal-normal saja.

Bukan cuma publisher Adsense yang mengalami.

Biasanya suasana baru terasa normal pada awal Februari. Perlahan perputaran dunia bisnis akan semakin cepat. Promosi akan mulai digencarkan untuk mengejar target penjualan. Mereka mulai melakukan belanja dalam berbagai jenis, termasuk belanja iklan.

Situasi ini yang sama juga berlaku di dunia Adsense. Beberapa hari terakhir saya memperhatikan statistik Adsense dan memang bulan Februari terlihat pergerakan positif. Di awal bulan, kenaikan sangat sedikit dan BPK masih di bawah rata-rata. Barulah sejak tanggal 15 Februari ke atas, pergerakan menuju titik normal sebelum akhir tahun kemarin.

Bahkan, 1-2 hari terakhir peningkatannya melebihi rata-rata. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut.


Situasi tampaknya sudah kembali normal dan mungkin para publisher Adsense harus mulai tambah semangat untuk mengupdate postingan. Sudah saatnya menghilangkan manyun di bibir dan mulai memeras otak untuk menulis kembali.

Bagaimanapun itu adalah siklus dari kehidupan. Hujan pada satu saat akan berhenti. Ada musim panen dan musim paceklik. Dimanapun sama.

Yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan diri mengatasi masa paceklik. Karena manyun tidak menyelesaikan masalah dan mengakhiri masa paceklik.

[Jangan Anggap Remeh] Banyak Keuntungan Menjadi Blogger

[Jangan Anggap Remeh] Banyak Keuntungan Menjadi Blogger

Apa sih keuntungan menjadi blogger ? Mengapa sih gemar sekali bercerita tentang diri sendiri? Terkena penyakit narsis yah?

Banyak orang memiliki pandangan seperti itu ketika mendengar seseorang mengatakan kalau ia adalah seorang blogger. Yang terbayang di benak adalah orang-orang yang kurang kerjaan dan terkena sindrom narsisme karena gemar bercerita tentang diri mereka sendiri. Oleh karena itulah, blogger kerap dipandang sebelah mata oleh banyak orang.

Tidak heran juga banyak yang heran ketika pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional tahun 2007.

Sesuatu yang sebenarnya sangat wajar hadir dalam masyarakat. Pro dan kontra adalah sesuatu yang merupakan kodrat kehidupan manusia. Tidak ada yang aneh. Apalagi hal itu biasanya lahir dari ketidakmengertian terhadap sesuatu hal.

Masyarakat Indonesia sendiri, walau sudah mulai banyak yang paham dan mengerti, masih memiliki lebih banyak lagi yang tidak mengerti tentang apa itu blogger, apa keuntungan menjadi blogger bagi diri pribadi atau manfaatnya bagi masyarakat. Kurangnya sosialisasi tentang hal inilah yang menjadi penghambat perkembangan dunia blogging Indonesia dan membuat masyarakat masih memandang rendah kepada yang namanya blogger.

Padahal sebenarnya, kalau dijelaskan secara rutin dan terus menerus, dan masyarakat menjadi paham tentang keuntungan menjadi blogger, bukan tidak mungkin jumlah blogger di Indonesia akan meningkat dari tahun ke tahun.

Sayangnya, berbagai penyebaran informasi tentang hal itu masih terasa sekali kurang. Untuk itulah satu artikel dalam Pojok Menulis ini akan mencoba memberikan sedikit gambaran tentang keuntungan yang bisa didapat seseorang, dan juga masyarakat, ketika ia memutuskan menjadi seorang blogger.


Silakan dilihat di bawah ini.

Keuntungan Menjadi Blogger Bagi Pribadi Seseorang

O ya. Bisa dimakliumi sekali kalau keuntungan bagi pribadi pelaku menjadi alasan seseorang melakukan sesuatu. Begitu juga dalam hal ini, wajar saja kalau ada orang bertanya tentang keuntungan memiliki blog dan menjadi blogger kalau mereka terjun ke dalam dunia ini.
Hal-hal tersebut di bawah ini adalah "sesuatu" yang akan didapat seseorang saat menjadi seorang blogger.

 

1) Mendapatkan Skill/Kemampuan Menulis


Ngeblog atau blogging adalah tentang menulis atau mengungkapkan pikiran, ide, rasa ke dalam bentuk tulisan. Mau tidak mau seorang blogger harus menulis untuk memastikan blognya tetap hidup.
Practice makes perfect. Berlatih akan melahirkan kesempurnaan. Alah bisa karena biasa.

Kebiasaan menulis yang harus dilakukan seorang blogger, perlahan tapi pasti akan memberinya sebuah skill atau kemampuan, yaitu "menulis".

Skill ini akan sangat bermanfaat di kala mereka harus terjun ke dunia nyata karena banyak sekali pekerjaan atau profesi yang berkaitan dengan kegiatan menulis, seperti membuat laporan, membuat skripsi, surat menyurat, dan masih banyak lagi hal yang memerlukan keahlian dalam bidang menulis.
Seorang blogger tentunya tidak akan terlalu kesulitan dalam hal ini. Mau tahu sebabnya? Ya karena mereka sudah terbiasa melakukannya.

 

2) Mendapatkan Pekerjaan


Terbayang mendapatkan pekerjaan karena kegiatan ngeblog? Sulit. Tetapi, bukan hal yang mustahil. Perkembangan di berbagai negara , termasuk Indonesia menunjukkan bahwa hampir setiap perusahaan akan mempunyai "blog" di webiste mereka.

Hal ini menghadirkan jenis pekerjaan baru, yaitu sebagai pengelola blog di perusahaan itu atau sebagai blogger perusahaan. Peluang yang tentunya memberikan kesempatan besar bagi mereka yang berpengalaman dalam bidang itu, yaitu siapa lagi kalau bukan para blogger.

Banya perusahaan yang mulai memberikan nilai tambah pada pelamar yang mencantumkan pengalaman mereka sebagai blogger.

 

3) Mendapatkan penghasilan


Sudah menjadi rahasia umum kalau blog tidak lagi hanya sekedar tempat menulis. Banyak orang yang sudah mulai menyadari peluang yang diberikan blog untuk mendapatkan penghasilan.

Kebanyakan memang masih bercita-cita untuk bisa mengisi pundi-pundi mereka dari periklanan semacam Google Adsense. Meskipun demikian, sudah cukup banyak juga blogger yang memanfaatkannya sebagai tempat untuk menjual produk atau barang.

Ada banyak cara untuk ini yang sudah dilakukan para blogger.

 

4) Mendapatkan Ketenaran


Banyak orang ingin terkenal. Itulah mengapa berbagai ajang pencarian bakat dibanjiri mereka yang ingin menjadi sorotan publik atau selebriti, alias orang terkenal.

Ternyata, mengelola blog pun memberikan kesempatan seseorang menjadi terkenal. Nama-nama Trinity, Marischka Prudence, Agus Mulyadi, Dian Pelangi atau Diana Rikasari dan masih banyak lagi nama lainnya adalah mereka yang sudah membuktikan bahwa blog yang mereka kelola bisa membawa mereka kepada ketenaran.

Mereka banyak diundang menjad pembicara atau trend-setter karena keberhasilan menarik perhatian banyak orang lewat blog yang dikelolanya.

Jangan lupakan juga nama Enda Nasution, yang dikenal sebagai "Bapak Blogger Indonesia".

 

5) Mendapatkan pengalaman manajerial


Tidak ada blog yang sukses tanpa kemampuan manajerial yang baik. Seorang blogger harus paham bagaimana mengatur waktu, memahami keinginan pembaca, melakukan promosi. Ibaratnya seorang blogger mengelola sebuah media informal sendiri.

Sadar atau tidak disadari, seorang blogger akan memahami berbagai hal, terutama dalam koordinasi yang biasanya dilakukan oleh seorang manajer.

Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan jikalau mereka kemudian ingin terjun dalam bidang bisnis atau jenis pekerjaan lainnya. Mereka tidak akan merasa aneh untuk mengkoordinasikan berbagai hal untuk mencapai target.

[Jangan Anggap Remeh] Banyak Keuntungan Menjadi Blogger

6) Memiliki jaringan


Pernah tahu apa yang biasanya dibawa oleh para salesman ketika mereka mengundurkan diri dari sebuah perusahaan untuk pindah ke perusahaan lainnya? Barang berharga? Komputer? Bukan.
Kebanyakan akan membawa buku kartu nama yang diberikan oleh orang-orang yang pernah berhubungan dengannya.

Mengapa? Karena mereka menyadari bahwa nama-nama itu adalah jaringan yang bisa sangat bermanfaat di masa yang akan datang. Jangan heran ketika Anda dikontak seorang pemasar yang dulu pernah Anda beri kartu nama saat bekerja di perusahaan lamanya. Hal itu adalah sebuah hal yang biasa dilakukan.

Salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh para blogger yang mirip dengan hal itu adalah blogwalking. Banyak blogger yang memandang kegiatan ini terlalu remeh dengan hanya sekedar mencari backlink saja. Padahal, blogwalking bisa dimanfaatkan lebih dari itu.

Sebenarnya, secara tidak disadari ada network yang terbentuk ketika melakukan blogwalking. Setiap blogwalking biasanya akan menambah satu kenalan baru yang di masa depan mungkin bisa bermanfaat dalam kepentingan lain.

 

7) Mendapatkan teman


Kalaupun blogwalking tidak bisa diubah menjadi sebuah penjualan, yah tidak apa-apa, setidaknya tetap ada teman baru.

Bagaimanapun, setiap manusia harus bergaul dan biasanya akan senang ketika mendapatkan teman baru. Apalagi, jika ia pun memiliki kesamaan, seperti hobi yang sama, yaitu ngeblog.

Banyaknya teman yang tersebar di berbagai tempat yang berbeda pun akan memudahkan jikalau suatu waktu kita harus bepergian ke tempat tersebut.

 

8) Mendapatkan jodoh


O ya. Kata siapa blogger sudah pasti akan menjadi jones, jomblo ngenes karena terlalu sering menghabiskan waktunya sendiri.

Buktinya ada kejadian diaman dari kolom komentar pun, seorang blogger mendapatkan jodoh.
Jadi, walaupun jarang terjadi, mendapatkan jodoh dari blog mungkin saja terjadi.

 

9) Mengurangi kemungkinan terkena penyakit


Penelitian menunjukkan bahwa menulis bisa membantu penyembuhan terhadap banyak penyakit kejiwaan yang dialami manusia, seperti stress, depresi, susah tidur, dan masih banyak lagi. Banyak penelitian juga menyebutkan bahwa persentase pekerja yang diPHK dan kemudian menuliskan pengalamannya berpeluang lebih besar untuk segera mendapatkan pekerjaan baru dibandingkan yang tidak menuliskannya.

Menulis pun kerap dipergunakan sebagai terap yang membantu penyembuhan.

Dan, blogging atau ngeblog adalah tentang menulis. Banyak blogger yang menceritakan berbagai kesedihan dan pengalaman tragis yang dialaminya. Dan, secara tidak sadari mereka melepaskan perasaan sedih, sakit yang dialaminya. Hal itu secara tidak disadari membuat lega hati mereka.

Pada akhirnya, hal itu bisa menghindarkannya dari perasaan tertekan yang berkelanjutan.
Hal seperti ini adalah keuntungan menjadi blogger yang paling dianggap remeh. Padahal, hasilnya sering secara langsung terasa setelah selesai menuliskan apa yang dialaminya sebagai artikel pada blog yang dikelolanya.

 

10) Menjadi orang yang lebih berpengetahuan


Tidak pernah sesederhana yang terliihat.

Untuk membuat sebuah tulisan, seorang blogger biasanya mengalaminya sendiri atau harus mencari referensi sebagai penunjang. Bisa dikata, di balik layar sebuah blog, ada seseorang yang mau tidak mau dipaksa untuk menambah pengetahuannya dengan berbagai cara.

Situasi dan kondisi yang dihadapi seorang blogger memaksanya untuk terus belajar dan belajar. Hal itu akan mendorong seorang blogger untuk menjadi orang yang lebih berpengetahuan dari sebelumnya.

11) Menjadi orang yang lebih kreatif


Mayoritas blogger akan berusaha mendatangkan sebanyak mungkin pembaca ke blog yang dikelolanya. Padahal, tingkat persaingan dalam dunia blog semakin hari semakin ketat dan berat.

Para blogger akan terus dipaksa untuk berpikir dan berpikir untuk menemukan cara baru untuk "memenangkan" persaingan. Mereka terus dipaksa untuk memaksimalkan kreativitas agar pembaca mau datang atau mengatasi masalah yang datang.

Ujungnya, mentalitas dan pola pikir mereka terbentuk untuk menjadi manusia yang lebih kreatif dari sebelumnya, dan akan terus berkembang karena situasinya memaksanya menjadi orang yang lebih kreatif lagi.

12) Bisa menyebarkan ide dan pemikiran dengan bebas


Acapkali, sebuah ide atau pemikiran baru terhambat karena adanya hambatan birokrasi atau sistem yang ada. Tidak jarang, sebuah ide kreatif tidak bisa terwujud karena tidak ada saluran yang bisa dipakai.

Dengan menjadi blogger, hal itu bisa diterobos dan diatasi. Tulis saja ide dan pemikiran yang muncul di kepala dan terbitkan di blog. Kerap kali hal sederhana itu akan mengundang reaksi dan respon dari mereka yang berpandangan sama atau bahkan mempengaruhi orang lain agar mengikuti ide tersebut.
Banyak ide yang kemudian bisa diwujudkan secara nyata ketika dukungan bisa digalang via blog.



-----

Itulah keuntungan menjadi blogger yang kerap kali tidak terlihat oleh masyarakat awam. Ketidaktahuan lah yang menyebabkan mereka memandang sebelah mata yang namanya blog atau blogger.
Padahal, di zaman sekarang, hasil kerja keras para blogger lewat blognya sudah mereka rasakan, seperti L:
  • ketersediaan informasi murah bahkan gratis untuk memecahkan masalah yang ada di keseharian
  • mendapatkan hiburan untuk pengobat lelah setelah keseharian, seperti yang mereka dapatkan saat membaca blognya Agus Mulyadi
  • mendapatkan pengetahuan baik dari hasil pengalaman ataupun penulisan ulang yang dilakukan para blogger
  • bisa "melihat" dunia lain, bahkan tanpa perlu mengeluarkan uang hanya dengan membaca pengalaman para blogger traveler
  • merasa termotivasi setelah membaca kisah hidup yang disampaikan para blogger
Penghargaan terhadap berbagai manfaat ini seharusnya diberikan kepada para blogger. Sayangnya, banyak anggota masyarakat yang menganggapnya sebagai hasil dari Google atau Yahoo yang menyediakan informasi.

Sudah saatnya masyarakat juga mengetahui hal ini. Itulah mengapa tulisan ini dibuat sekedar memberi gambaran kecil tentang manfaat yang diberikan oleh para blogger bagi perkembangan Indonesia dan di dunia. Mungkin, dengan mengetahui hal-hal seperti ini dan juga tentunya keuntungan menjadi blogger akan semakin banyak orang yang tertarik untuk menggeluti kegiatan mengelola blog ini.

Semoga.

(Catatan : tulisan yang sama juga diterbitkan di Pojok Menulis. Saya ingin mengetahui beberapa hal, salah satunya adalah apa efek tulisan yang 100% sama jika diterbitkan di dua blog yang berbeda serta beberapa hal yang lain)

Ternyata Susah Mengajak Orang Untuk Memiliki Blog atau Website

Ternyata Susah Mengajak Orang Menjadi Blogger

Faktanya demikian. Walaupun kalau menurut banyak artikel semakin banyak orang yang tertarik untuk menjadi blogger, kenyataan di lapangan sepertinya tidak semudah itu.

Pengalaman saya menunjukkan bahwa meyakinkan orang lain untuk menjadi seorang blogger dan memiliki website sendiri membutuhkan perjuangan panjang. Hal itu terjadi ketika saya berusaha untuk mengajak tetangga untuk memanfaatkan blog atau website bagi usahanya. Ia seorang pengelola kedai kopi.

Padahal, saat pertama tetangga tersebut mendirikan kedai kopi, ia berniat juga untuk memasarkan produk "biji kopi" via online. Setelah lebih dari dua tahun berlalu, hal itu belum juga terealisasi karena selama ini ia lebih suka mengandalkan media sosial, seperti Facebook atau Instagram sebagai media promosinya.

Baru 2 hari yang lalu, setelah penjelasan yang berulangkali tentang keuntungan memiliki blog atau website bagi usahanya. Dan, tentunya usahanya yang stagnan karena pelanggan tidak bertambah, ia mulai memikirkan lebih dalam dan berniat untuk memiliki blog tentang kopinya sendiri. Lebih dari 2 tahun seletah penjelasan pertama yang saya lakukan.

Herannya, sebenarnya, saya siap untuk membantunya untuk membangun blognya tanpa biaya apapun. Namanya juga tetangga dan kawan, tetapi tawaran itu seperti tidak dianggapnya. Ia memang tidak mengatakan secara gamblang "TIDAK", tetapi juga tidak memberikan jawaban apapun.

Sikap seperti ini bukan sekali dua saja saya temukan. Beberapa teman dan saudara yang memiliki Usaha Mikro pun seperti apatis saat mendengar penjelasan tentang manfaat dan keuntungan menjadi blogger bagi pemilik usaha di zaman seperti sekarang.

(Baca juga : Menjadi Pembaca Harus Jeli dan Kritis
Kebanyakan alasan yang dikemukakan adalah :

  • produk saya tidak bisa dikirim lewat online
  • tidak punya waktu mengurus blog
  • lebih suka promosi lewat media sosial
  • tidak bisa menulis
  • tidak tahu cara membuat dan mengelola blog
  • pengunjung sekarang sudah banyak
Dan, masih banyak lagi alasan yang saya terima. Padahal, sekali lagi, saya tidak men-charge apapun karena mereka-mereka yang saya ajak adalah teman, saudara, tetangga. Bagaimanapun, saya tidak akan berbinis dengan orang-orang yang dekat.

Alasan saya mengajak mereka bukan hanya karena saya seorang blogger yang sudah merasakan sedikit recehan dari iklan, tetapi, karena juga saya sudah berpengalaman dalam bidang pemasaran. Saya menyadari sekali bahwa zaman berubah dan di masa depan bisnis di dunia nyata perlu ditopang oleh kegiatan di dunia maya untuk memperluas jaringan dan menjangkau lebih banyak orang. Bahkan, bukan tidak mungkin suatu waktu bisnis online akan lebih merajai di masa datang.

Oleh karena itulah, saya berusaha memberikan sedikit gambaran agar mereka segera bersiap dan memanfaatkan momentum demi perkembangan usaha mereka.

Sayangnya, ternyata tidak mudah sama sekali. Sama sekali tidak mudah membuat orang yakin untuk memiliki blog atau website, walaupun gratis sekalipun.

Sifat apatis ini mungkin karena mereka belum pernah merasakan secara langsung manfaat sebuah blog atau website bagi sebuah usaha secara langsung. Kebanyakan juga menganggap kegiatan ngeblog atau mengelola website pribade sebagai hanya buang-buang waktu. Mereka lebih memilih mengerjakan sesuatu yang lebih nyata dan "mudah" tentunya.

Tidak heran jumlah blogger di Indonesia tidak bertambah dan berkutat di angka sekitar 2-3 juta saja sampai saat ini.

Untungnya, setelah mengalami sendiri bahwa usaha kedai kopinya yang tidak berkembang dan justru menunjukkan penurunan, sang tetangga pada akhirnya mulai mau dan berniat memiliki blog atau website untuk usahanya. Itupun setelah ditekankan bahwa biayanya akan sangat terjangkau, hanya dengan sekedar Rp. 165 ribu per tahun saja untuk menyewa domain dan tidak perlu hositng sendiri (memakai hosting blogger), barulah ia tergerak.

Sayang sebenarnya. Kalau saja ia mengikuti saran saya dua tahun yang lalu, websitenya mungkin sudah "authoritative" di bidangnya dan mungkin sudah memberikan efek yang banyak bagi perkembangan usahanya.

Ah, bagaimanapun, saya hanya bisa memberikan saran dan masukan. Pilihan itu terletak pada dirinya bukan saya.

Menjadi Pembaca Harus Jeli dan Kritis , Jangan Hanya Telan

Menjadi Pembaca Harus Jeli dan Kritis , Jangan Hanya Telan

Pemerintah, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia, menghadapi sesuatu yang sangat sulit diatas. Sesuatu itu bernama "Hoax" atau berita bohong, berita yang tidak benar dan dibuat dengan tujuan tertentu. Penyebarannya meningkat sangat pesat seiring dengan berkembangnya media sosial.

Kesulitan ini terjadi karena ada satu kebiasaan masyarakat yang justru mendukung penyebaran informasi dan berita yang tidak benar. Kebiasaan itu adalah banyak yang tidak paham menjadi pembaca yang jeli dan kritis. Banyak anggota masyarakat yang kerap menelan saja informasi yang disampaikan dan kemudian menyebarkannya tanpa berpikir panjang.

Oleh karena itulah, hoax seperti tidak terhentikan karena kebiasaan masyarakat lah yang mendukungnya.

Sebagai contoh sederhana yang diambil dalam dunia blogging saja, ada beberapa mitos yang hadir karena pembaca yang hanya menelan informais yang disampaikannya saja, seperti kalau kecepatan loading laman lebih dari 3 detik, pembaca (di Indonesia) akan minggat. Padahal, data yang dipergunakan bukanlah data yang akurat karena dilakukan di negara yang berbeda. (Baca : Blogger pun harus belajar tentang sosial budaya dan membaca data)

Itu hanya salah satunya.

Yang lainnya? Tentu kita semua yang bergelut di dunia blogger paham betul bahwa ada ribuan bahkan puluhan ribu tulisan tips dan trik tentang "bagaimana cara mendapatkan uang dari blog" atau "1000 Cara meningkatkan penghasilan Adsense yang pasti berhasil". Pasti pernah dong.

Tetapi, pernahkah Anda mempertanyakan, apakah si penulis sudah benar-benar menjadi kaya dengan cara itu? Pernahkah Anda mendapatkan bukti bahwa pengelola PanduanIM atau Writepreneurs sudah menjadi kaya dan berhasil dengan cara yang ditulisnya? Sudahkah melihat kenyataannya.

Yang saya tahu, nama dua orang yang mengajarkan "Berbagai cara sukses" itu bahkan tidak pernah disebut sebagai orang sukses dan kaya oleh media resmi. Namanya menjulang di kalangan para blogger saja. Berbeda dengan Linda Ikeji atau Pete Cashmore yang bahkan namanya saja sudah disebut berbagai media terkenal dunia. Konfirmasi dari bentuk keberhasilan mereka.


Mengapa hal itu perlu dibuktikan atau setidaknya dikonfirmasi? Karena, kalau mereka saja tidak/belum bisa menjadi kaya dan bergelimang uang dari kegiatan mereka, lalu darimana mereka bisa mengajarkan caranya?

(Baca juga : Belajar Sukses dari Yang Belum Sukses)
Menjadi pembaca itu memang harus jeli dan mau berpikir. Hal itu penting karena bukan hanya membantu pemerintah memerangi hoax tetapi bagi diri sendiri juga. Menelan begitu saja informasi yang belum terbuktikan bisa menggiring kita pada pembuatan keputusan yang salah.

Entah berapa banyak blogger yang tergila-gila dan menghabiskan ribuan jam hanya sekedar agar template yang mereka pakai bisa loading kurang dari 3 detik. Padahal, waktu itu jika dipakai bisa menghasilkan banyak sekali artikel.

Begitupun informasi tentang cara menjadi kaya ala internet marketer dan blogger tutorial ngeblog. Kalau hanya ditelan dan kemudian ditiru, tanpa memperhatikan karakter diri sendiri, hasilnya sangat besar kemungkinannya kita tidak akan mendapat apa-apa selain pusin.

Yang paling buruk dan kerap tidak disadari saat menjadi pembaca yang tidak jeli dan tidak kritis adalah kita menjadi "pasar" bagi mereka. Kita akan menjadi pengikut yang hanya akan membebek saja.

Oleh karena itu sebaiknya, saat membaca sesuatu, ada baiknya memberikan jeda sebelum memutuskan untuk "percaya" atau "yakin". Carilah kemudian berbagai informasi pembanding dari sumber-sumber lain, pertimbangkan, dan kemudian barulah putuskan untuk percaya atau tidak.

Kalau di media sosial, tundalah jempol beberapa saat untuk menekan tombol share, pastikan kebenarannya. Karena, salah-salah kita bisa membantu penyebaran hoax.

Jangan mudah percaya apa yang dikatakan orang lain, apalagi yang memang jelas-jelas menargetkan kita sebagai pasar untuk keuntungan dirinya.

Termasuk tulisan ini. Jadilah pembaca yang jeli. Baca dengan pemikiran yang kritis. Kemudian putuskan apakah, yang saya tulis masuk akal atau tidak. Kalau tidak abaikan saja. Saya berhak menulis apapun, tetapi hak Anda untuk percaya atau tidak.

Iya kan?

Hambatan Utama Yang Kerap Dihadapi Seorang Blogger Pemula

Hambatan Utama Yang Kerap Dihadapi Seorang Blogger Pemula

Perbincangan dengan adik ipar, suami dari adiknya si yayang di ruman, pagi inilah yang melahirkan tulisan ini. Sang adik, seorang yang menekuni dunia perudangan tertarik untuk menuliskan berbagai pengalamannya di bidang itu dan karena ia tahu bahwa saya seorang blogger meminta pandangan.

Ia memiliki masalah saat menulis artikel pertamanya,yang menyebabkan hingga saat ini belum ada satupun artikel yang selesai. Rasa takut salah, takut hasilnya tidak enak dibaca adalah sebagian alasan mengapa tulisannya tidak pernah diterbitkan (ditambah beberapa hal teknis).

Ia bertanya, bagiamana cara mengatasinya.

Yah, jawaban saya hanya dua kata saja. 'TERIMA KENYATAAN.

Saya hanya mengatakan bahwa "terimalah kenyataan bahwa kita adalah manusia".

Yang namanya manusia adalah makhluk yang penuh kekurangan dan tidak sempurna. Justru, bisa dikata manusia itu sempurna dengan ketidaksempurnaannya itu. Kalau ada manusia yang "sempurna", dan tidak pernah berbuat salah, maka ia jelas bukan manusia. Ia akan masuk ke dalam kategori malaikat yang tidak akan berbuat kesalahan.

Oleh karena itu, maka kita pun harus menerima kenyataan kalau setap karya yang dihasilkan akan penuh dengan kekurangan dan "tidak sempurna". Aapapun itu pasti ada kekurangannya.

Begitupun dalam hal menulis. Jika, kita berharap kalau tulisan yang kita hasilkan akan sempurna , maka tulisan itu tidak akan pernah selesai. Folder draft memang adalah tempat akhirnya.

Keinginan untuk sempurna dan bisa membuat orang senang adalah hambatan utama yang kerap dihadapi blogger pemula, tetapi tetap saja terkadang hadir dalam pikiran banyak blogger "senior" sekalipun. Keinginan akan kesempurnaan yang bisa menyenangkan semua orang akan selalu ada di benak dan hati, bukan hanya dalam hal menulis, tetapi dalam banyak hal lainnya.

Padahal, hal itu tidak akan mungkin terjadi. Tidak ada manusia yang akan selalu bisa menyenangkan semua orang di setiap waktu. Kesalahan adalah bagian dari kodrat manusia dan tidak terhindarkan. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar manusia.

Cara mengatasinya pun akan berbeda setiap orang. Tidak ada patokan standar. Masing-masing individu akan memiliki cara yang berbeda. Hanya saja, hambatan itu tidak akan terpecahkan kalau seorang blogger tidak bisa "menerima kenyataan" tadi. Jika ia tidak bisa, maka ia akan selalu terperangkap dalam hambatan mental yang membuatnya susah melangkah lebih jauh.

Dengan menyadari fakta bahwa tulisan kita tidak sempurna, maka seorang blogger akan memiliki titik awal untuk melangkah. Titik awal yang bisa dipergunakan untuk belajar dari pengalanan dan kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.

Lagipula, tidak akan ada tulisan atau artikel yang sempurna  Hal itu karena kita adalah manusia.
Berpikiran untuk menghasilkan sebuah tulisan yang sempurna adalah utopia, alias hanya mimpi.

Kalau ada internet marktere atau blogger tutorial tentang blogging yang mengatakan ada, harap perhatikan bagian punggungnya. Mungkin ada sayapnya, yang menandakan ia bukan manusia, tetapi malaikat. Walau Anda akan heran untuk apa malaikat jadi internet marketer.

Itulah jawaban saya. Karena itu adalah hambatan utama yang sering dihadapi mereka yang pertama kali terjung di dunia blogging. Sesuatu yang pernah saya alami dan sudah saya lewati. Saya bisa terus menulis seperti sekarang karena saya menerima ketidaksempurnaan saya dalam menulis. Saya menerima bahwa tulisan ini tidak akan dibaca semua orang dan bahkan tidak akan dibaca oleh satu orang pun.

Saya menerima itu. Dan, itulah yang saya harapkan agar sang adik mau melakukan hal yang sama. Menerima kenyataan agar bisa menyelesaikan draft yang ada.

Menggunakan Prinsip Fisika Untuk Mengembangkan Ide

Menggunakan Prinsip Fisika Untuk Mengembangkan Ide

Ada-ada saja kan. Bagaimana bisa menggunakan prinsip fisika dalam mengembangkan ide? Bidang dan dunia tulis menulis dan blogging berbeda "jauh" dari dunia fisika. Hampir tidak mungkin ada kaitan yang begitu dalam antara keduanya, selain tentunya dalam dunia fisika menulis tetap diperlukan.

Sebenarnya tidak demikian juga. Ada banyak hal yang kalau dilihat secara lahiriah memang tidak ada kaitannya, tetapi jika ditelusuri lebih dalam akan ada satu inti yang memiliki kemiripan dengan inti dari bidang lainnya. Tidak beda halnya dimana atom sebuah batu dengan atom besi bentuknya sama-sama bulat dan bundar.

Tidak percaya.

Pernah dengan rumus fisik E=MC2. Rumus yang sangat terkenal dan pernah menyebabkan ratusan ribu orang menderita. Rumus inilah yang melahirkan bom atom.

Rumus ini berdasarkan pada teori "benturan atom (uranium)" yang lepas dari orbitnya akan menghasilkan panas dan energi. Panas dan energi inilah yang kemudian dijadikan bom atau energi listrik.

Benturan atom yang lepas dari orbit. Inti dari rumus ini.

Tidak berbeda sebenarnya dengan pikiran manusia. Sebuah pemikiran yang bebas akan kerap berbenturan dengan pemikiran yang lain, yang kemudian akan berbenturan lagi dengan pemikiran yang lain lagi. Terus dan terus.

Contoh sederhananya adalah seperti ini :

Ide awal Maniak Menulis adalah tentang dunia tulis menulis dari sisi kontra terhadap apa yang ditulis para internet marketer atau blogger tutorial tentang blogging. Awal mulanya memang untuk berbenturan dengan pemikiran kalangan tersebut.

Kemudian, ternyata berkembang lebih jauh ketika pemiliknya menyadari bahwa dunia menulis tidak bisa terpisah dari dunia membaca, maka dibuatkan satu label/kategori tentang membaca.

Terus berlanjut ketika saat membaca ada website-website atau buku yang menarik, maka dihadirkan kategori website menarik. Masih belum selesai, dunia blogging pun ternyata bisa menghasilkan uang, maka dibuatlah label "cari uang" dan salah satu bagiannya adalah Adsense.

Hal yang satu berkembang dan beranak pinak menjadi begitu banyak ide lain yang bisa terus berkembang biak. Sama halnya dengan atom yang saling berbenturan.

Hasilnya adalah ide yang bertumpuk, seperti halnya panas dan energi yang lahir akibat benturan atom. Tidak ada habisnya.

Yang perlu dilakukan hanyalah memilah, mana yang cocok untuk ditulis atau tidak, mana yang mewakili niche atau tidak. Sama halnya dengan energi yang dihasilkan rumus tadi, panasnya tinggal digunakan dalam berbagai bentuk, menjadi penghancur atau sebagai energi yang menguntungkan umat manusia.

Pada dasarnya rumus fisika karya Einstein ini prinsip kerjanya bisa cocok dipergunakan dalam dunia tulis menulis, terutama dalam hal perkembangan ide. Karena benturan walau sering mengakibatkan hal-hal yang buruk terjadi, pada sisi lain, akan juga membawa kebaikan. Sesuai dengan prinsip "keburukan dan kebaikan adalah dua sisi mata uang yang sama dan akan hadir bersamaan".

(Baca juga : Albert Einstein Berkata : Jelaskan Secara Singkat, Padat, dan Tepat)

Sejarah membuktikan itu, buruknya Perang Dunia ke-II, benturan antar manusia berupa perang hebat, melahirkan Piagam Hak Asasi Manusia yang menjadi dasar kehidupan di masa sekarang. Perang itu buruk, tetapi tidak semua hasilnya buruk.

Iya nggak sih?

Albert Einstein Berkata : Jelaskan Secara Singkat, Padat, Dan Tepat

Albert Einstein Berkata : Jelaskan Secara Singkat, Padat, Dan Tepat

Mungkin banyak yang tidak percaya bahwa ada satu prinsip dari seorang fisikawan dunia bisa dipakai sebagai patokan dalam menulis. Bagaimana mungkin kata-kata dari seorang yang lebih banyak bergelut dalam rumus tentang atom atau kecepatan bisa dijadikan patokan dalam dunia yang jauh berbeda.

Kenyataannya memang demikian. Ada satu prinsip yang dipakai atau dicetuskan oleh manusia yang mengilhami lahirnya bom atom ini yang seharusnya dipahami betul oleh para blogger, terutama para blogger tutorial.

Prinsip pria ini tercakup dalam kutipannya :

If you can't explain it simply, you don't understand it well enough"
Terjemahannya :

"Kalau kau tidak bisa menjelaskannya secara sederhana, berarti kamu tidak cukup mengerti"

Sudah jelas kan? Atau belum?

Seorang yang memahami sebuah hal dengan sangat baik, mengerti luar dalam, akan selalu bisa menemukan intisarinya. Kemudian, jika ia harus menjelaskan kepada orang lain, ia akan menyampaikan poin-poin utamanya dengan cara yang mudah dipahami.

Itu sebuah kenyataan. Karena itulah, kebanyakan para boss atau atasan di kantor sekalipun tidak butuh laporan yang panjang lebar, mereka cenderung lebih suka penjelasan yang to the point dan langsung ke inti.

Situasi yang sama persis yang dihadapi para blogger tutorial. Masyarakat pembaca pada masa sekarang, terutama yang gemar berselancar di internet, adalah masyarakat yang tidak sabaran. Mereka mirip para boss. Yang mereka butuhkan adalah informasi yang disampaikan secara singkat, padat, dan tepat.

Dari sanalah lahir istilah membaca dengan cara "scanning" dan "skimming" . Scanning adalah teknik membaca untuk menemukan informasi spesifk yang dibutuhkan pembaca, sedangkan skimming adalah teknik membaca dengan mencari ide umum yang ingin disampaikan penulis.

Berbeda dalam apa yang dicari, tetapi intinya sama. Pembaca sering tidak membaca secara detail dan menyeluruh semua tulisan. Pembaca hanya mencari intinya.

Untuk itulah para blogger tutorial harus menjiwai apa yang dikatakan mbahnya bom atom Hiroshima dan Nagasaki ini. Para pembaca artikel yang mereka buat, tidak butuh sesuatu yang bertel-tele dan penuh bunga-bunga kata. Yang mereka butuhkan adalah informasi, data, atau penjelasan saja.

Sayangnya, kebanyakan blogger tutorial sering mengabaikan hal ini. Banyak yang lebih memfokuskan artikelnya untuk bisa bersaing di halaman SERP (Serahc Engine Page Result) . Hal ini kerap justru menyulitkan pembaca menemukan inti yang sebenarnya sangat sederhana.

Sebagai contoh, ada sebuah website yang akan Anda temukan kalau mencari berbagai peribahasa di Indonesia. Posisinya selalu nangkring pada posisi terhormat di SERP. Sayangnya ketika membaca tulisannya, justru malah sulit sekali menemukan intinya karena begitu banyak hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dicantumkan. Jelas sekali, penulis adalah pecandu SEO yang terlalu banyak makan kapsul "bahwa semakin panjang artikel semakin bagus di mesin pencari"

Silakan baca sendiri saja.

Albert Einstein Berkata : Jelaskan Secara Singkat, Padat, Dan Tepat

Enak kah membacanya?

Padahal ia bisa cukup menuliskan artinya dan tanpa harus bertele-tele secara panjang lebar. Pencari informasi tentang arti peribahasa tidak memerlukan yang lain tentang apakah dimulai dengan huruf A atau B atau C.

Juga, sebuah tulisan yang bertele-tele bisa mencerminkan sesuatu. Hal ini kerap dilakukan para salesman atau pemasar ketika mereka tidak tahu tentang sesuatu atau tidak begitu memahami apa yang ditanyakan. Biasanya, mereka akan "menjelaskan" secara panjang lebar dan berputar-putar.

Tujuannya, yang mendengarkan akan bingung sendiri dan lupa pada inti pertanyaannya. Jurus ini juga ditujukan agar memberi kesan mereka adalah orang profesional dan pandai. Menjelaskan secara panjang lebar dan bertele-tele sering ditujukan untuk menutupi ketidakmampuan dari si pemberi penjelasan.

Itulah yang dimaksud oleh Einstein. Kecenderungan menjelaskan panjang lebar, bukanlah berarti si pemberi penjelasan pasti orang pandai, bisa jadi justru hal itu untuk menutupi kelemahan mereka.

Sayangnya, hal itu terlihat sering sekali dipakai oleh banyak blogger dalam menyampaikan sesuatu.

Jadi, kalau memang hendak menjadi blogger tutorial atau hendak menjelaskan sesuatu, ada baiknya mencamkan apa yang dikatakan Albert Einstein ini. Jelaskan secara singkat, padat, dan tepat. Tidak perlu bertele-tele untuk membuat pusing pembaca.

Seperti yang saya lakukan ini.

Blogger Pun Harus Belajar Mengenai Sosial Budaya dan Membaca Data Untuk Menghindari Terjadinya Mitos

Blogger Pun Harus Belajar Mengenai Sosial Budaya Untuk Menghindari Terjadinya Mitos
Banyak mitos yang ada di dunia blogging Indonesia, salah satu yang paling terkenal adalah tentang kecepatan loading suatu blog. Beberapa angka, seperti 2 atau 3 detik sering dijadikan patokan standar ideal bagi sebuah laman untuk tayang. Kalau tidak, pengunjungnya akan kabur dan tidak kembali.

Hal itu sudah berulangkali saya temukan di berbagai blog dan yang menuliskannya bukan cuma blogger pemula, tetapi bahkan mereka yang disebut sekelas master pun sering mengatakannya. Saah satu contoh yang berhasil saya pungut di jalanan blogosphere Indonesia bisa dilihat di screenshoot di atas.

Kutipannya :

Menurut studi ilmiah yang dapat diandalkan dari University of Nebraska-Lincoln, waktu memuat situs web yang dapat ditoleransi adalah kira-kira 2 detik. Anda bisa menambah waktu toleransi hingga 38 detik dengan menambah feedback seperti progress bar.
Keren kan. Memakai referensi yang berasal dari sebuah universitas terkenal di Paman Sam dan tentunya untuk menunjang teori tentang pentingnya kecepatan loading.

Sayangnya, disitulah juga kelemahan dari mitos soal kecepatan loading ini sendiri. Cobalah pertanyakan dulu keabsahan penelitian atau survey ini.

  1. Dimana survey itu dilakukan? Jawabnya Nebraska itu di Amerika Serikat dan menggunakan bahasa Inggris.
  2. Berapa orang Indonesia yang terlibat dalam survey itu?  Penting, karena kalau dianggap juga berlaku di Indonesia, harus sebagian besar yang berpartisipasi orang Indonesia karena menunjukkan sebuah sikap
  3. Pernahkah di Indonesia ada survey yang meneliti sikap masyarakat terhadap kecepatan loading? Jawabnya tidak. Jumlah blog di Indonesia secara pasti saja tidak ada yang tahu.

Tentu, sebuah universitas tidak akan melakukan sesuatu sembarangan. Penelitian ini rasanya sangat sah dan sudah mengikuti metode yang benar. Yang salah adalah yang membaca hasil surveynya, jelas tidak memahami beberapa hal terkait sebuah survey dan mungkin diabaikan atau terlewat karena ketidakmampuan berbahasa Inggris.

  • sebuah survey atau penelitian selalu memiliki batasan dan sifatnya spesifik, termasuk daerah yang disurvey
  • kemungkinan besar, masyarakat yang berpartisipasi dalam survey tinggal di Amerika Serikat atau setidaknya mampu berbahasa Inggris
  • lingkup waktunya pasti tertentu, sifat penelitian akan selalu membatasi ruang waktu agar tidak terlalu luas
  • masyarakat mana yang disurvey juga sebuah urusan penting karena setiap masyarakat mempunya budaya yang berbeda. Tidak bisa menyamakan masyarakat Amerika dan masyarakat Indonesia karena pola makan berbeda, pola hidup berbeda, dan masih banyak lagi perbedaan.
Mengambil referensi dari luar negeri boleh-boleh saja, tetapi yang mengambil harus memahami sifat dari referensi yang diambilnya. Tentu saja, tidak akan salah kalau dijadikan referensi tulisan berjudul "47% orang Amerika akan kabur kalau sebuah website loadingnya lebih dari 2 detik". Referensi ini cocok dan bisa dipahami kalau judul tulisannya begitu.

Tetapi, akan menjadi sebuah hal yang konyol ketika surveynya di Nebraska, Amerika Serikat, kemudian dipergunakan untuk mengatakan "Orang Indonesia akan kabur kalau sebuah website loadingnya lebih dari 2 detik".

Aneh. Survey adalah data pendukung untuk sebuah teori dan dilakukan di sebuah wilayah tertentu. Tidak nyambung sama sekali kalau saya membuat tulisan "Orang Jawa hobi makan jagung", tetapi surveynya di Papua.

Mengapa penting, kecepatan internet di Amerika Serikat adalah salah satu yang tercepat di dunia. Hal ini juga membentuk sikap mental dan budaya masyarakatnya yang menjadi ingin serba cepat. Bandingkan dengan masyarakat Indonesia yang masih terkenal sebagai jam karet dan terbiasa dengan internet yang kecepatannya lemot (peringkat ke-77 kalau tidak salah). Mentalitas dan budayanya sangat jauh berbeda.

Sebuah kecerobohan memakai data dari survey di suatu tempat untuk digunakan di tempat lain, tanpa memahami data dan makna datanya. Hanya mengutip sebagian hasil survey untuk mendukung teorinya.

Inilah yang menghadirkan mitos dalam dunia blogging Indonesia bahwa pengunjung akan kabur kalau website tidak loading dalam 2-3 detik.

Kemudian, ada satu kesalahan membaca data lagi.lihat screenshoot di bawah ini :

Blogger Pun Harus Belajar Mengenai Sosial Budaya dan Membaca Data Untuk Menghindari Terjadinya Mitos

Empat puluh tujuh persen mengharapkan situs web dimuat dalam waktu 2 detik (masyarakat yang mana yah?) . Pernahkah bertanya, yang 53 persennya kemana? Kalau menurut logika, maka mereka tetap membaca, iya kan?

Kalau 57% kabur setelah tiga detik, yang 47 persen itu masih terus membaca kan?

Tidak ada penjelasan lebih rinci disini, padahal penting untuk mengetahui tingkah laku dari pemirsa blog. Hasil survey ini bisa dipandang bahwa"masih ada orang yang membaca blog Anda kalau loadingnya lebih dari 3 detik".

Masalah pemahaman tentang guna survey dan penelitian penting untuk menunjukkan perilaku dan dalam hal ini sama sekali tidak nyambung antara tujuan survey dan penelitian dengan sikap budaya masyarakat Indonesia.

Hal itulah yang melahirkan banyak mitos dalam dunia blogging Indonesia. Banyak blogger yang memakai referensi dari luar untuk mendukung teorinya, tanpa mencoba memahami sisi sosial budaya dan karakter masyarakat yang dijadikan survey. 

Kecuali, data yang dipergunakan berasal dari survey yang dilakukan di Indonesia, maka mitos ini akan berubah jadi teori dan bisa diperdebatkan. Selama data yang dipakai berasal dari survey di sebuah masyarakat lain, selain Indonesia, maka hal itu adalah mitos yang jauh sekali dari teori karena sama sekali tidak didukung data.

Dan untuk itu salahkan para blogger sendiri, yang kurang jeli dalam membaca sebuah hasil survey atau penelitian.